Beranda Nasional Empat Warga Kabupaten Flores Timur Terdampar di Perairan Australia

Empat Warga Kabupaten Flores Timur Terdampar di Perairan Australia

47
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Terdampar sebuah Kapal Tradisa Mulia mengalami kerusakan diperairan Australia. Sesuai Informasi yang diterima oleh Basarnas NTT Emy Freezer, SE. MM, menyampaikan dari  Pihak PT Australia AMSAR mengirimkan email ke kantor pusat Bansarnas NTT terkait dengan penemuan Kapal tersebut pada hari Rabu (23/12/2020).
Emy Freezer menjelaskan sesuai Identitas yang bisa disampaikan dari informasi Blind Carbon Copy (BCC) bahwa ada Kapal troble (masalah) mesin di Perairan Australia yakni GT19 N 019I KD  infomasi tersebut 4 orang  Person On Boat (POB) berangkat tanggl 13 Desember 2020 dari Kabupaten Flores Timur menuju ke Australia untuk mencari ikan. Namun dalam pelayaran, Kapal tersebut mengalami mati mesin. Tiga (3) orang  sempat di selamatkan dan Kaptennya masih bertahan dengan alasan dia  membawa kapalnya kembali ke Flores Timur.
”Awalnya 4 orang POB  di dalam kapal  namun 3 orang sudah berhasil diselamatkan oleh Nelayan diantaranya Antonius Suterman, Jo Temu, Stefanus Huwu dan Kenatius Tobi. Sehingga kami belum tahu pasti sampai sekarang ini entah  dari mana nelayan tersebut tapi tujuannya ke Arah Papua, karena kami sudah sampai ke Marauke dan Jaya Pura namun belum mendapatkan kualifikasi informasi 3 orang dibawah ke Papua,” ungkap Emy Freezer.
Lanjut Emy, terkait keberadaan Kaptennya tetap masih bertahan dikapal sambil menunggu bantuan, Kemudian pada hari kamis (24/12/2020) pihak Australia droping logistik melalui udara terdiri dari Solar 200 liter, Makanan,Telepon Satelit dan Emergency position indicating radio beacon (Epirb) sebagai tanda pada saat dinyalakan akan di tangkap oleh satelit dan itu akan memancarkan cahaya titik lokasi sebagai pamantauan kami Basanar terhadap pergerakan dari kapal.
Emy Freezer mengatakan untuk sementara di informasikan Kapal tersebut masih bergerak dengan kecepatan 4 knot sebagai tujuan akhirnya menuju Ke Larantuka.
“Dari kemarin kami sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Bandar Perikanan Tenau dan Bandar Perikanan Ambon, kerena di antara NTT dengan Maluku sehingga bisa di lihat pada posisi ini maka pergerakan 4 knot kemampuan mesinnya ataukah bergerak karena arus dan arah angin menuju ke arah selatan. Sehingga melalui via Telepon Emy freezer dari Basarnas mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat (25/12/2020) bahwa sesuai informasi dari Kepala Bandar Perikanan Tenau  memperoleh informasi dari Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Cabang Kabupaten Flores Timur  berdasarkan terdaftar teregistrasi sebuah kapal ternyata nama kapal tersebut TRADISA MULIA setelah dicrosceck secara data atas nama Antonius Herman yang berdomisili di Tanjung periuk kemudian orang yang bersangkutan ini tidak bisa dihubungi melalui nomor yang didapat karena tidak aktif,” ujarnya.
“Untuk sementara juga kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas di Maumere untuk menindaklanjut  mencari tahu pihak pengelola yang ada di Nobo, bagaimana kami melihat respon mereka, sehingga saat ini upaya yang kami lakukan bagaimana respon dari ownernya sendiri, sedangkan keterangan yang diperoleh dari kami Basarnas Kupang sebelum bergerak atau berangkat, Kapal tersebut mengalami kerusakan mesinnya sehingga kita juga melihat respon mereka terkait informasi terhadap karyawan yang bekerja dibawah perusahan mereka. Karena sudah melebihi dari batas wilayah pertolongan Basarnas Kupang, agar menjadi upaya yang bisa di sampaikan sementara pada  pencarian dan pertolongan apabila menemukan, kami akan evakuasi mengamankan pada posisi yang nyaman untuk selanjutnya kami serahkan kepada pihak ownernya. Namun apabila kami belum bisa menemukannya akan kami sampaikan kepihak Pemerintah Daerah karena informasi ini 3 orang dibawah ke Papua  entah kemana belum bisa dipastikan,” Pungkas Emy Freezer. (Hendrik Lamahadung)