Beranda Daerah Hermenegildo Soares: Operasional Kader Posyandu Direalisasikan 27 Januari 2021

Hermenegildo Soares: Operasional Kader Posyandu Direalisasikan 27 Januari 2021

19
0
Kepala Puskesmas Camplong, Hermenegildo Soares, S.Sos.
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Biaya operasional (transport¸ red) 366 (tiga ratus enam puluh enam) Kader  Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Camplong,  Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang  akan  direalisasikan (dibayarkan, red) dalam waktu dekat yakni tanggal 27 hingga 29 Januari 2021.
Demikian disampaikan Kepala Puskemas Camplong, Hermenegildo Soares, S.Sos kepada Tim Media ini melalui siaran persnya di Kupang pada Senin (10/1/2021).
“Saya klarifikasi bahwa transport kader (biaya operasional, red) untuk Kecamatan Fatuleu akan saya bayarkan pada tanggal 27 Januari 2021 sesuai jadwal tercantum yaitu; tanggal 27 Januari di Desa Kiuoni, Oebola, Ekateta,Silu. Tanggal 28 Januari  di Desa Camplong, Desa Oebola II, Desa Naunu dan Desa Tolnaku. Lalu tanggal 29 Januari di Desa Kiumasi dan kelurahan Camplong I,” jelasnya.
Menurut Kapus Camplong, dirinya  pasti memperhatikan semua kader posyandu, sebab dirinya lebih memihak (memperhatikan, red) masyarakat (kader, red) daripada stafnya di Puskesmas.
“Saya pasti perhatikan semua kader, saya lebih memihak pada masyarakat daripada staf saya,” ujarnya.
Keterlambatan dirinya membayar biaya transport Kader posyandu menurut Hermenegildo, diketahui pimpinannya yakni Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert A. J. Amaheka.
“Pak Kadis juga tahu soal keterlambatan ini. Namun ini sudah selesai dan akan dilakukan pembayaran tanggal 27 ini. Tanggal 26 kami Rapat Bulanan. Kami siap untuk tanggal 27, 28, 29 turun ke desa untuk selesaikan (bayar transport kader, red). Jadi pikiran kami adalah kerja, kerja dan kerja. Pemerintah memberikan kepercayaan pada kami untuk melakukan pekerjaan sesuai tupoksi kami,” jelasnya.
Ketika ditanya apa sebab lambatnya pembayaran transport ke para kader posyandu, Hermenegildo malah mengakui  bahwa sebenarnya pencaiaran uang transport para kader sudah dilakukan  pada Desember 2020.  Hanya saja pihaknya masih mengatur pentahapannya sehingga yang tersisa tinggal  para kader posyandu.
“Semua sudah lengkap, hanya keterlambatan pencairan saja.Pencairan sudah selesai di Desember (Desember 2020, red) ya, kita harus pak- pak dulu dan terakhirnya akan berakhir di kader itu (kader posyandu, red),“ tandasnya.
Kapus Camplong mengungkapkan, “jumlah kader banyak; ada 366 di 9 desa. Satu kelurahan dengan jumlah 67 Posyandu. Saya berpihak pada kader- kader saya. Mereka sudah tahu saya. Saya tidak pernah merugikan mereka,” imbuhnya.
Kapus Camplong mengajak semua pihak yang merasa tidak senang dengan dirinya untuk datang menemuinya secara jentel dan dirinya akan menjelaskan secara lengkap.
“Pimpinan saya, Bapak Kadis (Kadis Kesehatan,red) pasti membina saya kalau saya salah. Kalau bapak Kadis tidak bisa, pasti bapak Sekda dan bapak Bupati. Tapi saya yakin, saya tidak salah, karena tanggal 27 (27 Januari 2021, red) ini, kami akan turun ke desa untuk selesaikan. Untuk pembayaran, sudah siap untuk bayar. Kendalanya adalah kita harus hitung dengan benar supaya kita terakhir jangan salah,” jelasnya.
Terkait termin pembayaran, Hermenegildo beberkan bahwa realisasi pembayaran per 3 bulan. Tetapi dirinya mengakui kali ini pihaknya terlambat membayar transport para kader.
Keterlambatan itu menurutnya bukan karena apa-apa, tetapi karena di wilayahnya ada 26 (dua puluh enam) puskesmas dan terpusat pada KPA masing- masing sehingga agak telat.
“Tapi saya bangga dengan pimpinan saya (Kadis Kesehatan, red) dimana untuk di Camplong semua terealisasi dengan baik,” katanya dalam nada memuji Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang.
