Beranda Pendidikan SMKN 4 Kupang Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha

SMKN 4 Kupang Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha

54
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kupang mengadakan kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), Sabtu (7/11/2020).
Menurut Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd sebenarnya ini bagian dari kerjasama dan juga perhatian dari Dewan Kerajinan Nasional (DKN) melalui Kementerian Perhubungan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan. Dan ada 7 (tujuh) Lembaga di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu, 3 (tiga) di Kota Kupang dan 4 (empat) di Labuan Bajo. Ini kegiatan sinergi untuk membangun wirausaha baru yang diprogramkan oleh DKN.
“Ini sinergi untuk membangun wirausaha baru yang di programkan oleh DKN yang di dalamnya itu Pic-nya adalah Ibu Hetty Andika Perkasa. Kemudian dihadiri juga oleh Ibu Endang Budi Karya beliau adalah Ketua Bidang Wirausaha baru pada pengurus DKN-RI, akhirnya SMKN 4 Kupang mendapatkan perhatian, kami diberikan pelatihan terutama kepada anak-anak  muda yang sekarang tidak bekerja mereka hanya  di rumah. Dan pelatihan ini bertujuan untuk bisa memberikan sejumlah keterampilan bagi anak-anak muda untuk nantinya mereka bisa membentuk  wirausaha baru atau yang disebut dengan startup yang baru,” jelas Ketua MKKS Kota Kupang itu.
Lanjut Semi, pelatihan ini ditekankan kepada teknik pembuatan produk  cenderamata dengan ragam khas  NTT dari bahan logam. Jadi dari bahan logam itu saya lihat beberapa hari anak-anak mengikuti pelatihan ini kurang lebih efektifnya 3 hari mereka mulai dari persiapan bahan, setting alat sampai dengan pelatihan dan pameran sore hari ini, saya lihat anak-anak cukup antusias pesertanya yang berjumlah kurang lebih 30 orang lalu ekspernya  kita datangkan atau dibantu dari Dekranas sebanyak 2 orang dari Jogya. Sehingga anak-anak begitu antusias dan akhirnya saya lihat  bahwa karya mereka itu luar biasa bagus. Mereka bisa menghasilkan produk berupa gantungan kunci, gambar orang lagi  menenun, gambar komodo, ada gambar sasando dan juga ada gambar burung Garuda dan lain-lain.Ini bagian dari praktek mereka, namun setelah kegiatan ini setiap anak akan  diberikan alat dan bahan sebagai modal awal untuk  mereka akan memulai usaha di  tempat mereka masing-masing, dan tentunya kami dari SMKN4 Kupang juga tidak akan meninggalkan mereka. Kita akan mendampingi mereka bahkan sampai pada bagaimana menghitung cost produksi dan bagaimana memasarkan produk mereka, jadi mesti mereka punya branding online juga dilatih untuk bagaimana memasarkan produk mereka secara online, jadi ini akan sangat membantu anak-anak ini.
Harapan dari Ketua Ikatan Alumni FKIP IPT UKAW Kupang dan Pengurus PGRI Kota Kupang ini, setelah mereka selesai  kegiatan tersebut di kemudian hari mereka tidak  berpangku tangan, tetapi mereka dapat menjemput bola.

“Kami juga siang ini dalam pameran kami hadirkan beberapa pengusaha yang bergerak di bidang asesoris tenun ikat, dan mereka dalam komunikasi awal kita dengan para pengusaha ini, mereka pada prinsipnya sangat senang dan mereka mau berkolaborasi antara produk yang mereka buat dengan produk yang dibuat oleh peserta PKW di SMKN 4 Kupang. Saya kira ini awal yang sangat baik, ini bagian dari upaya kita untuk menciptakan wirausaha-wirausahawan baru di Nusa Tenggara Timur sesuai mimpi besar Bapak Gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat bahwa pariwisata menjadi prime mover ekonomi. Ini pendukung simpul-simpul industri kreatif. Karena itu pesertanya ada 30 orang dan sebagian besar dari kota kupang dan juga anak-anak muda dari pulau Semau, mereka cukup antusias bahkan mereka datang sehari sebelum kegiatan dimulai dan  menginap di Kota Kupang hanya demi mengikuti kegiatan ini,” tuturnya.

