Beranda Pendidikan Tiga Hari Digelar, PKW di SMKN1 dan SMKN 6 Kupang Dibuka.

Tiga Hari Digelar, PKW di SMKN1 dan SMKN 6 Kupang Dibuka.

41
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 dan SMKN 6 Kupang menggelar program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) berlangsung di SMKN 1 Kupang, Rabu (18/11/2020).
Pendamping 3 (Tiga) Lembaga PKW Kupang, Simeon Liunima menurutnya kegiatan yang digelar selama 3 hari, mulai Senin (16-18/11/2020) tersebut yang dihadiri 2 pemateri ini dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pendidikan.
“Produk SMKN 6 dan SMKN 1 Kupang, produk yang dibuat hampir sama sehingga digabungkan. Tetapi untuk kegiatan yang sebelumnya masing-masing lembaga yaitu SMKN 6 lokasinya di SMKN 6 sementara SMKN 1 di SMKN 1 . Hanya karena tim dari Jakarta sehingga kita fokuskan pada satu tempat yaitu di SMKN1. Kalau dari SMKN 6 produk yang dihasilkan itu Tas dan Dompet. Kemarin yang kita dapat dari Instruktur dari jakarta adalah Tas. Tas dimana tambahan aksesoris sehingga Tas yang dibuat itu semakin bagus,” ujarnya.
Harapan dari Guru SMKN 6 itu agar jangan hanya sampai disini tetapi dilanjutkan untuk tamatan-tamatan yang masih ada, bagaimana pemerintah punya perhatian penuh untuk anak-anak yang belum ada kerja.
Koordinator  Lembaga PKW SMKN 1 Kupang, Monika Sinlae  bahwa program Pendidikan  Kecakapan Kewirausahaan yang diselenggarakan, diperuntukkan bagi mereka yang berusia 15 sampai 30 tahun dan bagi mereka yang putus sekolah, juga bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan.

“Display  produk hasil  karya anak-anak  yang sudah dilatih selama kurang lebih 2 hari dan hari ini karya mereka di display.  Jadi  kegiatan hari ini kita sekalian belajar untuk  bagaimana mempromosikan produk yang kita hasilkan karena misalnya hasil fotonya itu mau kita publikasi penjualan online. Jadi kita pakai model  dan modelnya juga dari mereka.  Kebetulan narasumber kita itu kan selain fashion desainer beliau juga  fotografer majalah Femina. Jadi sekalian manfaatkan kompetensinya untuk mempromosikan produk-produk  yang kita hasilkan,” ujar Monik.
Terkait produk yang dihasilkan, kata Monik, “kalau untuk  Lembaga SMKN 1 Kupang, produk yang kita hasilkan yaitu Aksesoris:  ada Gelang, Kalung, Anting, Bandana, Gantungan kunci, selain itu ada kaos yang sudah ada aplikasi motifnya,” sebut Monik.
Lanjut Monik, anak-anak  selama mereka diberikan pelatihan ini, mereka  cukup semangat dan cepat mampu untuk menghasilkan sebuah karya yang bernilai jual. “Jadi pastinya mereka punya bakat  ternyata ya ketika kita diwadahi, difasilitasi akhirnya mereka bisa tereksplor. Jadi saya optimis  bahwa setelah program ini pun itu mereka tetap bisa berkarya melalui karya-karya yang lebih  kreatif dan inovatif,” tandas Monik.
Harapannya  sesuai dengan visi misi kegiatan ini bahwa harus menjadikan anak-anak itu sebagai juragan milenial. Juragan milenial artinya yang kekinian dengan konsep-konsep yang baru, produk-produk yang terkini memiliki trend fashion. Karena pesertanya ini kan bukan anak kulihan tetapi mau dibilang mereka belum memiliki  pekerjaan tetap sehingga dengan adanya aktivitas seperti ini diharapkan mereka mampu untuk berusaha untuk memperbaiki ekonomi.
Sementara itu, Bunda Tati  Instruktur bagian pembuatan aksesoris,  mengakui  bahwa anak-anak yang mengikuti  kegiatan  PKW tersebut antusias, semangat dan mampu menyelesaikan dengan baik walau hanya 2 hari namun begitu cepat daya tangkapnya bagus.
“Bagus kok mereka. Mereka cepat tangkap. Gunting nya juga  oke. Harapannya semoga  mereka bisa.  Dan kepada anak-anak mungkin kita harus buat aksesoris  menyesuaikan selera Bule-Bule yang masuk ke NTT,” ujarnya.
Sementara Instruktur  Yoyok, menurutnya  fotografer dan fotografi seperti juga di modeling lalu panduan dasarnya adalah carilah Liketing penyinaran yang tepat yang bisa kamu gunakan.
Dari sisi fotografer kata Yoyok, gunakan carilah penyinaran yang tepat dan menguntungkan untuk kamu memotret obyiek foto kamu. Bagi modelnya, carilah rasakanlah datangnya sinar ke tubuh kamu, ke wajah kamu.  Panduannya adalah itu supaya kelihatan membantu kerja  fotografer atau pemotret kerjasama antara fotografer, model, pengarah gaya yang mendandani model, peñata rambut untuk mempersiapkan dandan model. Tetapi kalau model sudah siap didepan fotografer tim kerja  mereka berdua. Mempersempit lagi timnya.  Masing-masing punya tugas itu.
“Kunci dasar model adalah Fine your Leting kamu rasakan sinar dari mana ni. Model dilatih untuk tahan silau. Makanya paling ideal motret adalah pagi sebelum jam 11.00 atau setelah jam 14.00 intensitas matahari diwajah mereka masih bisa dihendel. Kalau jam 11.00, 12.00, 13.00 menderita mereka.  Sebenarnya tidak menguntungkan kan. Sinar yang tepat dimuka kita membuat wajah kita menarik,” ujarnya.
Salah seorang  peserta PKW  Alumni SMKN 6 Kupang, Oky Nggadas mengucapkan terima kasih kepada Instruktur.  “Kita mengikuti  pelatihan ini yang tadinya  tidak bisa karena keinginan dan tekat sehingga bisa dan semangat . Bagaimana kita mencari ide-ide, kreasi sehingga kita bisa tambah ilmu apalagi pelatihannya mengenai tenunan membawah sekali  adat istidat kita NTT,” ujarnya. (MD)

 

 

 

Komentar