Beranda Pendidikan Dina Noach: Terus Belajar Walaupun Dalam Keterbatasan

Dina Noach: Terus Belajar Walaupun Dalam Keterbatasan

79
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Dina Noach Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNDANA yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Disabilitas menyatakan kaum disabilitas perlu diberikan kesempatan yang sama layaknya setiap orang normal untuk tetap belajar dan mengembangkan potensi diri.
Dalam dialog ekslusif yang dipandu oleh Kepala Sub Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Humas dan Protokol NTT, France A. Tiran tersebut Dina juga menceritakan bagaimana sehingga ia dinobatkan secara langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjadi staf khususnya.
“Dinobatkan sebagai staf khusus Gubernur ini awalnya karena saya mendapatkan juara 3 dari lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan Bank NTT dengan tema ‘layanan digital’. Saya lihat selama ini Bank belum menyediakan layanan ATM untuk penyandang disabilitas dan saya menulis tentang itu,” ujar Dina.
“Kemudian tanggal 2 Mei 2019, ada kegiatan di Kabupaten Ngada pada Hari Kesatuan Gerak PKK yang disatukan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Waktu itu saya diminta untuk cerita tentang proses keikutsertaan dalam lomba. Kebetulan ada Pak Gubernur saya beranikan diri untuk advokasikan. Saya bilang kalau disabilitas diberi kesempatan atau ruang yang sama, maka pasti kami akan tunjukan kemampuan yang kita miliki dan terus belajar walaupun dalam kondisi yang terbatas,” Jelas Dina.
Lanjutnya Gubernur pun menyatakan terima kasih karena dinilai sudah membuka pikiran masyarakat dan pemerintah mengenai potensi kaum disabilitas dan kemudian di tempat sama pun langsung menobatkan dirinya (Dina) sebagai Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Disabilitas.
“Tentunya itu adalah suatu kebanggaan. Saya walaupun dalam keterbatasan fisik seperti ini tidak pernah segan untuk bertemu orang luar. Pergaulan saya sejak kecil juga layaknya seperti anak kecil pada umumnya. Orang tua juga tidak batasi dan saudara-saudara juga ikut mendukung saya. Teman-teman saya pun begitu. Mereka semua menerima saya dengan sukacita,” ujar Dina.
Koordinator Bidang Advokasi dan Jaringan Garimin NTT tersebut juga mengaku saat ini dirinya dan teman-teman organisasi Garamin akan terus saling momotivasi agar bisa terus belajar terutama untuk menyelesaikan studi masing – masing. Tidak hanya itu mereka juga bersama terus menyuarakan bahwa kaum disabilitas tidak bisa dipandang sebelah mata melainkan harus ditempatkan setara dengan orang normal pada umumnya.
Sementara itu, Berti Malingara selaku Koordinator bidang Penelitian Garamin NTT mengatakan Garamin adalah Gerakan Advokasi Transformasi untuk Inklusi NTT yang terbentuk sejak 14 Februari 2020.
“Meskipun saya bukan tergolong kaum disabilitas tapi dalam Garamin ini Kita punya mimpi agar NTT menjadi jadi provinsi yang inklusi agar kaum disabilitas bisa menjadi setara dengan orang lain tanpa mengenal perbedaan fisik status pendidikan dan sebagainya,” ujar Berti.
“Dalam Garamin ini kita kerja dengan potensi masing-masing. Kita ada Whatsapp grup untuk perhatikan difabel di seluruh NTT. Ada teman-teman yang difabel kami masukan dalam grup itu. baru-baru ini juga terbentuk Grup tanggap Covid 19 NTT inklusi yang didukung oleh teman-teman aktivis senior,” kata Berti. (Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)