Beranda Pertanian Kunker Menteri Pertanian RI di Lokasi Food Estate Kabupaten Sumba Tengah

Kunker Menteri Pertanian RI di Lokasi Food Estate Kabupaten Sumba Tengah

27
0
Menteri Pertanian RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH., M.Si.,MH saat Kunker di Sumba Tengah, Jumat (8/1/2021).
WAIBAKUL, RANAKA-NEWS.com- Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si.,M.H. di lokasi Food Estate zona 4, Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah pada Jumat 08 Januari 2021.
Kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk kedua kalinya di Kabupaten Sumba Tengah dengan agenda penanaman padi perdana di lokasi Food Estate yang bertempat di zona 4 Desa Makatakeri.
Kedatangan  Menteri Pertanian bersama rombongan disambut langsung oleh Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu dan Wakil Bupati Sumba Tengah, Daniel Landa bersama Forkopimda Kabupaten Sumba Tengah, para Kepala SKPD lingkup Pemerintahan Kabupaten Sumba Tengah, Jajaran TNI dan POLRI.

Kunjungan kerja Bapak Menteri Pertanian RI didampingi langsung oleh beberapa pejabat lingkup Kementrian Pertanian diantaranya Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi, Dirjen Perkebunan Dr. Ir. Kasdi Subgyono, M.Sc, Dirjen PSP Dr. Sarwo Edhy, SP. MM dan Kepala Balitbangtan Kementrian Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si.
 Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S.K.Limu dalam sambutannya menyampaikan “terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan  Menteri Pertanian bersama tim yang hadir di Kabupaten Sumba Tengah ditengah curah hujan yang terus mengguyur, meski ditengah keadaan cuaca yang tidak bersahabat serta dengan berbagai kesibukan Bapak Menteri namun masih meluangkan waktu bagi kami di Sumba Tengah,” Ucap Bupati Sumba Tengah sambil meneteskan air mata haru dan bahagia.
“Kehormatan bagi  Menteri yang telah datang untuk kedua kalinya di Kabupaten Sumba Tengah, kami akan memberi gelar Umbu Syamsul Yasin Limpo karena beliau membawa peradaban baru bagi Sumba Tengah, maka sebagai tempat penghargaan, tempat ini kami namakan bukit Food Estate, mengapa demikian karena cinta yang tulus dari hati yang tulus untuk Sumba Tengah, dari segi angka 35 Milyar dalam tempo 3 bulan,” imbuh Bupati Sumba Tengah.
“Beliau datang bukan soal uang tetapi karena ketulusan dan hati yang tulus melayani Sumba Tengah, sekali lagi kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Sumba Tengah menyampaikan Selamat Datang di Kabupaten Sumba Tengah. Lahan kami yang kelihatan ini adalah zona 4 dengan luas lahan 7.000 Hektar karena cuaca maka masing-masing poktan menunggu di lokasinya masing-masing dan khusus di zona 5, lahan jagung seluas 300 Hektar sehingga zona 2 dan zona 3 itu lahan baru dengan luas 450 Hektar, kebiasaan kami bila tidak ada alsintan maka pada bulan Maret baru dikerjakan dan kami yakin betul bahwa ini adalah perubahan peradaban di Sumba Tengah,” tambah Bupati Sumba Tengah.
“Dari Alsintan berjumlah 100 ditambah Kombain 12,  Menteri yang kami hormati untuk memiliki Kombain 1 unit saja kami butuh waktu 10-12 tahun, namun  Menteri baru berkunjung dua kali sudah memberikan Kombain 12 unit apalagi multifungsi, jika Bapak Menteri berkenan mendampingi kami 2-3 tahun untuk food estate maka kami yakin pada tahun ke 4 masyarakat Sumba Tengah sudah mandiri, jika  Menteri datang untuk menanam mengapa  Menteri tidak datang untuk panen raya di Sumba Tengah? Maka oleh karena itu, kami mohon dengan rendah hati atas nama masyarakat Sumba Tengah kami mengundang  Menteri untuk panen raya di Kabupaten Sumba Tengah dan terhakhir atas nama masyarakat Sumba Tengah kami menyampaikan limpah terima kasih kepada  Menteri atas ketulusan dan keikhlasan  mengunjungi kami Sumba Tengah, terima kasih atas semua kebijakan anggaran, kebijakan alsintan, roda 4 ada 20 unit, roda dua 80 unit, Kombain 12 unit, alat penyemprotan, pompa dan sumur bor,  untuk terakhir kami mohon petunjuk dari Menteri untuk pengembangan food estate tidak hanya pada tahun 2021 dan tahun 2022,” pungkas Bupati Sumba Tengah.
