Beranda Berita Kota Kabupaten Kupang Zona Hijau, Tetap Lakukan Tindakan Pencegahan

Kabupaten Kupang Zona Hijau, Tetap Lakukan Tindakan Pencegahan

105
0
Dirut RSUD Naibonat, dr. Erol .P.A. Nenobais
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Pelayanan Covid-19 di Kabupaten Kupang masih relatif aman. Demikian disampaikan dr. Erol. P. A. Nenobais Dirut RSUD Naibonat terkait kesiapan dan tindakan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Kupang.
“Sebagai salah satu Kabupaten yang hingga saat ini masih berada pada zona hijau, RSUD Naibonat tetap melakukan tindakan pencegahan dan memaksimalkan Alat Pelindung Diri (APD), juga ruang isolasi,” ungkap dr. Erol kepada media diruang kerjanya  Jumat (10/7/2020).
“Kita disini ada dua gedung, dua ruangan isolasi,tekanan negatif dan tekanan non negatif. Tetapi dengan jumlah tempat tidur yang terbatas. Tekanan negatif 2 tempat tidur, tekanan non negatif itu 5 tempat tidur,” sebut dr. Erol.
“jadi permasalahannya apabila ada lonjakan Covid-19 pasti kita akan kewalahan, tapi kita dengan teman-teman sudah atur, sudah posisikan pada saat ada lonjakan sudah ada gedung-gedung cadangan. Untuk masalah APD, khusus Rumah Sakit tidak ada masalah, kita punya dana bantuan tak terduga dari Pemda, jadi tiap bulan kita tetap ada permintaan untuk pembelanjaan APD,” tambah dr. Erol
Yang jadi masalah itu menurutnya adalah kalau terjadi lonjakan. “Untuk sekarang kita masih hijau,dan untuk sekarang juga rawat luar tapi dengan rapid reaktif sambil menunggu hasil swab. Kalau swabnya negatif  ya kita bersyukur, tapi kalau positif ya kita pasti akan kebingungan juga. Karena masalah kita harus kembali mengecek riwayat perjalanannya seperti apa,” tandasnya.
Dokter Erol akui bahwa untungnya di puskesmas teman-teman juga sudah mengisolasi keluarga dari yang dirawat ini kita cuma kasih swab saja.
“Kalau untuk lain-lain ya masalah dokter spesialis kita masih kurang, dokter jiwa,THT, mata, tiga ini yang kita masih belum ada, selain dari itu kita ada, forensik sementara sekolah, mungkin tahun depan dia kembali,” ujar dr. Erol.
Ia menambahkan, masalah keluhan masyarakat, ini hanya terkait BPJS dikarenakan masyarakat di luar kabupaten masih mengandalkan JK3 dan belum beralih. (JK)