Beranda COVID-19 Realisasi Anggaran Covid-19, 299 KK Desa Batu Dapat BLT

Realisasi Anggaran Covid-19, 299 KK Desa Batu Dapat BLT

181
0
MAKKASAR, RANAKA-NEWS.com – Untuk pencegahan serta percepatan penanganan Corona Virus Disense (Covid-19), Pemerintah Desa Batu menganggarkan anggaran melalui rapat bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Batu, Kabupaten Alor sesuai instruksi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk warga masyarakat yang terkena dampak covid-19 dengan presentasi 30% dari seluruh anggaran sebesar Rp538.200.000 melalui Peraturan Kepala Desa (Perkades Nomor 1 Tahun 2020) Tanggal 20 April 2020.
Kepala Desa Batu Situti Noor saat dihubungi Ranaka-News.com menjelaskan bahwa anggaran dana desa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga masyarakat desa batu sudah melalui mekanisme rapat bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan teknis realisasi nya ada dua tahap yaitu, tahap pertama untuk bulan April-Mei dan tahap kedua untuk bulan Juni.
“iya kami sudah rapat bersama BPD dan sudah ditetapkan kepala keluarga yang mendapat BLT sebanyak 299 KK dengan realisasi hari ini (Sabtu, 09 Mei 2020) untuk tahap pertama”, tuturnya.
Saat ditanya apakah ada anggaran khusus dari pemerintah desa untuk warga masyarakat (pekerja dan Mahasiswa) yang di luar wilayah Alor maupun NTT, Kepala desa batu dua periode ini mengatakan bahwa belum ada anggaran dana desa batu dialokasikan untuk hal itu.
“Iya ini yang sementara ini ada bincang-bincang dari pemerintah kabupaten soal bantuan ke mahasiswa di luar daerah tapi sementara untuk dana desa belum dialokasikan, karena ini kami ada fokus ke masyarakat,” pungkasnya.
Situti Noor yang juga Ketua Satgas Covid-19 Desa Batu mengharapkan warga masyarakat agar selalu mengikuti himbauan Pemerintah dan Protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
“Semoga dengan dana BLT ini bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhan terkait dengan penyebaran virus ini”, harapnya.
Secara terpisah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Batu Ismail Wotu mengatakan bahwa teknis realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang seharusnya dilakukan ‘door to door’ namun atas pertimbangan sehingga diubah per wilayah atau kampung ke kampung dengan memperhatikan prosedur kesehatan.
“jadi untuk penyaluran BLT tahap pertama sudah final namun masih ada teriak-teriak di masyarakat dengan alasan belum tersentuh sehingga kami teruskan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan masyarakat yang berhak BLT”, pungkasnya.
Lanjut Ismail, terkait dengan masih ada yang teriak-teriak di masyarakat dengan alasan belum tersentuh, kami dari pemerintah desa baik BPD dan Kepala Desa akan berupaya untuk terus dan selalu mensosialisasikan kepada masyarakat karena pemahaman masyarakat terkait bantuan langsung tunai (BLT) sehingga tidak ada dampak buruk terhadap kinerja pemerintah desa.
“kami sebagai BPD selalu menampung aspirasi masyarakat desa batu dan disampaikan ke kepala desa untuk bagaimana mengambil solusi yang terbaik”, tegasnya.
“Kita juga berharap agar wabah pandemi ko apa barang ini cepat berakhir sudah supaya kita semua bisa beraktivitas kembali dengan normal”, tutupnya. (Markus Kari)