Beranda Kerjasama BNPB Gelar Rapat Perencanaan Simulasi Penanggulangan Bencana Laksanakan di Kupang

BNPB Gelar Rapat Perencanaan Simulasi Penanggulangan Bencana Laksanakan di Kupang

198
0
BNPB Gelar Rapat Perencanaan Simulasi Penanggulangan Bencana pada Pandemik Covid-19 Tahun 2020, diselenggarakan di Kupang Provinsi NTT. (Foto : Tildis/ ranaka-news.com)
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) menggelar Rapat Perencanaan  Simulasi Penanggulangan  Bencana pada masa Pandemik  Covid-19  Tahun 2020 di selenggarakan di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), bertempat di Hotel Aston Kupang and Convention Center, Selasa ( 21–24/7/2020).
Kegiatan  Pelatihan Teknis Manajemen Penyelenggaraan Diklat pada masa Pandemik Covid-19  tersebut, dengan Tema ”Meningkatkan kapasitas para  pemangku kepentingan, dan kewaspadaan  terhadap ancaman bencana di daerah pada masa pandemik Covid-19.”

Kepala Pusdiklat PB BNPB, Berton Suar P. Panjaitan, Ph.D menyampaikan  bahwa tujuan kegiatan pelatihan  Teknis  Manajemen  Penyelenggaraan  Diklat pada masa pandemik  Covid-19  tersebut adalah:
Pertama, Untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, pemerintah daerah dalam pelaksanaan  simulasi penanggulangan bencana khususnya Table Top Exercise (TTX) and Command Post Exercise (CPX).
Kedua, Membangun sistem dan prosedur koordinasi dan komando yang lebih baik antar stakeholder terkait dalam penanggulangan  bencana.
Ketiga, Meningkatkan kapasitas  dan kemampuan pemerintah  daerah dan masyarakat dalam Komando Tanggap Darurat Bencana.
Keempat, Menyiapkan bahan  penyusunan  petunjuk teknis dan atau SOP tanggap darurat bencana di daerah,” jelas Kepala Pusdiklat PB BNPB, Berton  Suar P. Panjaitan, Ph.D, saat memberi sambutan secara live streaming melalui You Tube.
Menurut Berton Panjaitan, “pelatihan ini untuk menyelenggarakan  simulasi penanggulangan  bencana berupa  geladi ruang  dan posko (TTX  dan CPX) sesuai  potensi  ancaman  bencana di masing-masing wilayah,” kata Ketua Pusdiklat PB BNPB itu.
“Table Top Exercise (TTX) tujuannnya adalah:
1.Untuk memvalidasi, menguji dan mengevaluasi  kebijakan, rencana, prosedur, peran dan tanggung jawab.
2. Memperjelas peran, tugas dan tanggung jawab.
3. Meningkatkan, koordinasi dan komunikasi.
4. Mengidentifikasi permasalahan yang timbul, menyelesaikan permasalahan  dengan metode diskusi  sebagai  persiapan menuju  latihan selanjutnya,” jelas Berton Panjaitan.
Sedangkan “Command  Post Exercice (CPX) untuk melakukan pengujian  terhadap  pelaksanaan suatu SOP/ fungsi dalam SKTD tanpa pelaksanaan  sesungguhnya di lapangan, Menguji sistem komando dan pengendalian  serta koordinasi dalam proses perencanaan  konsep  operasi penanggulangan bancana,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara kegiatan, Neri Egi Rusmana, S.Si, M.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta yang hadir pada kegiatan tersebut berasal dari BPBD, OPD, Akademisi, dan relawan yang berasal dari Provinsi NTT.
“Panitia atau penyelenggara  kegiatan ini berasal dari pegawai dilingkungan  Pusdiklat PB BNPB dan BPBD  Provinsi NTT,” ungkap Neri Rusmana.
Ia menyebut bahwa kegiatan selama empat (4) hari, dari tanggal 21 sampai dengan 24 juli 2020.
 Narasumber berasal dari Pusdiklat PB BNPB, BPBD Provinsi NTT, dan BMKG  Provinsi NTT. (MD)