Beranda Daerah Evert Y. Hosang: Tanam Jagung Panen Sapi

Evert Y. Hosang: Tanam Jagung Panen Sapi

228
0
BORONG, RANAKA- NEWS.com- Dinas Partanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan Pelatihan kepada Pendamping Lapangan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (24/6/ 2020).

Saat ditemui media ranaka-news.com, Marsel Ndarung selaku Panitia penyelenggara dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Aula Hotel Gloria Toka Borong menyampaikan bahwa  Program TJPS ini merupakan program Gubernur untuk membantu perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“Dalam program ini kami mencari tenaga pendamping yang bertanggung jawab dan siap untuk bekerja di lapangan. Adapun narasumber yang memberikan pelatihan ini terdiri dari 3 (tiga) orang para ahli, 2 orang dari BTPT Kupang dan satu orang dosen dari fakultas peternakan undana kupang,” ujarnya.
Lanjut dia, peserta dalam pelatihan ini merupakan gabungan dari tiga kabupaten yaitu Kabupaten Manggarai Barat terdiri dari 5 (lima) orang, Manggarai 4 (empat) orang dan Manggarai Timur 5 (lima) orang, dengan luas lahan untuk tiga kabupaten adalah 1000 lebih Ha.
Salah satu peserta TJPS Matim, Dominikus Lawi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Partanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan panitia pelaksana, “dengan adanya program ini akhirnya kami mendapatkan pekerjaan, dan kami merasa bersyukur menjadi bagian dari program ini. Kami berjanji mau sukseskan TJPS untuk zona Flores 2 (dua) dan harus bisa meningkatkan produksi dan kualitas jagung di NTT,” ungkapnya.
Sementara salah satu tim ahli dari BPTP Provinsi NTT, Dr. Evert Y. Hosang menyampaikan konsep dasar dari program TJPS ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan produksi dan kualitas jagung di NTT.
“Program TJPS ini  untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan produksi dan kualitas Jagung di NTT, Karena selama ini kebutuhan jagung di NTT masih sangat kurang, sehingga selama ini kita masih impor jagung dari daerah luar NTT,” ujarnya.
Lanjut  Evert, “dilihat dari nama program ini yaitu ‘Tanam Jagung Panen Sapi’, maka dari itu target dari program  ini, para petani panen jagung bisa menghasilkan sapi, sehingga kita bisa mengembalikan julukan selama ini bahwa NTT merupakan provinsi gudang ternak,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Twen D. Dato para ahli asal Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana menyampaikan “program TJPS ini adalah sebuah konsep kerja terencana, terstruktur dan terukur, sehingga para petani bisa memperbaiki ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, TJPS sebagai salah satu alat pemberantasan kemiskinan di desa. Karena dalam waktu yang singkat para petani bisa menghasilkan sapi dari target waktu yang ditentukan yaitu dalam waktu empat bulan petani bisa memproduksi 5 ton jagung setiap kepala keluarga. (JE)