Beranda COVID-19 Bantu Warga Miskin, Pemdes Welu Berikan BLT-DD

Bantu Warga Miskin, Pemdes Welu Berikan BLT-DD

139
0
Pemdes Welu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai saat memberikan BLT -DD ke-133 KK, Jumat (12/6/2020).
RUTENG, RANAKA-NEWS.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Welu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) ke-133 Kepala Keluarga (KK) miskin dan terkena dampak wabah Coronavirus Tahun Anggaran 2020.
Pantauan Media, Jumat 12 Juni 2020, pembagian BLT Dana Desa di desa tersebut di pimpin langsung oleh PJs Desa Welu, Kanisius Adirman dan dilakukan di setiap dusun yakni Dusun Welu, Dusun Kujang, Dusun Rangat dan Dusun Toak.
Hal tersebut demi menjaga protokol kesehatan meski sudah memasuki New Normal atau penormalan kembali selama masa Pandemi Coronavirus.
Penjabat sementara (PJs) desa Welu, Kanisius Adirman di depan masyarakat menyampaikan bahwa, bantuan tersebut sebagai bentuk pemerintah pusat yang didistribusikan melalui pemerintah Desa Welu.
Ia juga mengatakan semua nama yang terakomodir dalam bantuan tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi oleh tim gugus tugas yang bekerja selama tiga (3) bulan.
“133 KK ini merupakan orang yang tidak mendapat bantuan lain seperti PKH, BPNT, BST, non PNS, dan bukan tenaga kontrak daerah. Penetapan 133 KK ini juga ditetapkan melalui musyawarah bersama pada tanggal 28 Mei 2020,” ujar Kanisius.
PJs Desa Welu juga meminta agar masyarakat menggunakan BLT tersebut secara tepat. Ia juga meminta agar masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah.
“Bantuan dari pemerintah ini diberikan untuk membantu kebutuhan hidup kita. Jadi jangan dipakai untuk hal yang tidak penting,” lanjut Kanisius.
Salah seorang penerima bantuan, Yuliana Remen, warga Desa Welu, Dusun Welu menuturkan bahwa BLT Dana Desa yang diterima sangat membantu ekonomi keluarganya. Sebab suami Yuliana sudah di PHK dari tempat kerja di Kota Ruteng akibat Pandemi Coronavirus.
“Saya Sangat bersyukur karena ada bantuan ini. Suami saya sudah tidak bekerja lagi di Kota Ruteng. Dampak paling terasa selama Pandemi ini adalah ekonomi,” ujar Yuliana kepada wartawan. (Yhono Hande)