Beranda Berita Kota Bank NTT Resmi Gunakan System Core Banking T24

Bank NTT Resmi Gunakan System Core Banking T24

153
0
Kiri, Dirum Bank NTT, Johanis Landu Praing, S.E., M.M.
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – System Core Banking yang baru bertajuk T24 Bank NTT telah resmi digunakan Bank NTT terhitung sejak Senin 11 Mei 2020.
“Langkah strategis ini menjadi fondasi transformasi teknologi Bank NTT untuk meningkatkan layanan perbankan yang dapat diakses nasabah maupun masyarakat dimana dan kapan saja,” demikian dijelaskan Direktur umum Bank NTT, Johanis Landu Praing, SE,MM kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Dikatakannya dengan T24, Bank NTT berharap semakin memperkuat Bank NTT sebagai salah satu Bank digital di Indonesia serta menjamin sistem informasi dan Teknologi (IT) dan ready for the future/siap menghadapi masa depan.
“Ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi Bank NTT karena peralihan System Care Banking dilakukan secara serentak di seluruh Kantor Cabang di Provinsi NTT dan Surabaya yang memiliki dua (2) hal perbedaan waktu. Hal ini merupakan migrasi big bang yang pertama kali dilakukan oleh Bank NTT serta dilakukan pada 250 Kantor Bank NTT,” jelas Johanis.
Ia menjelaskan bahwa penggantian sistem ini untuk meningkatkan pelayanan Bank NTT kepada nasabah terutama dalam hal proses otomasi, tata kelola dan pengamanan serta mempersiapkan Bank NTT menjadi Bank Devisa dan Bank yang siap menghadapi tantangan Indonesia 4.0 serta Bank NTT dapat menjadi Anchor Bank bagi pelaku Financial dan Fintech di Provinsi NTT.
“Bank NTT telah melakukan proses migrasi sistem ini selama delapan (8) bulan dengan tiga (3) tahapan yang mengikuti Best Praktice yakni Persiapan Sistem, Data Migrasi dan Go Live. Masing-masing tahapan tersebut telah dilakukan pengujian dan pengecekan data secara menyeluruh serta pelaksanaan Go Live dilakukan dengan sistem Downtime yang minimum yaitu hanya 8 jam,” katanya.
Ia menyebutkan, banyak peluang dan dampak positif terhadap perjalanan bisnis Bank NTT ke depan dengan System Core Banking yang baru ini. Perseroan semakin siap mengembangkan produk dan layanan digital serta memungkinkan terus memberikan inovasi dan solusi yang bukan hanya sesuai kebutuhan nasbah tetapi ‘Exceediting Customers needs’ (melebihi kebutuhan nasabah).
Selain itu, kata dia, Inisiatif ini juga mendorong upaya Bank NTT meningkatkan efisiensi guna memenangkan persaingan di Industri perbankan yang semakin ketat.
“Pencapaian yang sekaligus menjadi tonggak perubahan System Care Banking bank milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kota/Kabupaten di NTT ini, menjadi bukti konsistensi Bank NTT terus berinovasi sebagai komitmen untuk berperan dalam kancah perbankan nasional dan mengabdi pada negeri,” jelasnya.
Ditambahkan Johanis, Bank NTT menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Stakeholders atas dukungan yang telah diberikan sekaligus permohonan maaf kepada nasabah atas ketidak nyamanan selama berlangsungnya proses peningkatan layanan ini.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, menyampaikan dampak pandemi Covid-19 saat ini operasional Bank NTT tetap berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Dengan kondisi ini, kita terus melakukan kajian-kajian, pengelolaan Bank NTT sampai dengan hari ini pertumbuhan yang sangat positif.
“Jika optimis, maka akan terbuka sinergi demi kebaikan bersama semua pihak. Terlebih pemegang saham,” ujar Harry.
Lanjutnya, ini tantangan yang luar biasa. “Kami semua berkomitmen dan sepakat bekerja all out, bekerja dengan total, bekerja dengan ketulusan memohon pertolongan tuhan serta membangun sinergitas dari semua pihak. Kita membuka semua keleluasaan membangun agar kita mampu eksis, maka kita dapat pilihan untuk penguatan karyawan. Oleh karena itu,kami meminta semua pihak untuk bekerja total, menghasilkan yang terbaik bagi Bank NTT,” harapnya.
Kata dia, Direksi bukanlah orang-orang hebat. Kami bisa berdiri karena ditopang anggota-anggota lain. Kami membutuhkan team work untuk saling menopang, percaya, percaya saling membangun guna mengahadapi kondisi yang ada. Dengan optimisme dan profesionalisme, kami mempetaruhkan jabatan untuk mampu mempertanggungjawabkan target yang telah ditetapkan.
“Dengan pertolongan Tuhan dan membangun sinergitas dengan semua pihak agar peluang bisa kita capai bersama,” pungkas Harry. (MD)