Beranda Birokrasi Penjabat Sementara Itu Pejabat Pemerintah, Bukan Pejabat Politik

Penjabat Sementara Itu Pejabat Pemerintah, Bukan Pejabat Politik

79
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Gubernur  NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melantik atau mengukuhkan 6 (enam) Penjabat Sementara (Pjs) bupati dari 9 kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang. Acara pengukuhan 6 Penjabat tersebut  berlangsung di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Kupang, Sabtu (26/9/2020)
Gubernur NTT dalam arahannya meminta para  penjabat sementara bupati untuk tetap menjalankan tugas pembangunan yang ada dan tidak berpihak pada salah satu calon manapun. “Aspek netralitas harus dilakukan,” tegas Gubernur VBL.
Selain Pjs Bupati Manggarai, 5 Pjs Bupati lainnya  adalah Pjs  Bupati Ngada, Pjs Bupati Sumba Barat, Pjs Bupati Sabu Raijua, Pjs Bupati Belu dan Pjs Bupati Malaka.
Penjabat Sementara Bupati Manggarai yang dilantik, Dr. Drs.  Zeth Sony Libing, M.Si menurutnya, ada dua tugas utama seorang penjabat sementara.  Yang  pertama adalah Menciptakan suasana yang kondusif, supaya proses Pilkada itu berjalan dengan baik, tentu aman dan damai  serta masyarakat dengan senang hati dan bergembira untuk menentukan political  electionnya, menentukan pilihan politiknya, politik choosenya degan baik sehingga apa yang menjadi cita-cita politiknya juga tercapai dengan baik. Bisa jadi dalam proses politik atau ada dinamika politik. Nah kita  harapkan agar dinamika politik agar jangan terjadi terlalu panas yang bisa berdampak pada konflik politik. Kita tidak harapkan seperti itu.
Kedua, tugas Penjabat Sementara adalah bagaimana membangun komunikasi  yang baik dengan penyelenggara pemilu, aparat keamanan, tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat lainnya dan seluruh masyarakat. Dengan demikian kita harapkan dinamika politik itu hanya sebuah persaingan politik, tidak menjurus pada hal-hal yang kita tidak ingini. Dan seorang penjabat sementara itu, dia adalah “pejabat pemerintah, dia bukan seorang pejabat politik.” Karena itu dia harus bersifat netral dalam menjaga proses politik itu. Itu pertama tugas seorang  penjabat sementara.
Hal tersebut diungkapkannya ketika acara ramah tamah dengan tokoh masyarakat Manggarai, yang dihadiri ratusan keluarga Manggarai dan para stafnya di Provinsi NTT, di Resto Taman Laut Kupang, Pada Sabtu (26/9/2020) Malam.
“Penjabat sementara itu juga punya tugas bagaimana menjaga kontinuitas, keberlangsungan dari  penyelenggaraan pemerintahan itu. Artinya program pembangunan pemerintahan harus berjalan terus. Pelayanan kepada masyarakat harus jalan terus. Administrasi pemerintahan pun harus jalan terus. Ia tidak boleh mengalami stagnansi, hanya karena proses politik. Disitu seorang penjabat sementara hadir membangun dan bersinergi  terutama dengan seluruh komponen yang ada di Manggarai itu agar semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah itu.
Dikatakan Pjs Bupati Manggarai, Zeth Sony Libing  bahwa, sebagai Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah yang masih melekat dengan jabatan sekarang, dalam hal mengatur waktu dan perhatian supaya dua-duanya dapat berjalan, nanti akan ada Plt Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah.
“Dengan demikian saya akan konsentrasi menjalankan tugas pemerintahan di Mangggarai. Sedangkan tugas Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah akan dijalan oleh seorang pelaksana tugas yang ditunjuk oleh Gubernur,” jelas Sony Libing.
Menambahkan, Perasaannya ketika dilantik atau dikukuhkan sebagai penjabat sementara bupati Manggarai, kepada awak media ia mengatakan, “Ini sebuah penugasan. Jabatan diberikan bukan sekedar kepercayaan, tetapi petugasan, karena itu harus dijalankan. Tugas tentang apa, yaitu tugas untuk menjaga proses politik yang ada berjalan dengan baik, aman,  damai dan sejahtera serta penyelenggaraan pemerintahan  secara kontinu,” tandasnya.
Berikut 6 (enam) Pjs yang dilantik yaitu:
1. Zeth Sony Libing, M.Si, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT sebagai Pjs Bupati Manggarai.
2.Linus Lusi, S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT sebagai Pjs Bupati Ngada.
3.Samuel Pakereng, M.Si, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan sebagai Pjs Bupati Sumba Barat.
4. Ferdy Kapitan, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan sebagai Pjs Bupati Sabu Raijua.
5. Meserasi Ataupah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi  NTT  sebagai  Pjs Bupati Malaka.
6. Zakarias Moruk, M.Si Kepala Badan Keuangan NTT sebagai Pjs Bupati Belu. (MD)

 

 

Komentar