Instruktur DKN, Noeryanto Lidiah mengungkapkan bahwa, Program KPW  atas inisiasi dari Kemendibud dan Dekranasda. Kemendikbud bekerjasama dengan lembaga dibawahnya seperti SMK maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) satuan pendidikan yang pasti di tiap  tahunnya meluluskan anak –anak sekolah yang lulus tapi belum dapat kerja atau yang putus sekolah atau putus lanjut. Ini yang jadi sasaran oleh Kemendikbud. “Siapa mereka ya para murid-murid yang telah putus sekolah, putus lanjutkan belum punya pekerjaan usia masih dibawah. Apa yang diajarkan Kemendikbud sinergi dengan Dekranasda,” ujar Praktisi atau ekspor DKN yang membawahi industri Handicraft 20 tahun itu.

“Kami digandeng oleh Dekranas untuk mengajarkan apa yang telah saya capai selama ini. Apa yang telah diajarkan seperti memproduksi perlengkapan hotel, restoran, kantor, sekolah dan alat-alat rumah tangga, seperti: nampan gelas minuman atau nampan untuk acara-acara khusus di ceremony kita suguhkan bentuknya dan kita  kolaborasi antara seni khas daerah seni kriya-kriya kayu. Jadi tujuan kami adalah menghadirkan sebuah oleh-oleh khas yang menjadikan kenangan setelah mereka datang kesuatu tempat karena di kupang ini belum ada kerajinan yang sifatnya handicraft atau produk fungsional. Kalau makanan memang nomor satu disini terutama hasil laut. Tapi kalau mau ke tempat pusat oleh-oleh belum banyak. Nah itu yang kami hadirkan disini untuk mengajarkan karena keterbatasan waktu pasti yang ini perlu pemikiran yang luar biasa teknologi yang tepat guna, teknologi yang inovatif karena kami disini hanya selama tiga hari. Sebelum saya ada teori dari pihak lembaga terkait dan sekolah menyatakan ekspor juga bagaimana membuat branding, bagaimana dia belajar mem-foto produk untuk di medsos.
Harapannya jadilah jiwa yang merdeka. Kesuksesan yang telah diraih seseorang, ada orang pintar, ada orang berilmu dekati. Barang siapa mau berpikir kesenangan orang lain dia akan dapat senang lebih dulu.

Sementara Ketua Lembaga PKW SMKN 4 Kupang, Adrianus Mbaku berharap kedepannya setelah kegiatan ini selesai mereka mampu mendirikan usaha sendiri dengan modal dasar kompetensi yang sudah diajarkan.
“Ini rintisan awal. Jadi ketika mereka sudah mulai, mungkin satu dua hari kedepan mereka berdaya imajinasi mulai terkuak keluar. Jadi dengan sendirinya mereka bisa melakukan inovasi-inovasi yang lebih bagus lagi yang mungkin belum ada, mereka jadikan itu seperti ada,” harapnya.
Salah seorang peserta, Jeriyanto Lero Nono. Menurutnya “Ini suatu hal yang baik bisa diharapkan kedepan untuk berusaha karena ini modal utama bagi siswa ataupun juga ini sebagai pelajaran buat kita untuk di bagikan ke orang lain.
“Saya Jurusan TKJ bukan berarti saya hanya belajar tentang computer tetapi bagaimana saya juga belajar tentang ilmu lain seperti PKW yang kami ikut sekarang ini. saya merasa bahwa ini sudah bisa membantu orangtua karena hasilnya sangat bagus sekali apalagi untuk para turis saat mereka datang yang mereka mau pulang pasti oleh-olehnya seperti prodak yang kita buat ini,” kata Jeri Alumni SMKN 4 itu. (MD)

 

 

 

 

 

 

Komentar