Beranda Berita Kota Tambah 8 Pasien Positif Covid-19 di NTT Jadi 47 Orang

Tambah 8 Pasien Positif Covid-19 di NTT Jadi 47 Orang

244
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT mencapai 47 pasien hingga Jumat (15/5/2020).
Jumlah orang yang terinfeksi Coronavirus tipe 2 (SARS-CoV-2) itu bertambah 8 pasien dibandingkan data pada Kamis kemarin, yang masih 39 orang.
“Berdasarkan hasil Lab RSUD W.Z Yohanes Kupang, dari 46 sampel yang diperiksa, ada delapan (8) pasien positif. Rinciannya, empat (4) dari Kabupaten Sikka klaster KM Lambelu, tiga (3) dari Kota Kupang melalui transmisi lokal, satu (1) Kabupaten Sumba Timur, pasien Kupang dan Sumba Timur dirawat di RSUD W.Z yohanes Kupang dan RSUD Umbu Rara Meha di Waingapu. Sedangkan dari Sikka dirawat di RSUD Dr. TC. Hillers  Maumere,” ujar Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi M. Mere, M.Kes kepada pers di ruangan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jumat (15/5/2020) siang.
Lebih lanjut, Dokter Domi yang juga Sekretaris 1 gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT meminta masyarakat, baik masyarakat Kota Kupang secara khusus maupun daerah-daerah lainnya di NTT untuk mewaspadai kasus transmisi lokal Coronavirus baru atau Covid-19 yang mulai meningkat.
“Oleh karena eskalasi atau jumlah transmisi lokal sudah sangat serius maka pada kesempatan ini saya sampaikan wajib hukumnya siapa saja warga masyarakat yang ada di Kota Kupang dan daerah lainnya di NTT untuk selalu pakai masker apabila sedang keluar rumah atau di tempat umum serta tetap mentaati protokol kesehatan,” tegas Dokter Domi.
Transmisi lokal berarti penyebaran virus penyebab Covid-19 itu tidak lagi dari masyarakat luar ke kota/kabupaten tersebut, tetapi sudah dari masyarakat ke masyarakat lokal.
“Karena itu, dengan bertambahnya 8 kasus yang sudah terkonfirmasi positif, maka secara umum NTT sudah ada 47 kasus Covid-19, diantaranya 2 pasien dinyatakan sembuh dan 1 pasien meninggal, serta 44 masih dalam perawatan dan isolasi di rumah sakit,” tandas mantan Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.
Adapun rincian dari total 47 kasus Covid-19 dari beberapa kabupaten/kota di NTT (Jumat, 15 Mei 2020) sebagai berikut :
Kota Kupang : 14 kasus (2 dinyatakan sembuh, 1 meninggal dunia)
Kabupaten Manggarai Barat : 12 kasus
Kabupaten Sikka : 12 kasus
Kabupaten TTS : 2 kasus
Kabupaten Rote Ndao : 2 kasus
Kabupaten Sumba Timur : 2 kasus
Kabupaten Flores Timur : 1 kasus
Kabupaten Nagekeo : 1 kasus
Kabupaten Ende : 1 kasus
18 Mei, ASN Lingkup Pemprov NTT  Kembali Bekerja di Kantor
Di tempat yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatanan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan terhitung sejak Senin (18/5/2020) mendatang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT kembali bekerja di kantor masing-masing dan tidak lagi bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : BKD.840/30/Bid.IV-Kesra/2020 tentang Pengaktivan Kembali Aktivitas Pemerintahan, Pembangaunan, Pelayanan Kemasyarakatan Pada Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur, dimana dalam point1 1 berbunyi, “Mengaktifkan kembali semua aktivitas Pemerintahan, Pembangaunan, Pelayanan Kemasyarakatan sebagaimana mestinya mulai hari senin tanggal 18 Mei 2020 sampai Jika diperlukan, akan dilakukan evaluasi”.
“Pemerintah tidak hanya memfokuskan pada penanganan Covid-19, tetapi juga pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat NTT dan seluruh skenario pemerintahan dan tata kelola pembangunan di seluruh NTT harus tetap dilaksanakan,” jelas Marius, berargumen.
“Walaupun tanggal 18 Mei segala aktivitas pemerintahan dijalankan namun demikian protokol-protokol kesehatan tetap diprioritaskan dan diberi keleluasaan kepada Walikota Kupang serta Bupati se-NTT serta pimpinan perangkat daerah masing-masing untuk menerapkannya secara fleksibel dan akan terus selalu dievaluasi sebagaimana Surat Edaran ini dijalankan,” pungkas doktor penyuluh pertanian jebolan IPB Bogor.  (Alexander Leonardo Raditia/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)