Beranda Kesehatan Virus ASF Tak Menular ke Manusia

Virus ASF Tak Menular ke Manusia

151
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Sebagai salah satu wilayah yang terkena dampak African Swine Fever (ASF), Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya agar Virus yang menyerang pada ternak babi ini dapat segera  berakhir.
“Lakukan sosialisasi terhadap masyarakat, buatkan manejemen peternakan babi yang baik serta terus melakukan pengawasan secara intensif  sehingga virus ini tidak menyebar secara luas di NTT.”
Demikian dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima kunjungan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (9/07/2020).

Gubernur juga mengharapkan agar ada kolaborasi yang baik antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat berkaitan dengan penanganan wabah ini. Jika kolaborasi penanganan virus ini bisa berjalan baik, maka sudah pasti penyebaran virus ini bisa diatasi. Pernyataan orang nomor satu di NTT ini sangat beralasan, mengingat populasi babi di Pulau Timor dan Pulau Sumba masih sangat kecil, sehingga apabila masalah ini cepat selesai maka populasinya akan terjaga dan dapat meningkat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Eks Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem ini juga menambahkan, semenjak NTT diserang oleh Virus Africa ini, banyak masyarakat yang takut untuk mengkonsumsi daging babi.
“Sebagai Gubernur saya minta agar para ahli yang menangani kasus ini, segera keluarkan statement agar masyarakat tidak takut berlebihan, apalagi virus ini tidak menular ke manusia,” ungkap Laiskodat.
Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, Drh. Fadjar S.T. Rasa, P.Hd mengatakan bahwa kedatangan tim yang dipimpinnya ini atas rekomendasi langsung dari Bapak Menteri Pertanian.
“Besok kami akan melakukan perjalanan ke Kabupaten Sikka untuk mengambil sampel, dan kemudian melakukan penelitian guna pembuatan Vaksin,” ungkap Fadjar.
Fadjar juga menambahkan bahwa wabah ini bukan saja menyerang hampir seluruh Provinsi di Indonesia, tetapi menyerang juga beberapa negara lainnya. Dan sampai saat ini belum ada Vaksin yang mampu mengatasi virus ini.
Lanjutnya, sampai saat ini terdapat kurang lebih 23 ribu kasus ASF di NTT. Tetapi menurutnya, ASF ini bukanlah Virus yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis), sehingga sangat aman untuk dikonsumsi oleh manusia.
Turut hadir pada kesempatan ini, rombongan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Plt. Kadis Peternakan Provinsi NTT, dan juga Staf Khusus Gubernur, Dr. Imannuel Blegur. (Sam Harly Babys)