Beranda Berita Kota New Normal, Semi Ndolu Imbau ASN Berkantor Seperti Biasa

New Normal, Semi Ndolu Imbau ASN Berkantor Seperti Biasa

245
0
Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 37 tertanggal 10 Juni 2020 yang ditanda tangani oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) prihal himbauan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov NTT terkait beraktivitas dikantor seperti biasa.
Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd mengimbau kepada para guru dan pegawai tata usaha untuk berkantor seperti biasa dengan menerapkan prosedur Covid-19.
“Sekalipun para siswa belum masuk sekolah serta proses pembelajaran belum dimulai, sebagai ASN, saya mengharapkan kepada para guru dan pegawai tata usaha untuk berkantor seperti biasa dengan menerapkan prosedur Covid-19, kemudian absensi baik manual maupun elektronik, kita gunakan seperti biasa,” tegasnya saat ditemui wartawan media ini di Aula Ruang Rapat Kantor SMKN 4 Kupang, Senin (15/6/2020).
Ia juga menyampaikan persiapan dalam menghadapi New Normal, terutama prosedur protokol kesehatan.
“Kami (SMKN 4 Kupang) sudah siapkan instalasi, penyediaan air cuci tangan, hand sanitizer, sabun cuci tangan, thermogun dan lain-lain yang berkaitan dengan Alat Pelindung Diri atau ADP,” katanya. “Jadi kapan pun pemerintah mengijinkan sekolah mulai dibuka yang artinya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, kami sudah siap!,” ungkapnya.
Selain itu, Semi juga menegaskan pentingnya mengedukasi siswa sehingga mereka bisa menjaga diri dengan menggunakan masker dan lain-lain ketika berkomunikasi dengan rekan-rekannya ataupun pihak lain.
Ia juga menambahkan bahwa telah melakukan rapat bersama dewan guru dalam rangka penetapan kriteria kenaikan kelas.
“Tadi pagi, saya melaksanakan rapat bersama dewan guru, dan dewan guru telah menetapkan kriteria yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan oleh kepala sekolah sebagai acuan prihal penilaian bagi para guru untuk menentukan siswa yang naik kelas dan siswa yang tidak naik kelas, tentu itu berdasarkan kriteria yang telah disepakati!,” tuturnya.
Sedangkan untuk penyerahan Rapor, Semi menerangkan bahwa sekolah berpedoman pada surat edaran dinas.
“Merujuk surat edaran dari dinas, diberi dua opsi, yang pertama adalah tidak menghadirkan siswa ke sekolah untuk berkumpul mengambil rapor, yang kedua, menggunakan jasa pengiriman. Oleh karena itu, kami memilih opsi yang pertama, tidak menghadirkan orang tua atau siswa mengambil rapor tetapi wali kelas langsung mendatangi alamat rumah masing-masing siswa, tentunya terlebih dahulu membuat pemberitahuan kepada siswa yang akan didatangi, sehingga mereka siap menunggu,” terangnya.
Menurutnya, ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk merekam masukan dari orang tua dan juga siswa terkait permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar.
“Dalam hal ini, wali kelas menjadi duta dari sekolah, untuk sekaligus mendapatkan input atau masukan dari orangtua siswa terkait dengan kondisi mereka, terkait dengan kendala-kendala yang mereka alami selama masa pandemi Covid-19 dalam mengikuti pembelajaran secara daring. Itulah yang nanti kita jadikan sebagai masukan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan-kebijakan di tahun ajaran yang baru,” jelasnya. “Jadi bukan sekedar antar rapor, tetapi kita mau merekap semua masukan-masukan dari orangtua siswa untuk pengembangan lebih lanjut,” katanya.
Semi juga menyampaikan bahwa dari 600 siswa, sekolah belum memutuskan jumlah siswa yang naik dan tidak naik kelas.
“Sesuai surat edaran dari dinas, tanggal 20 Juni mulai pembagian rapor. Oleh karena itu, tanggal 18 juni sekolah akan mengadakan rapat untuk menetapkan siswa yang naik dan siswa yang bisa saja tidak naik kelas,” tukasnya.
Ketika ditanya terkait penerimaan siswa baru, Semi menegaskan bahwa belum menerima juknis dari dinas.
“Saya perlu sampaikan bahwa, sampai dengan saat ini belum ada juknisnya, sehingga saya belum berani  untuk mempublikasikan tanggal pastinya,” ucapnya. “Kita tetap menunggu juknis dari dinas manakala juknisnya sudah ada, pasti kita akan mempublikasikannya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dirinya mengapresiasi salah satu wali kelas yang stand by di sekolah untuk melayani siswa yang mengikuti ujian Offline.
“Berinisiatif mengantarkan soal ujian ke rumah siswa dan mengambil lagi jawaban ujian yang siswa sudah kerja, itu sangat luar biasa!,” tutupnya.

Laporan : Tim RN

Editor : Vincent Ngara