Beranda Politik Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Abraham Paul Liyanto: 4 Pilar Kebangsaan adalah Rumah...

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Abraham Paul Liyanto: 4 Pilar Kebangsaan adalah Rumah NKRI

55
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-75 dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-26 yang jatuh pada tanggal 25 November 2020, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. Abraham Paul Liyanto bersama para Guru se Kota Kupang menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Aula Universitas Citra Bangsa Kupang, Kamis (26/11/2020).
Kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut moderator Ketua PGRI Kota Kupang, Aplonia Dethan, S.Pd., M.Pd. Narasumber anggota DPD RI,  Ir. Abraham Paul Liyanto, dengan materi tentang 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari empat unsur penting dan utama dalam membangun Rumah Bersama NKRI.
Menurut Paul Liyanto bahwa, 4 Pilar Kebangsaan adalah Rumah Bersama NKRI yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi dan ketetapan MPR, NKRI sebagai Bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara, seperti sebuah bangunan rumah bersama. Sebuah rumah harus kuat dari dasarnya, baru bisa dibangun pilar dan tembok untuk menyanggah atap.
 Abraham Paul Liyanto mengatakan sangat tepat memberikan sosialisasi kepada para guru sebagai ujung tombak pembentukan karakter anak bangsa lewat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan atau 4 Konsensus. Para guru harus punya pemahaman yang kuat dan dalam terhadap 4 Pilar kebangsaan. Dan sangat penting dalam menjaga keutuhan bangunan NKRI. Karena Pancasila sebagai Dasar Negara, UUD 1945 sebagai konstitusi dan Ketetapan MPR, NKRI sebagai Bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
“Guru sebagai pengajar, pendidik tunas bangsa sangat penting belajar 4 Pilar Kebangsaan. Ibarat mendirikan rumah, dasar harus kuat agar rumah dapat kuat berdiri, dasar Rumah Besar NKRI yaitu Pancasila, atapnya adalah NKRI, Pilarnya adalah UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” tandasnya.
Ia juga mengatakan bahwa, DPD RI sebenarnya punya kontrak dengan PGRI pusat, dan sosialisasi 4 Pilar sebagai tugas wajib bagi semua anggota DPR/MPR RI dan DPD.
Latar belakang presiden menugaskan secara khusus Wakil Rakyat di pusat menyelenggarakan sosialisasi 4 Pilar adalah karena banyak dan maraknya terjadi berbagai peristiwa yang dapat mengancam keutuhan bangsa secara nasional yang membuat semua pihak di negara ini kwatir bahwa nasionalisme bangsa akan terkikis, cinta Pancasila bakal hilang.
“Isi pancasila pada perumusan 1 Juni 1945 oleh Ir. Soekarno berisi Kebangsaan dan kelima Ketuhanan, beragama bebas dijalankan tetapi tetap menghargai pruralisme. Jadilah Islam Pancasilais tapi jangan jadi orang Arab, jadilah Kristen Pancasilais tapi jangan jadi Kristen Israel atau Kristen Yahudi. Dan Pancasila hasil rumusan 1 Juni adalah Pancasila hasil revisi dari Pancasila rumusan 1 Juni yang sampai sekarang dipakai dan paling relevan dengan kehidupan berbangsa saat ini, yang disusun oleh Tim 8 dan direvisi oleh Tim 9 yang diketuai oleh Ir. Soekarno.
Dan hasilnya adalah Pancasila dengan rumusan 5 sila yang hingga kini tidak dapat tergantikan dengan ideologi apapun dan menjadi dasar, ideologi, wawasan, berpikir dan asas Bangsa Indonesia. Dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia UUD 1945 juga sudah alami beberapa kali perubahan,” pungkasnya. (MD)