Beranda COVID-19 Relawan Satu Darah Alor Salurkan 62 Paket Sembako

Relawan Satu Darah Alor Salurkan 62 Paket Sembako

211
0
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com – Relawan Satu Darah Alor menyalurkan bantuan sembako kepada warga masyarakat Alor di Kota Makassar yang membutuhkan. Warga masyarakat Alor yang menerima sembako terdiri dari mahasiswa dan para pekerja yang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun yang dirumahkan serta pemotongan gaji oleh perusahaan, Minggu (7/6/2020).
Ketua Relawan Satu Darah Alor, Thomas E. Lakasoma kepada Ranaka-News.com mengatakan dari hasil donasi yang kami terima dari Pemerintah Kota Makassar, Yayasan Sosial PT PLN (Persero) wilayah SULSELRABAR, PT MUT ENGINEERING dan juga Bapak-Ibu yang turut memberikan sumbangan telah kami salurkan kepada yang berhak mendapatkan.
“Kita sudah menyalurkan bantuan sembako, ada sekitar 62 paket sembako yang kami berikan kepada para pekerja maupun mahasiswa. Kami berharap bantuan yang ada, dapat bermanfaat untuk kebutuhan Bapak/Ibu basudara semua para perantau,” tutur Thomas.
Lanjutnya, untuk bantuan tunai yang kami terima juga direalisasi dengan membeli sembako dan juga diberikan kepada para pekerja yang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan dan hingga sampai hari ini belum menemukan pekerjaan baru.
“Yang kami temukan ada 1 kepala keluarga yang di PHK tanpa pesangon dan sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan baru sehingga kami memutuskan untuk memberikan sembako dan tambahan berupa uang tunai,” ungkapnya.
“Kami juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar mari kita mencintai kampung halaman kita dengan mengikuti anjuran pemerintah,” harapnya.
Konstantin Kari, salah satu warga masyarakat Alor yang menerima bantuan sembako kepada Ranaka-News.com mengatakan kami sekeluarga sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh keluarga Satu Darah Alor.
“Terima Kasih atas bantuan yang diberikan kepada keluarga kami. Bahwa ternyata keluarga Satu Darah Alor mempunyai semangat dan mempunyai hati untuk membantu saudara-saudari yang kekurangan serta mempunyai sifat moral yang sangat tinggi,” pungkasnya. (Markus Kari)