Beranda Berita Kota Penyaluran BLT di Desa Compang Deru Ngawur, Masyarakat Sebut BLT “Bantuan Lelo...

Penyaluran BLT di Desa Compang Deru Ngawur, Masyarakat Sebut BLT “Bantuan Lelo Tara”

166
0

 

 
MANGGGARAI TIMUR, RANAKA-NEWS.Com- Penyaluran Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Compang Deru, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur Diduga Ngawur. 
 
Pasalnya pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut diberikan kepada warga masyarakat Desa Compang Deru yang belum memiliki Nomor Induk Keluarga (NIK). 
 
Diketahui dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut bersumber dari Dana Desa Tahun anggaran 2020. 
 
Sala satu warga desa compang deru PL, saat berjumpa dengan Ranaka-News.com dikediamanya mengatakan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat desa compang deru telah disalurkan kepada masyarakat beberapa hari lalu. Ia merasa pemerintah desa tidak adil dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai ini, khususnya saya merasa dibeda-bedakan dalam hal bantuan apapun.
 
Saya tidak menerima PKH, KIP, BPNP, dan bantuan sosial lainya, namun saya tidak menerima BLT yang baru saja disalurkan oleh pemerintah, oleh karena itu saya sebut BLT bukan Bantuan Langsung Tunai melainkan Bantuan Lelo Tara” artinya bahwa bantuan yang diberikan kepada masyarakat bukan untuk masyarakat miskin tapi untuk keluarga kepala desa.
 
“(Pak, Poli tiba seng BLT ce desa dami ge, minggu olo, hemong laku tanggal ga, aneh lite ga seng BLT situ toe manga jelas teing agu roeng, tara toe jelas tae daku pak) Pak sudah terima uang BLT di kami punya desa minggu lalu, saya lupa tanggalnya, anehnya pak uang BLT itu tidak jelas diberikan kepada masyarakat pak“, ujarnya.
 
“(Pak seng situ teing agu ata toe manga kartu keluarga, eme denge lami aturan tiba BLT situ harus manga kartu keluarga, itu ata aneh menurut hami e om) uang BLT itu diberikan kepada masyarakat yang belum memiliki nomor NIK (Nomor Induk Keluarga), kalau saya dengar aturanya BLT tersebut diberikan kepada keluarga yang miliki NIK, saya yang punya Nik diabaikan, itu yang anehnya pak”, terangnya.
 
“(Eme ce.e desa dami satu kk Rp. 900.000, tapi manga kin ata teing musi mai lise iwor, toe manga teing cama agu lawa do) Kalau di kami punya desa Satu KK Rp.900.000  tapi yang anehnya Masih ada yang kasi dari belakang tidak di kasi didepan orang banyak”, tambanya.
 
“Kami minta pemerintah daerah kabupaten manggarai timur khususnya dinas terkait agar segera mengecek ulang nama-nama yang merupakan penerima bantuan langsung tunai di Desa Compang Deru”, tutupnya. 
 
Hal senada disampaikan sala satu warga masyarakat Desa Compang Deru, OK, saat berjumpa dengan media ini di kediaman pribadinya senin, 25 mei 2020 siang.
 
Ia menjelaskan dirinya mengeluh karena tak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun dirinya menanyakan sasaran sevenarnya yang bersumber dari dana desa.
 
“Pak, saya heran kok yang tidak punya nomor kartu keluarga terima BLT, kalau memang aturanya seperti itu berarti saya juga harus dapat. ada apa sebenarnya yang sedang dipermainkan pak kades”, ungkapnya.
 
Lanjut Dia, lebih anehnya lagi anak dari adik kandungnya kades compang deru berjumlah dua orang tanpa ada nomor NIK terima dana BLT. Kalau memang aturannya seperti itu, kata Dia, saya juga harus terima dong. Kok mereka terima sementara saya tidak. 
 
Hingga berita ini diturunkan kepala Desa (Kades) Compang Deru belum beehasil dikonfirmasi. (JWN).