Menteri dalam arahannya menyampaikan “saya bahagia sekali dan alhamdulilah, syukurilah karena tempat ini begitu bagus dan indah, kalau bisa tempat ini dibenahi lagi agar tempatnya lebih indah bila memungkinkan pindahkan saja rumah siapa disini,” kata Menteri.
“Atas kebijakan Presiden, dengan segala cara kitadan upaya kita untuk meyakinkan semuanya termasuk Presiden Jokowi bahwa orang-orang di Sumba Tengah di Nusa Tenggara Timur tidak main-main untuk merubah kehidupan dan peradabannya, Bupati sangat serius dan semuanya sangat serius, jadi saya datang ke Sumba Tengah untuk menangkap keseriusan itu. Orang Sumba Tengah tidak mau kalah dengan seluruh orang yang ada di Indonesia, apalagi se-NTT, kalian mau kalahkan Kabupaten lain di NTT?, ayo Bupati aku bantu karena aku dibelakangmu,” tambah menteri.
Oleh karena itu Kepala Desa, para Camat, Kepala dinas, Kepala Badan, Kepala Seksi, Kepala Kampung dan semua kita harus  turun tangan, kalau hal ini tidak mau kalah, maka pendapatan Sumba Tengah kita harus jamin lebih baik lagi kedepan dan beda dari Kabupaten lain, itu harus diperhatikan, kita merubah peradabannya orang NTT, yang tadinya orang mengatakan NTT Nasibnya Tidak menentu, saya katakan nasib menentu di NTT, lihat tanda alam ini dimana ada hujan tetapi hujannya bersahabat dengan kita dan ini tanda-tanda baik, saya minta Dirjen turun tangan dengan penuh kemampuan di wilayah Sumba Tengah,” lanjut Menteri.
Cara menaikan incomenya orang Sumba Tengah hanya dengan terus kerja keras dan tidak main-main korupsi, kita beribadah dan berdoa kepada Tuhan, tidak ada hitungan saya tentang uang dan berapapun saya akan kasih turun akan tetapi tidak dibagi-bagi namun untuk proses peradaban baru di Sumba Tengah, saya minta pengolahan ini harus sampai pada produksinya, jangan dibawa ketempat lain sehingga disini uang cepat berputar, bukan hanya Padi dan Jagung, tetapi ada jeruk dan Kelapa, sari jeruk sampai ada dalam botol dan Kelapanya dinikmati buahnya seperti minuman Nata Decoco. Bisa di eksport, satu rumah bisa menanam 4 pohon dan kapan itu mulai bulan depan, kelompok tani harus dilatih, nanti saya turunkan Kepala Badan Litbang dan Kepala Badan Sumber Daya Manusiadan saya minta Kepala Dinas Sumber Daya Manusia Provinsi  untuk melatih para petani,” imbuh Menteri.
Lanjut Menteri Yasin Limpo, Minggu pertama atau kedua bulan Februari saya minta Presiden Jokowi kesini, Bupati saya minta bangun sumur bor disini 100-200 dan pakai springkle, airnya dialirkan menggunakan pipa, jangan tunggu bangunan irigasi yang dibangun, nanti 7 tahun baru jadi mimpi kita, jadi kita harus serius dengan hal ini, Bapak Ketua DPRD saya minta turun tangan akan hal ini, kita akan upayakan Itik atau Bebek harus ada disini, income Sumba Tengah harus naik, kita berdoa agar Presiden dapat hadir di tempat ini karena Sumba ini merupakan kekuatan utama dan baru bagi NTT dalam merubah peradaban di NTT. Saya senang dengan Gubernur, Bupati yang gigih sekali dalam membangun komunikasi dengan saya dan kalau para Kepala Desa, camat seperti ini maka peradaban ini akan cepat terwujud di Sumba Tengah, penggilingan modern ini harus ada disini jadi semua harus siap. Ini merupakan ibadah kita dalam melayani masyarakat yang membawa kebaikan bagi diri kita dimasa yang akan datang, saya percaya dengan tanda-tanda alam dimana tidak akan turun hujan jika tidak membawa awan, tidak menggelegar Guntur jika tidak membawa keberhasilan,” pungkasnya. (YB)