Beranda Daerah Bupati Niga Dapawole: Kita Harus Terima Dikatakan Sebagai Daerah Tertinggal

Bupati Niga Dapawole: Kita Harus Terima Dikatakan Sebagai Daerah Tertinggal

141
0
Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, ketika diruang rapat Kantor Bupati Sumba Barat Weekarau, Senin (11/5/2020).
WAIKABUBAK, RANAKA-NEWS.com – Kabupaten Sumba Barat ditetapkan sebagai salah satu daerah Tertinggal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu beradasarkan penetapan Pemerintah Pusat, dimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan 62 kabupaten sebagai daerah tertinggal periode 2020–2024. Jumlah ini menurun dari periode sebelumnya yang mencapai 122 kabupaten.
Diketahui untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ada 13 daerah yang masuk daerah tertinggal yakni: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Belu, Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Malaka. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal.
Hal ini juga di sampaikan oleh Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole kepada media ini, Senin (11/5/2020) di Kantor Bupati Sumba Barat, Weekarau.
Bupati Dapawole mengatakan, akan terus berupaya agar perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah. Juga akan terus membangun perekonomian masyarakat melalui hidup hemat.
“Jangan kita berkecil hati, kita harus berbangga menerima sebagai Kabupaten yang tertinggal. Pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya memajukan perekononmian masyarakat, SDM, prasarana pendukung kemajuan kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas dan kerakteristik daerah agar bisa keluar dari ketertinggalan ini,” ungkap Niga Dapawole. (YB)