Beranda Hukum Kriminal Demonstran Guru-Guru SMKN 1 Wae Ri’i, Ini Puisi untuk Kepsek Yustin Romas

Demonstran Guru-Guru SMKN 1 Wae Ri’i, Ini Puisi untuk Kepsek Yustin Romas

281
0
RUTENG, RANAKA-NEWS.com- Sejumlah Guru-Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Guru Komite SMK Negeri 1 Wae Ri’i menggelar Aksi Demonstrasi Solidaritas  di Gerbang Sekolah SMKN 1 Wae Ri’i, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (13/7/2020).
Pantauan Ranaka-News.com, para peserta demonstran mendesak Kepala Sekolah SMKN 1 Wae Ri’i, Yustin Maria D. Romas untuk segera mundur dari jabatannya karena diduga melakukan tindakan otoriter  selama kepemimpinannya.
Para peserta aksi solidaritas ini menggelar aksi yang bergeser dari titik kumpul pada pukul 09:00 hingga pukul 10.00 Wita.
Aksi demonstran ini di damping puluhan Aparat Kepolisian dari Polres Manggarai bersama beberapa anggota TNI  ke lokasi untuk mengamankan aksi tersebut.
Pada kesempatan itu tak hanya orasi ilmiah yang di gemakan namun secarik puisi yang di bacakan dibawah teriknya matahari oleh rekan-rekan guru selaku peserta aksi dan dilakukan secara bergantian dengan menggunakan megafon.
Berikut isi Puisi  yang di petik oleh media ini;
Oleh ibu Fero: Guru SMKN 1 Wae Ri’i.
Wahai penguasa……
Sudikah kau mendengar suara hati kami
Sudikah kau mendengar jeritan hati kami
Kami bukan buruh
Bukan budak
Bukan pengemis
Kata-katamu bagaikan pisau menghujam kalbu tak berperasaan
Ibarat sampah tak ada harga
Harga diri kami kau telanjangi
Dimanakah moralitasmu sebagai seorang intelektual sejati
Bukankah guru harus dihormat,digugu dan ditiru?
Oleh Pak Ignas: Guru SMKN 1 Wae Ri’i
Wahai saudaraku…
Dengarlah kisah sang papa
Saat mentari berarak meninggalkan paraduan menyambut fajar
Ada sejuta asa terpatri dalam relung- relung jiwa sang papa
Tak kala buah hati merengek, hati mana yang tak pilu melihatnya
Bagaikan ribuan panah menghujam jiwa
Dimanakah rasa kemanusiaanmu
Dimanakah nuranimu? Sebagai seorang terdidik
Bukankah kita adalah saudara dalam seprofesi mengemban cita-cita
Ia dan rumah kita satu yakni mencerdaskan anak negeri
Wahai saudara ku….
Hanya satu impian kami kaum yang latah
Penghargaan, kenyamanan dan transparan pemberian hak-hak
Demi sesuap nasi, segenggam asa buat anak dan istri di rumah.
Oleh ibu katrin mustika: Guru SMKN 1 Wae Ri’i
Wahai penguasa…..
Jika engkau menyadari
Tentang rintihan
Tentang derita
Tentang sengsara
Tentang air mata
Tentang rasa kemanusiaan
Ataukah jabatan membutakan mata hatimu bagaikan fatamorgana
Kata-kata dan perilakumu bagai sosok insprirasi
Kebenaran akan nasihatmu seolah-olah bagaikan nabi
Ibarat musang berbulu domba lain dikata lain yang dikerjakan.
Oleh Pak Peter: Guru SMKN 1 Wae Ri’i
Wahai penguasa….
Kami berteriak tetapi tidak ada telinga yang mendengar
Semuanya telah ditutupi oleh setampuk uang simbol kehormatan
Kami merintih dalam nestapa hingga kehabisan air mata
Perjuangan iní murni dan suci
Bukan ambisi,… Bukan untuk cari kursi
Hanya untuk sepiring nasi pelepas lapar
Apakah engkau tahu atau mungkin nuranimu tertutup oleh ambisi, keserakahan dan ketamakan?
Bergembirahlah sahabatku yang papa,..
Karena kita adalah penyambung lidah keadilan dan kehidupan
Sang penguasa terlalu sibuk mengumpulkan harta
Lidah mereka merayu-rayu, Batin mereka penuh kebusukan
Keronkongan mereka penuh kelicikan dan dusta
ibarat kuburan yang menganga
Rumah mereka bagaikan istana.
Sekian dari kami yang tertinadas.
Dari gaung puisi yang di lontarkan oleh guru-guru ini didepan kepala sekolah SMKN1 Wae Ri’i membuat mereka lebih militan untuk menumbangkan rezim kepemimpinan saudari Yustin Maria D. Romas. (YH)