Beranda Pertanian Ciptakan Kota Kupang Hijau, Tim GKH Lakukan Penanaman Pohon di Jalur Petuk

Ciptakan Kota Kupang Hijau, Tim GKH Lakukan Penanaman Pohon di Jalur Petuk

125
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Guna menciptakan lingkungan Kota Kupang yang hijau dan indah, tim Gerakan Kupang Hijau (GKH) besok Sabtu, 11 Juli 2020 akan melakukan kegiatan penanaman pohon di jalur Petuk Kota Kupang.
Selain melakukan kegiatan penanaman pohon, tim GKH Kota Kupang juga akan menggelar kegiatan bersepeda santai atau Gowes dengan titik star yang dimulai dari depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.
Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Plt. Dirut Bank NTT) selaku Ketua Gerakan Kupang Hijau (GKH), Harry Alexander Riwu Kaho pada jumpa pers bersama awak Media bertempat di Ruang Garuda lantai 2 kantor Wali Kota Kupang, Jumat (10/7/2020).
Alexander Riwu Kaho mengatakan, aksi penanaman pohon dalam Gerakan Kupang Hijau ini pada dasarnya tidak mengggunakan APBD Kota Kupang tetapi tim menjalin kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak seperti dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan, DPD REI NTT, Perbankan dan swasta serta dukungan dari OPD, Camat dan Lurah.
“Kegiatan tanam pohon dan Gowes GKH ini juga bersamaan dengan HUT Bank Indonesia ke 67 dan HUT Bank NTT ke 58 dan akan dilaksanakakan secara terpusat yakni dengan lokasi di daerah jalur 40, khususnya di daerah Kelurahan Kolhua sampai dengan Kelurahan Naimata,” jelasnya.
Menambahkan kegiatan esok akan diawali dengan pelepasan Gowes bersama oleh pak Wali Kota Kupang di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT pukul 05.30 pagi, dengan rutenya yakni dari jalan El Tari dan akan berakhir di jembatan Petuk. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama.
Lanjutnya, sampai saat ini perusahaan, lembaga, Instansi serta pribadi yang telah menyatakan komitmen dengan memberikan sumbangan kepada tim GKH yakni ada kurang lebih 62, dengan membeli paket yang di sediakan oleh tim GKH. Hal ini perlu disampaikan agar tidak ada pemahaman dan pendapat yang keliru bahwa ini seolah-olah memanfaatkan keuangan daerah.
“Kemudian kegiatan ini akan dilanjutkan pula dengan kegiatan-kegiatan yang sama dengan terus melibatkan berbagai pihak yang ada di Kota Kupang dan tim GKH juga akan membangun sinergitas dengan lembaga keagaamaan agar melalui mimbar-mimbar dapat memberikan edukasi tentang budaya membuang sampah secara benar,” kata Alexander Riwu Kaho.
Ditempat yang sama Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, mengatakan apabila tidak diatur dari sekarang maka air tanah di lingkungan akan sulit didapatkan, oleh karena itu ada tiga program prioritas dari tim GKH yakni memerangi sampah plastik, membuat jebakan air dan menghijaukan kota Kupang dengan melakukan penanaman pohon.
“Tim Gerakan Kupang Hijau tidak ada kaitannya dengan APBD Kota Kupang atau APBD apapun, dan ini adalah kreasi dari pemimpin Kota dengan menjalin sinergitas dengan berbagai pihak supaya kota ini menjadi lebih baik. Kalau kita membangun hanya berdasarkan dari anggaran APBD Kota Kupang Kota ini tidak akan lebih maju. Oleh sebab itu uluran tangan dari berbagai pihak termasuk tim GKH akan membantu kami untuk menjadikan Kota Kupang ini menjadi lebih indah,” ujar Wali Kota.
Tim GKH dalam aktifitas pengumpulan dana nya yakni melalui proposal serta yang disebarkan kepada stake holder yang mau ikut terlibat menghijaukan kota Kupang dan ini tidak ada kaitan sama sekali dengan APBD, jelas Wali Kota.
“Dalam hal ini ada 62 perusahaan yang membantu kita menghijaukan Kota ini dengan membeli paket. Paket itu ada yang Rp5.850.000, ada yang Rp8 juta dan Rp14 juta. Setiap paket nya berisi pohon trambesi, pohon sepe dan ketapang kencana. Kali ini lokasi penanaman pohon-pohon yakni di jalur Petuk, dengan harapan 5 atau 6 tahun yang akan datang Kota Kupang sudah mulai hijau,” pungkasnya.(Tim RN)