Beranda Berita Kota BNNK Kupang Mengamankan Salah Satu Oknum Anggota DPRD Atas Penggunaan Narkoba

BNNK Kupang Mengamankan Salah Satu Oknum Anggota DPRD Atas Penggunaan Narkoba

212
0
Kepala BNNK Kupang, Lino Do Rosario Pereira, SH. saat Jumpa Pers bersama awak media. Senin (22/6/2020).
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berinisial IFT (laki-laki, 37 tahun) dan AHP (perempuan, 26 tahun) berhasil diringkus oleh tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT dan Kota Kupang digerebek saat pesta narkotika disalah satu hotel di Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 16 Juni 2020, sekitar pukul 23.45 WITA.
Demikian disampaikan Kepala BNN Kota Kupang, Lino Do Rosario Pereira, SH. saat Jumpa Pers kepada awak media, di Kantor BNN Kota Kupang, Senin (22/6/2020).
Ia mengungkapkan bahwa IFT digerebek saat hendak pesta narkotika. “Setelah pemeriksaan dan penyelidikan diperpanjang 6×24 jam, ditemukan IFT tidak cukup bukti dan dikategorikan sebagai penyalahguna. Kita sudah assesment di klinik rehabilitasi atau rawat jalan sebanyak 5 (lima) kali,” ungkap Lino.
Namun kata Lino, dari hasil pemeriksaan urine, IFT positif memakai narkotika. “Dua minggu sebelumnya sudah menggunakan narkoba pada saat penggeledahan sedang dikamar. Makanya kita rehabilitasi,” terangnya.
Sebelumnya, tim gabungan BNN Provinsi NTT dan Kota Kupang, memperoleh informasi dari masyarakat bahwa akan ada yang menggunakan  narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kota Kupang. Berdasarkan Informasi tersebut, pada Selasa, 16 Juni 2020 sekitar pukul 18.00 WITA, Tim melakukan  pemantauan terhadap target dengan inisial IFT (laki-laki, 37 tahun) yang berprofesi sebagai anggota DPRD dan AHP (perempuan, 26 tahun), beserta IEL ( laki-laki, 29 tahun)  bersama temannya  DL ( perempuan, 19 tahun) yang diduga akan menggunakan narkotika di hotel tersebut.
Kemudian Tim membuntuti target, dan setibanya di lokasi, Tim langsung melakukan penggeledahan ke dalam kamar hotel dan tidak ditemukan barang bukti, sehingga Tim melakukan pemeriksaan urine terhadap keempat orang tersebut dan diperoleh hasil positif methamfetamine/sabu-sabu atas inisial IFT dan AHP, sedangkan IEL bersama DL hasil urinenya negatif.
Selanjutnya keempat orang ini diamankan ke Kantor BNN Kota Kupang, guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut dalam pengungkapan barang bukti. IFT dan  AHP yang dinyatakan positif adalah penyalahguna.
 Dalam penyelidikan dan pengembangan  tidak ditemukan  barang bukti sehingga  setelah 6x24jam IFT dan AHP dikembalikan ke pihak keluarga. Dan selanjutnya  akan ditangani  Seksi Rehabilitasi BNN Kota Kupang untuk dilakukan asesment medis atas penggunaan narkotika jenis sabu-sabu.
Sedangkan IEL dan DL yang dinyatakan negatif, setelah 1×24 jam, kedua orang tersebut dikembalikan ke pihak keluarganya.
Hasil pengembangan pengungkapan barang bukti oleh Penyidik BNN atas IFT dan AHP yang dinyatakan positif, tidak ditemukan barang bukti sehingga pada Minggu, 21 juni 2020, IFT dan AHP dibebaskan, namun tetap wajib mengikuti program rehabilitasi  di BNN Kota Kupang.
Menurutnya, berdasarkan pengembangan yang dilakukan, hasil positif tersebut menunjukan mereka  menggunakan narkoba dalam beberapa waktu belakangan.
Ia menambahkan, narkotika jenis sabu itu diperoleh AHP dari luar NTT melalui pengiriman udara. “AHP yang datangkan sabu, dipesan dari Jakarta,” kata Lino.
Sementara, penyidik BNN, Bung Kalendi Wawu, S.H. menyampaikan bahwa pihaknya terlambat memperoleh informasi. “Orang tersebut, sudah beberapa hari lalu menggunakan narkotika,”ungkapnya.
Saat ditangkap di dalam kamar hotel, lanjut Bung Kalendi, mereka sementara menonton televisi. “Tidak ada indikasi menggunakan narkotika,” terangnya.
 Dari hasil penggeledahan kata dia, tidak ditemukan benda-benda yang mengarah  terkait penggunaan narkotika. (MD)