Beranda Berita Kota Hindari Perkumpulan di Sekolah, Guru SMKN 4 Kupang Bagi Rapor ke Rumah...

Hindari Perkumpulan di Sekolah, Guru SMKN 4 Kupang Bagi Rapor ke Rumah Siswa

281
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Berakhirnya Tahun Ajaran pada jenjang pendidikan formal selalu ditandai dengan adanya penerimaan Laporan Hasil belajar siswa atau Rapor yang biasanya dilakukan dengan mekanisme undangan penerimaan rapor dari pihak sekolah kepada orang tua/wali siswa untuk hadir di sekolah. Namun, khusus Tahun Ajaran 2019/2020 ini terdapat fenomena yang berbeda dalam hal pembagian rapor.
Salah satu Kepala Sekolah kejuruan terkemuka di Kota Kupang, yakni SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd saat diwawancarai oleh wartawan media ini disela-sela pelaksanaan pembagian rapor pada Sabtu, 20 Juni 2020, mengatakan, berdasarkan surat edaran ke-6 dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 422/1704/PK/2020 tanggal 28 mei 2020 yang lalu. Pada point 2 ditegaskan bahwa pembagian rapor dilaksanakan pada hari ini tanggal 20 Juni 2020, dan pada poin 4 terkait mekanisme pembagian rapor dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yakni : menggunakan jasa pengiriman atau diantar langsung ke rumah siswa.

“Kami memilih opsi yang kedua yakni diantar langsung oleh setiap wali kelas ke rumah masing-masing siswa dengan tetap berpedoman pada protokol Covid-19. Siswa yang menunggu di rumah menggunakan pakaian seragam,” tutur Semi.

Ia mengatakan, kebijakan itu dimaksud untuk menyelamatkan anak-anak dari kerumunan orang dalam skala besar. Menghindari kerumunan merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd
Semi Ndolu, selaku Kepala Sekolah menyampaikan alasan lebih memilih opsi tersebut agar wali kelas sebagai duta sekolah tidak sekedar mengantar rapor tetapi juga sekaligus mengidentifikasi keadaaan siswa selama pandemi Covid-19 ini sekaligus sebagai ajang silahturahmi dengan orang tua siswa dan pemberian semangat belajar bagi siswa.
“Jadi kami sudah putuskan hal ini pada rapat kenaikan kelas pada tanggal 15 Juni lalu, karena saya memandang penting untuk identifikasi keadaan siswa di rumah selama pandemi ini sebagai dasar pengambilan kebijakan terkait metode pembelajaran di tahun ajaran yang baru nanti,” kata Semi.
Lanjutnya, terkait kebijakan keringanan biaya komite, Semi menjelaskan bahwa sebelum adanya surat edaran dari Sekda NTT, pihaknya telah berkonsultasi dengan pengurus komite pada tanggal 15 Mei 2020 lalu untuk adanya pemotongan sumbangan komite yang menjadi kewajiban siswa.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan pengurus komite pada tanggal 15 Mei yang lalu dan kami sepakat untuk melakukan relaksasi pembiayaan komite sekolah selama 3 (tiga) bulan yakni terhitung mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2020. Sehingga total biaya yang diringankan kurang lebih sebesar Rp108.000.000; Ini merupakan bentuk keprihatinan kami bagi orangtua dan siswa di tengah pandemi Covid-19 ini,” ucap Semi.
Semi juga berharap semoga perhatian ini dimanfaatkan oleh siswa untuk terus belajar dari rumah dengan mengerjakan tugas-tugas serta pembimbingan secara daring dari para guru.

Sementara itu, salah satu orangtua siswa, Leonard Djara Kore, orangtua dari siswa Desi Ratna Kore, mengakui bahwa dirinya sangat senang dan bangga atas kunjungan dan perhatian dari pihak sekolah.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak sekolah SMKN 4 Kupang, perjuangan anak saya selama 3 (tiga) tahun tidak sia-sia, namun kini sudah membuahkan hasil atau lulus. Semoga SMKN 4 Kupang semakin sukses kedepannya,” ucap Leonard Kore. (MD)