Beranda Daerah Diduga Menyeleweng, Masyarakat Desa Meler Gelar Sidang Perkara di Polres Manggarai

Diduga Menyeleweng, Masyarakat Desa Meler Gelar Sidang Perkara di Polres Manggarai

146
0
RUTENG, RANAKA-NEWS.com – Kepala Desa (Kades) Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Siprianus Gaut dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Manggarai dugaan korupsi dana desa.
Kades Sipri dilaporkan oleh warganya sendiri, Damasus Jeki bersama tujuh orang lainnya, termasuk Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Meler, Dominikus Nggao, Rabu, 24 Juli 2019.
Kepada Media saat ditemui di Polres Manggarai, Senin (6/5/2020) mengatakan bahwa Damasus Jeki melaporkan Sang Kades atas dugaan korupsi pada beberapa proyek pembangunan.
Ketika media menanyakan tujuan dan maksud mendatangkan Kantor Polres Manggarai, Jeki mengatakan, “kami mendatangkan Polres Manggarai yang ke 21 kali untuk mencaritahu sampai dimana titik terang kasus ini oleh pihak Kepolisian. Hari ini kami¬† didampingi oleh Organisasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) cabang Manggarai, LSM Gerakan Anti Korupsi (GAK) Cabang Manggarai, dan Ormas PROJO DPC Manggarai,” ujar Jeki.
Sementara itu, Hendrikus Sopek, salah satu masyarakat pelapor, kepada Media mengatakan bahwa tujuan mereka mendatangkan Polres Manggarai karena kami mendapat panggilan dari Kanit Tipikor untuk menghadiri sidang perkara terkait dengan dugaan  kasus pemalsuan data menerima bantuan perumahan tahun anggaran 2019, pemalsuan data HOK penggusuran lapangan bola kaki tahun anggaran 2019, kegiatan pembangunan sarana air bersih di Laja dan Cobol tahun anggaran 2018, pengerjaan lapen menuju kantor desa tahun anggaran tahun 2018, pengerjaan jalan telford dan lapen lintas destinasi pariwisata tahun anggaran 2019 dan pembangunan jalan telfod dan lapen lintas Meler-Laja tahun anggaran 2019.
“Atas hasil sidang perkara ini pihak Tipikor sudah menerima LHP dari Inspektorat dan Tipikor, tinggal menunggu LHP UNFLOR Ende untuk nanti memandikan data yang diaudit oleh tim Inspektorat. Setelah itu kita akan meneruskan pada tahap selanjutnya,” terang Sopek.
Kanit III Tipikor, Aipda Joko Sugiarto, S.Ap memberikan keterangan bahwa tahap pemeriksaan dari LHP Inspektorat sudah final dan tahap pemeriksaan ini belum menjadi final sebelum menerima data atas pemeriksaan oleh LHP UNFLOR Ende.
“Dari temuan LPH Inspektorat, kami akan menyandingkan dengan LPH UNFLOR Ende. Kami sudah berkoordinasi dengan LPH UNFLOR Ende untuk secepat mungkin selesaikan persoalan ini, karena memang kami tidak menangani kasus di desa Meler saja, ada tiga desa yang kami tangani dan tentu kasus desa Meler tentu kami perioritaskan dulu,” tutup Joko. (Yhono Hande)