Beranda Daerah Julie Sutrisno Laiskodat Kunjungi Keuskupan Ruteng

Julie Sutrisno Laiskodat Kunjungi Keuskupan Ruteng

293
0
RUTENG, RANAKA-NEWS.com – Anggota DPR RI partai NasDem, Ibu Julie Sutrisno Laiskodat mewakili dapil NTT 1 menyambangi Rumah Keuskupan Ruteng untuk bertemu dengan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Senin (20/7/2020).
Turut mendampingi Ibu Julie, Bapak Inosensius Fredy Mui anggota DPRD NTT dari partai NasDem dan Bapak Viktor Madur ketua DPD NasDem Manggarai.
Kedatangan Ibu Julie dalam rangka mengisi masa reses. Dia ingin menyerap aspirasi Gereja Keuskupan Ruteng  perihal pembangunan NTT, terutama yang berkaitan dengan bidang yang menjadi perhatian Komisi IV DPR RI yakni pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelautan. Gereja Keuskupan Ruteng diyakininya sebagai bagian dari poros warga yang perlu didengar masukannya dalam proses pembangunan.
Pada kesempatan kunjungan tersebut, Ibu Julie yang juga adalah Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT,  pertama-tama menyampaikan ucapan proficiat untuk pentahbisan Mgr Siprianus Hormat sebagai uskup Ruteng pada tgl 19 Maret 2020, teiring permohonan maaf karena tidak bisa mengikuti acara tersebut lantaran protokol Covid-19.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, dia merasa perlu mendapat masukan dari Uskup Ruteng terkait pembangunan di bidang pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelauatan. NTT sangat potensial dan memiliki keunikan sumberdaya dalam bidang-bidang tersebut, dibanding provinsi lain, yang harus dibuatkan grand design secara baik sehingga bisa menghasilkan lompatan percepatan pembangunan secara signifikan. Masukan dari Keuskupan Ruteng dibutuhkannya agar bisa langsung disuarakan kepada kementrian yang menjadi mitra Komisi IV di DPR RI.
Sementara itu, Uskup Ruteng, Mgr Siprianus menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan tersebut sekaligus untuk dukungan Ibu Julie terhadap panitia acara tahbisan uskup Ruteng meski tidak bisa hadir secara fisik.
Uskup Mgr Sipri menyampaikan bahwa visi dasar pastoral keuskupan Ruteng adalah “pastoral integral dan kontekstual” yang mencakup pembangunan manusia secara utuh-holistik yakni aspek rohani dan jasmani, aspek personal dan sosio-ekonomi, politik, dan ekologis.  Karena itu perhatian Gereja tidak hanya menyangkut sakramen tapi juga menyangkut semua bidang pembangunan secara keseluruhan.
Keuskupan Ruteng sangat mendukung gagasan pemerintah provinsi NTT yang menjadikan pariwisata sebagai “prime mover” pembangunan di NTT.
Saatnya pariwisata menjadi penggerak utama pembangunan, yang mendorong sektor-sektor lain seperti pertanian, lingkungan hidup, kehutanan dan kelautan berkontribusi menjadikan NTT bangkit dan sejahtera.
Pembangunan pariwisata sangat membutuhkan wawasan pembangunan berkelanjutan dan ekologis karena itu potensi-potensi pertanian, peternakan dan perikanan, kehutanan dan kelautan perlu digarap secara maksimal.
Dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan tersebut, Mgr Sipri menilai pertambangan kurang cocok untuk konteks NTT. Keuskupan Ruteng sendiri melalui perangkat pastoralnya yakni PUSPAS dan komisi Pengembangan Sosial Ekonomi telah terlibat dalam pengembangan pertanian organik, holti kultura, pendampingan kelompok kopi, dan peternakan. Untuk pengembangan sumber daya manusia, Keuskupan Ruteng telah mendorong Unika St. Paulus Ruteng untuk membuka fakultas pertanian dan Yasukmabar untuk membuka jurusan pelayaran dan perikanan di SMK Stela Maris Labuan Bajo.
Diharapkan pemerintah melalui kementerian dan pemerintah daerah  lebih fokus lagi untuk menggarap potensi-potensi tersebut.
Mgr Sipri selanjutnya menyerahkan dokumen perencanaan pastoral Keuskupan Ruteng kepada Ibu Julie, yang isinya berupa kerangka umum rencana pengembangan pastoral pariwisata, pertanian, peternakan, dan ekologi di Keuskupan Ruteng.
Ibu Julie sangat mengapresiasi masukan dari pihak Gereja keuskupan Ruteng tersebut dan berjanji untuk meneruskannya kepada kementerian yang menjadi mitra Komisi IV di DPR RI.
Sebagai Ketua Penggerak PKK Provinsi NTT ia juga berjanji untuk menyampaikannya kepada Gubernur NTT. Tak lupa dia meminta pimpinan Gereja untuk terus-menerus memotivasi umat untuk meningkatkan etos kerja dalam pembangunan.
Gereja juga perlu terus terlibat untuk mendidik dan mengimbau masyarakat guna meningkatkan budaya bersih, peduli sampah, peduli gisi, dan budaya mutu.
Menurutnya kopi dan tenun Manggarai sudah Go Internasional. Dia sendiri telah mempromosikan kopi dan tenun NTT ke manca negara.
Tugas pemerintah dan pemimpin umat untuk terus mendidik masyarakat dalam rangka meningkatkan etos kerja dan budaya mutu. Komunikasi antara gereja dan pemerintah daerah juga perlu selalu dibangun agar perbedaan pendapat dalam kebijakan pebangunan bisa diselesaikan dengan baik.
Pertemuan berlangsung dalam suasana persaudaraan dan berdurasi sekitar satu setengah jam. Pangan lokal menjadi warna tersendiri dalam pertemuan ini, yang disuguhkan bersamaan dengan kopi khas Mangggarai. Semuanya mengingatkan potensi pertanian yang harus terus ditingatkan di bumi NTT umumnya dan Congka Sae khususnya.
Diketahui, turut mendampingi Uskup Siprianus, Rm Manfred Habur, Sekjen Keuskupan Ruteng, Rm Marthin Chen, Direktur PUSPAS Keuskupan Ruteng, Rm Ledobaldus Roling Mujur, Ketua Yaspar, Rm. Marten Jenarut, Ketua JPIC Keuskupan Ruteng, Rm Robertus Pelita, Ketua PSE Keuskupan Ruteng, dan Rm Aloysius Jonson, Ekonom Keuskupan Ruteng. (YH)