Beranda Berita Kota Guru PNS Berbagi Kasih Kepada Guru Honorer

Guru PNS Berbagi Kasih Kepada Guru Honorer

223
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang gelar aksi sosial berbagi kasih pembagian sembako sebagai pesan moral Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kepada guru-guru dan pegawai honorer sebagai satu keluarga besar Dinas Pendidikan se-Kota Kupang di tengah ancaman Coronavirus (Covid-19). Berlangsung di Aula lantai 2 Kantor Dinas P dan K Kota Kupang, Rabu (13/5/2020).
Kabid Dikdas Kota Kupang, Oktovianus Naitboho dalam sambutannya mengatakan tujuan aksi sosial berbagi kasih pembagian sembako kali ini adalah bentuk kasih dan kepedulian Dinas Pendidikan Kota Kupang kepada semua guru-guru dan pegawai honorer se-Kota Kupang di tengah pandemik Covid-19.
“Sebagai keluarga besar Dinas Pendidikan, kita melakukan aksi sosial yang sasarannya kepada teman-teman guru honorer maupun pegawai honorer di lingkup Dinas Pendidikan,” ungkap Kabid Dikdas sekaligus sebagai ketua panitia aksi sosial berbagi sembako.
Dilanjutkan Okto, momentum Hardiknas (2 Mei 2020) lalu melihat kondisi di tengah pandemik Covid-19 maka tidak memungkinkannya di gelar upacara memperingati Hari Nasional. Namun bisa di ambil pesan moral dari Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara adalah kepada sesama civitas pendidikan saling membantu dengan melakukan aksi sosial berbagi kasih.
“Hardiknas (2 Mei 2020) lalu di tengah pandemik Covid-19 tidak memungkinkannya dilakukan upacara namun bisa diambil pesan moral dari Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, untuk kepada sesama civitas pendidikan dengan melakukan aksi sosial berbagi kasih juga partisipasi dari teman-teman guru ASN untuk membantu teman-teman guru non ASN maupun pegawai non ASN,” ungkapnya.
Menurut Okto tujuan daripada kegiatan aksi berbagi kasih ini adalah untuk memupuk persaudaraan, meningkatkan rasa kepedulian sebagai sesama warga civitas pendidikan baik guru ASN maupun guru non ASN.
“Perlu kami sampaikan, partisipasi spontan dari sukarela kurang lebih empat (4) ton beras terkumpul dan uang Rp13juta yang kemudian uang itu dikirimkan untuk membeli Sabun, Gula pasir, Minyak Goreng, dan Supermi,” jelas Okto.
Menurutnya, jumlah sasaran guru honorer yang menerima totalnya 428 orang atau 40% dari guru honorer yang ada di Kota Kupang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si mengatakan bahwa guru honor sangat penting sebagai penyanggah dan bukan pelengkap penderitaan.
“Guru honor ini menurut saya penyanggah. Ibaratnya rumah yang sudah mau roboh terus kemudian kita perhatikan, bayangkan  penyanggah ini kita lepas, rumahnya akan roboh. Jadi guru honor ini bukan pelengkap penderitaan semua, sehingga kita abaikan mereka, guru honor ini penting. Oleh karena itu, segala sesuatu yang bisa kita urus pasti kita urus untuk teman-teman,” jelas Dumul.
Terkait kenaikan Insentif Honorer, Dumul menegaskan bahwa akan dibahas setelah menuntaskan yang masih tertunda.
“Guru honor ini masih sekitar 400 Orang lebih, nah kami berharap kalau boleh tahun 2021 kita tuntaskan semua baru kita bisa bicara mau naik atau tidak. Jangan kita pikir diri, mari kita berpikir bahwa ada 1040 orang guru honorer yang perlu perhatikan,” tegas Dumul.
Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memiliki program prioritas selama Covid-19 ini.
“Ditengah-tengah Covid-19 ini, untuk Dinas Pendidikan kita punya beberapa prioritas yaitu, untuk tahun ini ada buku untuk siswa. Kita berharap mungkin dalam bulan ini, masuk sekolah ini semua sudah tuntas sehingga program ini bisa kita laksanakan pada saat masuk baru kita sudah bagikan,” pungkasnya.
Pendidikan jadi perhatian serius
Ketua Forum Guru Honorer Kota Kupang, Saka Nenosaban mengatakan, ada sesuatu yang luar biasa pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selama dua tahun terakhir ini.
“Dua (2) tahun terakhir ini ada sesuatu yang sangat luar biasa dengan Bapak Kadis Pendidikan dan Kebudayaan atau pengasuh ini. Bukan membandingkan tetapi dibanding dengan beberapa pemimpin sebelumnya ada jarak dengan kami, tetapi beliau agak sedikit berbeda, seperti bapak dan anak,” kata Saka.
“Saya juga menyampaikan terimakasih kepada Wali Kota Kupang yang sudah membawa perubahan untuk Guru Honor di Kota Kupang. Terima kasih kepada Pak Wali melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang membawa perubahan untuk kami, salah satunya insentif yang tahun ini di bayar setiap bulan,” ujar Saka.

Ditempat yang sama, Wali Kota kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,M.M.,M.H mengimbau kepada para guru honor untuk mendukung pemerintah memerangi wabah Covid-19 ini.
“Sebagai Pemerintah meminta dukungan dari Bapak/Ibu semua untuk tetap menjaga jarak, cuci tangan dan juga menggunakan Masker. Himbau kepada saudara-saudara kita, supaya jangan sering-sering keluar rumah, apalagi yang sering duduk-duduk di deker tidak jelas tiap malam baru pulang dan sebagainya,”ungkap Wali Kota.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Maudy J. Dengah mengapresiasi kegiatan berbagi kasih dan perhatian Pemkot Kupang untuk Dinas Pendidikan.
“Kami komisi IV DPRD Kota Kupang, kita siap mendukung guru-guru honor yang ada, sudah beberapa kali juga bersama teman-teman dari komisi dan kita bersama Dinas ada tatap muka dan rapat dengar pendapat dan itu sudah diakomodir oleh pemerintah. Yang tadi dikatakan bahwa masih kurang 400 Orang lebih itu kami akan berjuang kalau pemerintah usulkan maka kami akan berjuang. Memang di Dewan sana kita ada berbagai golongan partai tapi percayalah bahwa sebagai ketua komisi kami akan bekerja betul-betul untuk memperjuangkan apa yang merupakan kebutuhan dari guru honor,” jelas Maudy.
Maudy menambahkan kepada guru honor agar jangan takut dan kwatir tentang nasib mereka.
“Sebentar akan dibagikan bantuan dari dinas, saya percaya bahwa Bapak/Ibu tidak perlu takut, tidak perlu kwatir seperti kali lalu yang mengeluh bagaimana nasib kita, percayalah bahwa Pemerintah bersama DPR akan bekerjasama mendukung perjuangan daripada BapakMama semua,” tutup Maudy.
Hadir dalam aksi sosial pembagian Sembako ini, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M.,M.H, Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Maudy J. Dengah, ST, Kadis P dan K Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, dan guru-guru honor. (Eddy Amasanan/ Tim RN)