Beranda Infrastruktur Wan Perang: Covid-19 Bukan Tantangan Bagi Satker ATAB-BWS NT II Untuk Berkarya

Wan Perang: Covid-19 Bukan Tantangan Bagi Satker ATAB-BWS NT II Untuk Berkarya

37
0
Kepala Satker ATAB NT II, Provinsi NTT, Pahlawan Perang, ST, MT. (Foto: Thildis /ranaka-news.com).
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Masa Pandemi COVID-19 sungguh menjadi suatu ancaman dan tantangan global bagi seluruh umat manusia. Tantangan tersebut juga kini sedang merambah seluruh lapisan kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya dan secara khusus kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Satuan Kerja (SatKer) Air Tanah Air Baku (ATAB) Balai Wilayah Sungai- Nusa Tenggara II (BWS-NT II) tentunya merupakan salah satu bagian lembaga Pemerintah Pusat yang ada di daerah yang dalam kaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) adalah menyediakan tentang sarana kebutuhan air tanah dan air baku. Perlu diketahui dan disyukuri bahwa terkait kebutuhan air merupakan kebutuhan urgensif yang sangat melekat dengan kehidupan manusia maupun makluk hidup lainnya.
Kepala Satker ATAB- BWS NT II, Ir. Pahlawan Perang, ST., MT saat ditemui media di ruang kerjanya, Kamis (26/11/2020) mengatakan, di masa Pandemi Covid-19 yang dapat memutar balikkan arah dari kebiasaan lama menuju satu tatanan kehidupan baru sungguh menuntut setiap orang untuk berkreasi membangun hidup secara bersama dan bersahabat dengan tantangan Covid-19 tersebut.
‚ÄúSemua orang pasti tahu terkait kesulitan dimasa pandemic sekarang. Kita sungguh sulit sekarang. Namun meskipun sulit kita tidak bisah berdiam diri dan terpaku dengan kondisi yang ada. Kita harus tetap bekerja meskipun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” ungkap Wan Perang.
Selain itu menjawab media terkait program kerja Satker ATAB tahun 2020 Putera Alor ini mengatakan pada tahun 2020 programnya tidak menjawab setiap proposal masyarakat yang masuk. Hanya ada beberapa titik kegiatan yang menyebar di NTT namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ada satu hal yang sangat menarik terkait program kebutuhan air tanah air baku di NTT dimana menurut Wan Perang Pemerintah Pusat sungguh sangat apresiasi untuk membangun Bendungan di NTT namun dalam kaitan dengan hal yang praktis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tanpa menunggu lama waktu dan biaya yang sangat mahal untuk menikmati ketersediaan air adalah satu-satunya melalui program yang selama ini ada pada Satker ATAB.
Wan Perang juga menjelaskan bagaimana mengatasi kesulitan air di Kota Kupang khususnya dan NTT pada umumnya.
Menurut Wan Perang untuk mengatasi kesulitan air, diharapkan atau dianjurkan untuk setiap warga masyarakat Kota Kupang melakukan penanaman air dengan cara membuat serapan air pada musim penghujan sehingga air tidak begitu saja mengalir tanpa ada tangkapan.
“Kalau setiap Keluarga Kecil (KK) di Kota Kupang melakukan penangkapan air dengan cara membuat lubang serapan pastinya air tidak begitu saja mengalir terbuang sampai dilaut,” tandas Wan Perang. (CF/MD)