Beranda Bisnis BLK Provinsi Beri Pelatihan bagi Mereka yang Dirumahkan dari Tempat Kerja

BLK Provinsi Beri Pelatihan bagi Mereka yang Dirumahkan dari Tempat Kerja

298
0
BLK Provinsi Adakan Pelatihan Tanggap Covid-19 UPTD latihan Kerja, Selasa (19/5/2020).
KUPANG,RANAKA-NEWS.com- Dalam hal menanggapi Covid-19, Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan pelatihan kerja untuk mereka yang dirumahkan dari tempat kerja, di Balai Latihan kerja (BLK) provinsi NTT, selasa (19/5/2020).
Kegiatan yang mengusungkan tema ‘Pelatihan Tanggap Covid-19’ diselengarakan selama sepuluh (10) hari.

Turut hadir dalam pelatihan Kuliner tersebut, Komisi II DPRD Provinsi NTT bersama jajarannya delapan (8) orang yang melakukan kunjungan kerja di Dinas Tenaga Kerja Koperasi Transmigrasi khususnya BLK milik Pemerintah Provinsi.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTT, Drs. Kasimirus Kolo, M.Si menjelaskan bahwa tujuan kunjungan kerja yaitu untuk melihat kondisi BLK di tengah Covid-19.
“kujungan kami kesini untuk melihat kondisi BLK di tengah situasi Covid-19. Ternyata dalam kunjungan kami ada beberapa kegiatan yang masih di tunda pelaksanaannya terutama pelatihan-pelatihan karena memang pemerintah sementara melakukan refokusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 sehingga ada beberapa kegiatan yang di pending, tetapi masih ada kegiatan lain yang dilakukan yakni soal pelatihan memasak,” jelas Ketua Komisi II DPRD Provinsi itu.
Ia menambahkan, kegiatan pelatihan memasak ini dihadiri kurang lebih 16 orang peserta yang disiapkan BLK.
“ini ada kurang lebih 16 peserta mengikuti di bawah instruktur yang disiapkan BLK mereka melakukan pelatihan memasak, dan hasil masak mereka itu akan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,” terangnya.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi, Kasimirus Kolo mengharapkan agar kedepannya BLK terus melakukan kerja-kerjanya dengan program-program pelatihan agar bisa menciptakan SDM yang terampil.
“kita berharap agar kedepannya BLK terus melakukan kerja-kerjanya, melakukan program-program pelatihan agar supaya bisa menciptakan SDM yang terampil supaya menguasai teknologi dan ketrampilan tetapi juga mampu bersaing,” harapnya.
Sementara itu diwaktu yang sama, Aloisius Bria Seran, selaku instruktur pelatihan  menjelaskan tentang kunjungan kerja yang dilakukan Komisi II DPRD NTT terkait kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak BLK-Nakertrans Provinsi NTT.
“kunjungan yang dilakukan oleh Anggota DPRD Komisi II NTT itu mereka mau melihat lebih dekat tentang kegiatan yang diselenggarakan oleh BLK- Nakertrans Provinsi NTT untuk pelatihan tanggap Covid-19, mereka mau melihat langsung bagaimana tentang kegiatan yang dilakukan. Jadi kegiatan yang dilakukan itu adalah yang pertama teori, kita menyampaikan atau menjelaskan tentang bagaimana peran penting para pekerja restoran khususnya para cheff atau dalam bahasa indonesia cookie berperan untuk mengolah satu masakan yang enak, berkualitas, bermutu dan bergizi dan masakan yang standar higenisnya bagus. Yang kedua tentang skill, skill itu kita mengajari mereka bagaimana cara memotong bawang, memotong sayur yang baik. Cara mengolah daging itu menjadi stik, cara mengolah ayam goreng pandan,” jelas Aloisius.
Aloisius menambahkan tentang maksud dan tujuan yang diajarkan pada peserta pelatihan antara lain meningkatkan SDM dan Skill.
“Jadi yang kita ajarkan itu meningkatkan SDM dan meningkatkan skill sehingga mereka terjun kedalam dunia kerja, baik di hotel ternama maupun direstoran-restoran besar mereka sudah terbiasa dengan pekerjaan itu,” tandas Aloisius.
Lanjut dia, bahwa pelatihan ini membawahi tiga jenis instansi yakni Nakertrans, Pariwisata dan yang ketiga dinas koperasi atau perindustrian.
“Pelatihan ini membawahi tiga instansi, yang pertama Nakertrans sendiri di sektor ketenagakerjaan, jadi kita melatih para pekerja ini untuk punya SDM bagus dan skill yang bagus dan mereka mengerti persaingan kerja baik di dalam negeri ataupun di luar negeri, terlebih mereka yang mau bekerja di luar negeri itu setidak-tidaknya mereka harus tau tentang menjadi pekerja yang legal, pekerja yang resmi, harus punya paspor dan harus punya visa kerja yang resmi, harus mempunyai kompetensi untuk bersaing diluar negeri.
Yang kedua, itu adalah sektor parawisata karena kegiatan yang kita lakukan kuliner ini walaupun pelatihannya tanggap Covid-19 tetapi pelatihannya berhubungan dengan kuliner, nah kuliner itu bagian dari akomodasi wisata. Jadi kuliner itu bisa kita datakan wisata kuliner yang berhubungan dengan restoran yang berhubungan dengan persiapan minum pada tamu yang datang  demikian pun di hotel. Jadi menu itu kita latih mereka bagaimana mengelola masakan yang saya sebutkan tadi. Yang ketiga itu dinas koperasi atau perindustrian misalnya kita melatih, kita mengajarkan mereka bagaimana cara memberi harga pada suatu prodak makanan atau minuman yang kita lakukan,” katanya.
Sebelum mengakhiri, Aloisius Bria Seran menambahkan beberapa point terkait pelatihahan sebagaimana yang dimaksudkan diatas tentang nilai jual dan manfaat dalam kegiatan ini.
“Berhubungan dengan nilai perindustrian atau koperasi ada nilai jualnya, nilai jual dari barang-barang ini secara tidak langsung kita membantu instansi atau dinas perindustrian untuk memberikan manfaat ekonomi dalam kegiatan ini. Jadi kegiatan ketenagakerjaan kita memberi pelatihan kepada tenaga kerja, pencari kerja untuk SDM dan skillnya hebat. Yang berikut kita juga mendukung sektor parawisata di dunia kuliner, dunia parawisata. kita mendukung perindustrian untuk pertumbuhan ekonomi,” tutup Aloisius Bria Seran.(Nufri Naisusu)