Beranda COVID-19 Rapid Test Gratis, 33 Wartawan di Kupang Dinyatakan Non Reaktif

Rapid Test Gratis, 33 Wartawan di Kupang Dinyatakan Non Reaktif

22
0
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Menyikapi kenaikan kasus penyebaran Covid-19 di Kota Kupang, Pemberdayaan Kesejahteraan  Keluarga (PKK) berinisiatif kembali melaksanakan  Rapid Test kepada  100 wartawan media cetak, media elektronik dan media online di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), di Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT, Senin (16/11/2020).
Menurut Ketua Tim Penggerak  PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat bahwa kegiatan Rapid Test yang mengangkat tema ‘Penyelamatan nyawa  dan penyelamatan ekonomi’ bertujuan untuk mengetahui kesehatan wartawan yang selalu berhubungan dengan banyak orang,  sehingga dirinya merasa sangat penting kesehatan tetap perlu dijaga.
“Hari ini saya sebagai Ketua  TP-PKK Provinsi NTT mengadakan program  Rapid Test bersama wartawan, PKK dengan  Dekranasda. Rapid Test ini saya rasa perlu, wartawan ini kan berhubungan dengan banyak orang.  Mengingat bahwa di NTT covid-19 dan Orang Tanpa Gejala (OTG) terus meningkat  sehingga PKK berinisiatif  untuk melakukan test  kesehatan bagi awak media yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya,“ ujar Julie.
Bunda Julie yang didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Maria Fransisca Djogo menjelaskan, Rapid Test ini adalah kali kedua dibuat, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Labkes Provinsi NTT. Sebelumnya dibuat di Kelurahan Manutapen untuk ibu-ibu penyedia Program Makanan Tambahan (PMT), guru PAUD  dan SD.
“Hari ini dilakukan untuk wartawan, PKK dan Dekranasda NTT bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi, dan Laboratorium Kesehatan.  Khusus untuk 100 wartawan yang ikut test hari ini dari PKK dan Dekranasda serta dari ibu Sekda memberi paket berupa Telur satu rak,  Hand Sanitizer, Sabun cair cuci tangan, Teh kelor, dan masker. Jadi hari ini saya sebut  program ‘Penyelamatan Kesehatan dan Ekonomi,’. Untuk penyelamatan kesehatan yaitu dengan lakukan Rapid Test. Dan untuk penyelamatan ekonomi kami kasih paket berupa Telur, Sabun,  Hand Sanitizer, Masker dari pemasok ke Toko Dekranasda NTT,” ujar Bunda Julie.
Ketua Dekranasda NTT itu juga menegaskan bahwa pentingnya menerapkan 3 M bagi masyarakat NTT. Kepada masyarakat NTT melalui program Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat terkait dengan pengecekan kesehatan masyarakat dibebaskan dari biaya test.
“Mari sama-sama putuskan rantai penyebaran Coronavirus di Kota Kupang dengan mendeteksi antibodi tubuh kita untuk mencegah penularan virus corona dan jangan lupa selalu terapkan perilaku 3 M: mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menggunakan masker dan menjaga jarak  1,5m- 2m,” pinta Bunda PAUD itu.
Sementara itu, Kepala UPTD. Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT, Drs. Agustinus Sally, Apt., MM mengatakan bahwa jika ternyata hasil Rapid Test wartawan menunjukan reaktif maka akan berkoordinasi dengan Kesehatan Kota Kupang dan pihak Rumah Sakit untuk tindak lanjut pemeriksaan SWAB dan PCR.
“Jika hasil SWAB dan PCR reaktif, tindakan medis masih dilihat apakah dia positif terinveksi atau OTG saja. Dan jika PDP maka akan dianjurkan dirawat di Rumah Sakit Penangan Covid bisa di Rumah Sakit SK. Lerik sebagai Rumah Sakit penyangga  covid, RSUD W.Z. Johanes sebagai Rumah Sakit rujukan. Jika hanya merupakan OTG maka dianjurkan isolasi mandiri dirumah atau di tempat yang sudah disiapkan pemda melalui  Tim Gugus Tugas,” jelasnya.
Agus mengimbau masyarakat agar bagi yang ingin periksakan diri untuk deteksi dini lewat Rapit Test, datang ke Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT, di Kelurahan Fatululi. Gratis. Aturan ini berlaku selama pandemi dan sampai keluar aturan baru dari Gubernur NTT. Juga mengimbau masyarakat agar lakukan Gerakan 3 M yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran dan penularan virus.
Untuk diketahui  33 wartawan yang rapid test non reaktif atau hasilnya negatif. (MD)

 

 

 

Komentar