Beranda COVID-19 Rivan Riang : Bupati Perhatikan Nasib Mahasiswa Perantau

Rivan Riang : Bupati Perhatikan Nasib Mahasiswa Perantau

300
0
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com – Diberlakukannya Pembatasan Sosisl Berskala Besar (PSBB) di semua daerah membuat Mahasiswa Asal NTT terkhusus mahasiswa asal Manggarai terkena dampak dari PSBB ini, sehingga Rivan Riang salah satu Mahasiswa Manggarai meminta agar Pemerintah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat memperhatikan Mahasiswa perantau di Kota Makassar selama pandemi Covid-19.
Rivan Riang kepada Ranaka-News.com, melalui pesan WhatsApp pribadinya, Sabtu 9 Mei 2020 mengatakan Mahasiswa adalah salah satu yang terkena dampak dari Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19 ini. Terkhusus mahasiswa yang melanjutkan pendidikannya di luar daerah. Keresahan mahasiswa muncul ketika segala sesuatunya semakin terbatas, mulai dari  kebutuhan pokok hingga kebutuhan lainya.
“Kami mahasiswa perantau terkena dampak dari Covid-19 ini. Terkhusus mahasiswa asal Manggarai (Manggarai Raya, red). Dengan situasi ini segala sesuatu semakin terbatas hingga kepada kebutuhan pokok,” ungkapnya.
Rivan juga mengatakan, ditambah lagi dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat agar setiap daerah menerapkan PSBB dan tidak memperbolehkan adanya transportasi yang beroperasi, baik itu jalur laut maupun udara selama pandemi ini, sehingga memaksa diri untuk tidak pulang ke daerah masing-masing karena akses untuk pulang dibatasi.
“Kebijakan dari pemerintah pusat untuk menerapkan PSBB setiap daerah juga dari pemerintah daerah yang tidak memperbolehkan beroperasinya transpotasi masal baik itu jalur udara maupun laut. Memaksa kami perantau untuk tetap stay di daerah perantau (stay at home),” ujarnya pasrah.
Setelah pandemik ini berkelanjutan, lanjut Rivan, keresahan semakin tumbuh di tengah-tengah kehidupan mahasiswa perantau karena kurangnya amunisi untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya di karenakan macet kiriman dari orangtua.
Harapan satu-satunya adalah bantuan sosial dari Pemerintah Daerah tapi sampai sekarang belum ada skema bantuan yang secara jelas ditujukan kepada mahasiswa perantau. Pemerintah diharapkan tidak tutup mata terhadap nasip dari anak mahasiswa yang bagian dari masyarakat Manggarai itu juga.
“Pemerintah Manggarai (Manggarai Raya, red) perlu melihat fakta keadaan Mahasiswa perantau secara lebih cermat dan dengan kesadaran akan keberagaman. Karena itu pemerintah perlu melihat bahwa anak-anak yang kuliah di kota besar juga perlu di perhatikan. Sekali lagi, saya mau menegaskan bahwa seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai merupakan jalur pengaman sosial paling efektif dan terkelola untuk mahasiswa perantauan,” kata Rivan.
Mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial pada pandemi Covid-19 ini, sangat berharap perhatian dari pemerintah daerah terkait. Ditengah pandemi Covid-19 ini momentum untuk kita saling melengkapi dan tentunya dengan jiwa yang kolektifitas, yang harus dilakukan dalam perlakuan yang empatis dan harus melalui Kebijakan yang berasal dari pemahaman yang bagus atas situasi dan kondisi nyata di lapangan.
“Semoga Pemda ketiga Kabupaten di Manggarai membuka perhatiannya untuk kami mahasiswa perantau di Kota Makassar ini,” tutup Rivan. (Yhonono Hande/ Tim RN)