Beranda Berita Kota April 2020 NTT Mengalami Inflasi Sebesar 0,07 Persen

April 2020 NTT Mengalami Inflasi Sebesar 0,07 Persen

219
0
Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si.
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan April 2020 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen. Terjadi karena adanya kenaikan Indeks Harga pada lima (5) dari sebelas (11) kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik sebesar 1,25 persen.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Senin (4/5/2020).
Darwis mengatakan, NTT pada April 2020 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,71 pada bulan Maret 2020 menjadi 103,79 pada bulan April 2020.
“Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen, Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,06 persen dan Kota Waingapu mengalami deflasi sebesar 0,80 persen,” jelas Darwis.
Berdasarkan hasil penghitungan IHK, pada bulan April 2020, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 103,51 pada bulan Maret 2020 menjadi 103,71 pada April 2020.
“Berdasarkan hasil penghitungan IHK, pada bulan April 2020, Kota Waingapu mengalami deflasi sebesar 0,80 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 105,80 pada bulan Maret 2020 menjadi 104,95 pada April 2020,” kata Darwis.
Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang di konsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan,” terang Darwis.
Selanjutnya, dia menyebutkan, pada April 2020 dari 90 kota sampel IHK Nasional, 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi.
Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 0,88 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,92 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Semarang sebesar 0,02 persen. (MD)