Beranda Kesehatan Kader Posyandu Puskesmas Camplong Mengeluh, Biaya Operasional 9 Bulan Belum Dibayar Kapus

Kader Posyandu Puskesmas Camplong Mengeluh, Biaya Operasional 9 Bulan Belum Dibayar Kapus

25
0
Kedua dari kiri Ketua Kader Posyandu Mawar, Arni Nomleni. (Foto: Thildis/ranaka-news.com)
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Sejumlah Kader Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (Posyandu) di Wilayah Puskesmas Camplong, Kecamatan Fatuleu-Kabupaten Kupang keluhkan biaya operasional (biaya transport, red) yang sudah 9 (sembilan) bulan sejak April hingga Desember 2020 belum dibayarkan Kepala Puskesmas (Kapus) Camplong.
Demikian informasi yang diperoleh dari sejumlah Kader Posyandu yang ditemui Tim Media ini di Camplong pada Jumat (8/1/2020).
“Saya kerja sejak tahun 2019 dan tahun 2020. Nama kami baru masuk data Dinas (Dinas Kesehatan, red). Kami dibayar Rp 30,000. Tanggal 18 Mei 2020 lalu kami terima insentif bulan Januari hingga Maret 2020. Sejak saat itu higga sekarang (Januari 2021, red), sudah 9 (sembilan)bulan kami belum dibayarkan,” jelas Arni Nomleni, Ketua Kader Posyandu Mawar, Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang.
Sesuai janji Kepala Puskesmas Camplong, Hermenegildo Soares, S. Sos, lanjut Arni Nomleni, awal bulan Januari 2021, uang operasional Kader akan dibayarkan. Tetapi kenyataannya hingga Jumat, 8/1/2021 belum direalisasikan.
“Saya juga minta agar insentif kami per bulannya bisa ditambahkan sedikit menjadi Rp50.000 supaya kami pakai itu untuk ongkos pergi pulang,” imbuhnya.
Arni menjelaskan bahwa dari 66 Posyandu yang ada di Wilayah Puskesmas Camplong, masing-masing Posyandu memiliki 5 Kader Posyandu. Total  jumlah semua Kader di Puskesmas Camplong ada 330 orang. Dan biaya operasional Kader/bulan sebesar Rp30.000.
“Dan total dana (biaya transport,red) yang harus dibayarkan pihak Puskesmas kepada semua Kader sebesar Rp30,000 kali 330 orang kali 9 bulan (atau sekitar Rp89,100,000, red),” sebut Arni Nomleni.
Rekan Arni yang lain, yani AT yang bertugas pada bagian  pengisian KMS, juga minta agar pihak Puskesmas (Kapus Camplong, red) tidak memotong lagi uang transport mereka yang kecil itu. Lebih dari itu, ia juga berharap insentif mereka dibayar tepat waktu.
“Katong kasih masuk data dan kerjasama dengan Puskesmas. katong juga mengerti dan kami minta Puskesmas juga harus mengerti dengan kami. Karena kami sudah luangkan waktu untuk tinggalkan rumah tangga kami, membantu pihak puskesmas,” ujarnya.
Sementara itu, Kapus Camplong, yang dikonfirmasi Tim Media ini melalui pesan WhatssApp/WA pada Minggu (10/01/2021), pukul 21.17 Wita, menanggapi via telepon celulernya pada Senin pagi (11/01/2021)  yang membenarkan adanya penundaan 9 bulan pembayaran operasional para Kader Posyandu di Wilayah Puskesmasnya. “Informasi itu benar Bu, saya tidak menyangkal, memang itu benar, benar sekali Bu,” tandasnya.
Hermenegildo Soares pun memastikan bahwa minggu terakhir bulan Januari 2021, pihaknya akan merealisasikan biaya operasional kader yang sudah 9 bulan tertunda pembayaranya.
“Kami rapat bulanan tanggal 26 Januari 2021. Pembayaran transport Kader tanggal 27 Januari 2021 di Desa Kiuoni, Ekateta, Sillu dan Oebola/ Oelbeba. Tanggal 28 Januari 2021 di Desa Oebola dalam, C2, Tolnako dan Naunu. Tanggal 29 Januari 2021 di Desa Kuimasi dan Kelurahan C1,” ujarnya. (MD/Tim)