Beranda COVID-19 Pemda Matim Berikan Bansos Untuk Mahasiswa Terdampak Covid-19 dari Dana APBD

Pemda Matim Berikan Bansos Untuk Mahasiswa Terdampak Covid-19 dari Dana APBD

110
0
Pemda Matim memberikan Bansos Bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19, Jumat (12/6/2020)
BORONG, RANAKA-NEWS.com – Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andres, SH,M.Hum dan Wakil Bupati, Drs. Jaghur Stefanus yang didampingi oleh Ketua DPRD Matim, Yeremias Dupa, Wakil Ketua II DPRD Matim, Damu Damianus, dan Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, SH, mengadakan Launching pemberian Bantuan Sosial (Bansos) bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manggarai Timur Tahun Anggaran 2020.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Balus Permai, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, Jumat (12/6/2020).
Bupati Matim, Agas Andreas, SH,M.Hum dalam sambutannya menjelaskan, sejak merebaknya kasus pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia, banyak dampak yang dirasakan masyarakat pada hampir semua aspek kehidupan antara lain kesehatan, ekonomi, pelayanan masyarakat, sosial budaya maupun pendidikan.
Sejak awal, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur berkomitmen dan konsisten untuk hadir ditengah masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dan penanganan dampaknya.
“Kegiatan hari ini adalah kegiatan penanganan salah satu dampak Covid-19 yang dialami orang tua mahasiswa. Orang tua kesulitan untuk membiaya pendidikan anak-anaknya yang ada dibangku kuliah,” jelasnya.
Bupati Matim menyatakan bahwa, kita harus bangga dan bersyukur karena sampai saat ini Manggarai Timur masih masuk dalam kategori zona hijau dan kita berharap kondisi ini tidak berubah. Tentu saja dengan kerja keras dan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pemerintah.
“Pemda memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu keseluruhan proses sejak awal pendataan sampai dengan terselenggaranya kegiatan pada hari ini, khususnya kepada Kepala Desa Balus Permai, Kecamatan Borong dan Lurah Golo Wangkung, Kecamatan Sambi Rampas. Dua desa ini memberikan data yang cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat,” tutur Bupati.
Disampaikan bahwa, jumlah mahasiswa yang terdata dari Desa Balus Permai sebanyak 98 orang, yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan sebanyak 81 orang, sedangkan 11 orang belum memiliki nomor rekening, dan terdapat 6 mahasiswa yang nomor rekening tidak sesuai dengan nama.
Untuk Kelurahan Golo Wangkung jumlah mahasiswa yang terdata sebanyak 37 orang, yang belum ada nomor rekening 2 orang.
Kata Bupati Matim, mahasiswa yang telah memenuhi syarat mendapatkan bantuan dana sebesar 1 juta rupiah perorang yang langsung dikirimkan kerekening masing-masing. Selanjutnya mahasiswa yang sudah terdata namun belum memenuhi persyaratan akan masuk dalam daftar susulan.
Untuk itu diminta kepada mahasiswa, orang tua mahasiswa dan aparat Desa/Kelurahan untuk membantu melengkapi dan atau memperbaiki data yang ada. Sedangkan desa dan kelurahan  lainnya di Manggarai Timur untuk segera melengkapi persyaratan sesuai ketentuan yang ada sehingga secepatnya proses pentransferan dana bantuan mahasiswa dapat dilaksanakan, demikian ditekankan Bupati.
Adapun persyaratan terkait bantuan mahasiswa yang harus dipenuhi diantaranya; orang tua mahasiswa adalah warga Manggarai Timur yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga atau KTP Orang tua, Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Aktif Kuliah dari kampus atau surat pernyataan orang tua/wali, bahwa mahasiswa tersebut adalah benar anaknya atau walinya dan terakhir nomor rekening mahasiswa atas namanya sendiri.
“Bapak/Ibu harus tahu bahwa ini diberikan secara bertahap kepada mahasiswa yang memenuhi syarat melalui rekening mereka masing-masing dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Manggarai Timur Tahun Anggaran 2020,” kata Bupati Matim.
Dikatakannya, launching penyerahan bantuan kepada mahasiswa merupakan bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terus berupaya memberi kontribusi dan berkomitmen memberi yang terbaik pada bidang pendidikan sebagai salah satu dasar bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Manggarai Timur.
“Saya minta kepada adik-adik mahasiswa melalui orang tua, untuk terus semangat dalam belajar dan mengembangkan diri. Manggarai Timur ke depan ada ditangan mereka. Ciptakan situasi aman dalam masyarakat. Ini merupakan kontribusi yang berarti bagi pembangunan daerah. Kami berharap mahasiswa jangan menjadi penghambat pembangunan, jangan menimbulkan kecemasan dan konflik dalam masyarakat. Manggarai Timur adalah milik kita bersama,” pungkasnya.
Terpantau, turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua TP-PKK Matim, Ny. Theresia Wisang Agas dan Wakil Ketua TP-PKK Matim, Ibu Aleksandrina Anggal, Kadis Pol PP Matim, Yohanes Syukur, Kadis Kominfo Matim, Bonefasius Sai, Kadis Perhubungan Matim, Gaspar Nanggar dan Kadis Koperindag Matim, Fransiskus Malas, Kadis Nakertrans Matim, Afridus Jahang, Kepala Desa Balus Permai, Albertus Jehaman, Camat Borong, Maria A. Yarini Gagu, para Staf Ahli Bupati dan para Asisten Sekda Matim. (Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Manggarai Timur)