Beranda Berita Kota Mei 2020 NTT Mengalami Inflasi 0,12 Persen

Mei 2020 NTT Mengalami Inflasi 0,12 Persen

201
0
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si.
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Mei 2020, Tiga (3) Kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,92.
Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, Kota Maumere mengalami Deflasi sebesar 0,05 persen dan Kota Waingapu mengalami inflasi sebesar 0,06 persen.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, saat membacakan Press Release BPS melalui Live streaming di akun YouTube Humas BPS NTT, Selasa (2/6/2020).
“Inflasi Mei 2020 di NTT terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada Delapan (8) dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok transportasi yang naik sebesar 3,47 persen,” kata Darwis.
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) ditingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukan pergerakan dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.
Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok transportasi yang naik sebesar 3,47 persen, diikuti oleh naiknya  indeks harga kelompok perawatan pribadi  dan jasa lainnya  sebesar 0,63 persen.
“Pada bulan Mei 2020 Provinsi NTT mengalami  inflasi sebesar  0,12 persen, searah  dengan yang terjadi  pada tahun sebelumnya yaitu bulan Mei 2019 dimana Provinsi NTT mengalami inflasi sebesar 0,30 persen. Inflasi Mei 2020 lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Mei 2019,” kata Darwis.
Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil inflasi di Kota Kupang  Mei 2020 antara lain naiknya tarif angkutan udara, cabai rawit, daun singkong,  gula pasir, ikan teri, pepaya muda,  bunga pepaya, kentang, bawang merah, dan daging ayam ras.
Sedangkan  komoditas utama yang menghambat  inflasi Kota Kupang antaralain turunya harga ikan kembung, wortel, tomat, kangkung, bawang putih, bayam, ikan tembang, telur ayam ras,sawi putih,dan cabai merah.
Lanjutnya, Perkembangan Harga Barang dan Jasa  di Kota Maumere. Berdasarkan  hasil penghitungan IHK, pada bulan Mei 2020, Kota Maumere  mengalami Deflasi sebesar 0,05 persen, atau terjadi penurunan  IHK dari 103, 36 pada bulan  April 2020 menjadi  103,31 pada Mei 2020.
“Pemicu Deflasi bulan Mei 2020 di Kota Maumere adalah karena penurunan Indeks harga pada Tiga (3) dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,59 persen diikuti oleh kelompok pakian dan alas kaki sebesar -0,09 persen,” jelas Darwis.
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan  deflasi Kota Maumere bulan Mei 2020 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau  dengan andil sebesar -0, 22 persen.
Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil deflasi di Kota Maumere pada Mei 2020 antaralain adalah turunnya harga ikan tuna, bawang putih, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, sawi hijau, wortel, daging ayam ras, daging babi, dan cabai merah.
Sedangkan komoditas utama yang menghambat deflasi antaralain naiknya harga ikan selar, tarif angutan udara, bawang merah, ikan layang, emas perhiasan, bayam, kangkung, ayam hidup, pisang, dan ikan kakap merah.
Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Waingapu. Berdasarkan hasil penghitungan IHK, pada bulan Mei 2020, Kota  Waingapu mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 104, 95 pada bulan  April 2020 menjadi 105,01 pada Mei 2020.
“Pemicu inflasi bulan Mei 2020 di Kota Waingapu adalah karena kenaikan indeks harga pada Enam (6) dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 5,96 persen diikuti oleh kelompok kesehatan sebesar 0,95 persen,” jelas Darwis.
Kelompok pengeluaran  yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan inflasi Kota Waingapu bulan Mei 2020 adalah kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya dengan andil sebesar 0,09 persen.
Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil inflasi di Kota Waingapu pada Mei 2020 antaralain naiknya harga bawang merah, daging ayam ras, daging babi, ikan kembung, daun singkong, kopi bubuk, buku tulis bergaris, angkutan udara.
Ia menambahkan pada Mei 2020, dari 90 Kota sampel  IHK Nasional, 67 Kota mengalami  inflasi dan 23 kota mengalami deflasi.
“Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung  pandan sebesar 1,20 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung  Pinang, Bogor, Madiun, sebesar 0,01 persen.
Sedangkan  deflasi terbesar terjadi di Kota Luwuk sebesar 0,39 persen dan deflasi terendah  terjadi di Kota  Manado sebesar 0,01 persen,” pungkas Darwis. (MD)