Beranda Nasional Hari Anti Narkotika Internasional 2020, Teguh Wahyudi: Musuh Negara, Musuh Masyarakat dan...

Hari Anti Narkotika Internasional 2020, Teguh Wahyudi: Musuh Negara, Musuh Masyarakat dan Musuh Bersama

215
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Pelaksanaan peringatan puncak Hari Anti Narkotika Internasioanal (HANI) pada tahun 2020 dilaksanakan berbeda dari sebelumnya karena peringatan dilaksanakan secara virtual berlangsung serentak di seluruh Indonesia dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
“Narkotika adalah musuh negara, musuh masyarakat dan musuh bersama. Karenanya harus diperangi hingga ke akar-akarnya,” tandas Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen Pol Teguh Imam Wahyudi, SH.,MM saat memberi sambutan dalam acara peringatan Puncak Hari Anti Narkotika Internasioanal (HANI) di Aula Kantor BNN Provinsi NTT, pada Jumat (26/6/2020).
Brigjen Pol Teguh Wahyudi mengatakan, BNN memperingati HANI yang jatuh pada 26 Juni, dengan mengusung tema “Hidup 100% di Era New Normal sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa narkoba”. Peringatan kali ini berbeda, karena pandemi Covid-19 tengah melanda Indonesia dan negara-negara di seluruh dunia.
Hadir dalam acara peringatan HANI tersebut, Gubernur NTT yang diwakili Asisten 1 bidang Pemerintahan Sekda NTT, Drs. Jamaludin Ahmad, MM, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Aloysius Malo Ladi, SE, Perwakilan Kajati  NTT, Perwakilan Kepala Pengadilan Tinggi NTT, Perwakilan Kapolda NTT, Perwakilan Danrem 161 Wira Sakti, Perwakilan Danlanud El Tari Kupang, Danlanal VII Kupang, IG Kompiang, Plt Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho dan Jajaran direksi Bank NTT.

Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD Provinsi NTT yang berperan dan mendukung secara penuh pelaksanaan pencegahan dan pendindakan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah NTT.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan DPRD NTT yang memberikan dukungan penuh terhadap BNN,” ujarnya.
Dikatakanya bahwa dukungan tersebut secara spesifik tertuang dalam Peraturan Daerah  (Perda) Nomor 8 tahun 2019, tentang Fasilitas Pencegahan Pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ia menambahkan dukungan juga dituangkan dalam keputusan Gubernur NTT Nomor 17 tahun 2020 tentang rencana aksi daerah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan perkursor narkotika di Provinsi NTT tahun 2020.

Pada kesempatan tersebut, dilanjutkan Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur dengan BNN Provinsi NTT, tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Sekaligus melouncing Branding P4GN di Gerai ATM dan Mobile Banking Bank NTT. Yang dihadiri Plt. Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho dan jajaran direksi Bank NTT.
Terkait MoU dengan Bank NTT, Kepala BNN Provinsi NTT Teguh Imam Wahyudi mengakui bahwa Bank NTT ikut mendukung program P4GN di wilayah Provinsi NTT, “karena kalau masalah P4GN ini hanya diserahkan kepada pihak BNN dan kepolisian saja, tidak akan mampu. Makanya harus kita perangi bersama. Karena narkoba ini, yang jelas musuh negara, musuh rakyat Indonesia dan musuh kita semua. Harus kita perangi, kita berantas sampai keakar-akarnya. Ini perlu keterlibatan dan kepedulian elemen masyarakat,” tandasnya.
Bayangkan kalau seluruh penentu kebijakan di Provinsi NTT dapat bekerjasama dengan baik, maka kasus penyalahgunaan peredaran gelap narkoba di wilayah provinsi NTT dapat berkurang.
Sementara itu, Plt Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho mengatakan tujuan branding informasi untuk mengedukasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat umum tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Melalui upaya ini, diharapkan mampu menekan angka prevalensi penyalahgunaan di bumi Flobamorata.
“Dengan launchingnya branding P4GN, PT BPD NTT selalu menjadi partner rekan kerja dan pemangku kepentingan yang terus menggelorakan semangat melawan penyalahgunaan narkoba. Kita saling bersinergi, menyatukan langkah, bersatu melawan segala bentuk tindak pidana narkotika, demi mewujudkan masyarakat yang hidup seratus persen sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa narkoba. Stop narkoba, lawan Covid-19,” pungkasnya. (MD)