Menurutnya, keterlambatan membayar transport kader posyandu hanya masalah teknis internal Puskesmas Camplong saja.
Terkait usulan atau pertimbangan kenaikan biaya transport para kader posyandu dari Rp30,000 (tiga puluh ribu rupiah) ke Rp 50,000 (lima puluh ribu rupiah), Kapus  menolak.
“Kalau transport kader dinaikan, maka kegiatan lain akan macet. Setahu saya, transport kader itu di desa ada membiayai mereka per bulan. Kader dapat insentif dari Dana Desa. Itu sekitar Rp 150.000 lebih. Tapi kalau dari Dinas Kesehatan kecil. Tapi, kita harus tahu bahwa Posyandu itu punya masyarakat, bukan punya Kesehatan. Itu milik masyarakat. Orang kesehatan hanya mensupport agar semuanya jadi lebih baik,” jelasnya.
Hermenegildo mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya menjadi Kepala Puskesmas Camplong, transport para kader hanya Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) dan ia mengupayakan hingga naik menjadi Rp20.000 hingga Rp25.000 (dua puluh lima ribu).
Ia juga menegaskan bahwa biaya transport para kader posyandu yang nilainya Rp30,000/bulan itu tidak dipotong sepeser pun. “Oh tidak ada. Itu tidak bisa. Kalau potong itu mati itu tidak bisa. Itu gila, kita sudah usaha untuk naik terus dipotong lagi itu gila,” tandasnya.
Diakhir keterangannya, Kapus Camplong Hermenegildo Soares berpesan kepada para kader posyandu di wilayah Puskesmas Camplong, Kecamatan Fatuleu bahwa dirinya tidak pernah melupakan hak mereka.
“Hak kalian saya tidak pernah lupa, dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk semua jadi baik. Dan mulai tanggal 27 saya akan selesaikan di 3 (tiga) tempat; mulai dari tempat- tempat jauh dan terakhir di tempat yang dekat. Saya menyanyangi kalian semua sebagai kader- kader saya dan orangtua saya. Saya hargai itu dan akan saya selesaikan itu. Saya sampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini dan semua ini akan diselesaikan tanggal 27 ini,” pungkas Hermenegildo.
Seperti diberitakan sebelumnya (10/01/2021), sejumlah Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Wilayah Puskesmas Camlpong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang mengeluhkan biaya operasional (biaya transport, red) mereka yang sudah 9 (sembilan) bulan belum dibayar terhitung sejak April hingga Desember 2020.
 “Saya kerja sejak tahun 2019 dan tahun 2020 nama kami baru masuk data Dinas (Dinas Kesehatan, red). Kami dibayar Rp 30.000. Tanggal 18 Mei 2020 lalu kami terima insentif bulan Januari hingga Maret 2020. Sejak saat itu hingga sekarang (Januari 2021, red), sudah 9 (sembilan) bulan kami belum dibayarkan,” jelas Arni Nomleni, Ketua Kader Posyandu Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang.
Sesuai janji Kepala Puskesmas Camplong, Hermenegildo Soares , S. Sos, lanjutnya, awal bulan Januari 2021, uang operasional kader akan dibayarkan. Tetapi kenyataannya hingga Jumat, 08/01/2021 belum direalisasikan. “Saya juga minta agar insentif kami per bulannya bisa ditambahkan sedikit menjadi Rp 50.000 supaya kami pakai itu untuk ongkos pergi pulang,” imbuhnya.
Arni menjelaskan bahwa dari 66 Posyandu yang ada di Wilayah Puskesmas Camplong, masing-masing Posyandu memiliki 5 Kader Posyandu. Total  jumlah semua Kader di Puskesmas Camplong ada 330 orang. Dan biaya operasional kader/bulan sebesar RpO30.000.
“Dan total dana (biaya transport,red) yang harus dibayarkan pihak Puskesmas kepada semua kader sebesar Rp30,000 kali 330 orang kali 9 bulan (atau sekitar Rp 89,100,000, red),” sebut Arni Nomleni.
Rekan Arni yang lain, Yani AT yang bertugas pada bagian  pengisian KMS, juga minta agar pihak Puskesmas (Kapus Camplong, red) tidak memotong lagi uang transport mereka yang kecil itu. Lebih dari itu, ia juga berharap insentif mereka dibayar tepat waktu.
“Katong kasih masuk data dan kerjasama dengan Puskesmas kadang juga mengerti dan kami minta Puskesmas juga harus mengerti dengan kami, karena kami sudah luangkan waktu untuk tinggalkan rumah tangga kami,membantu pihak puskesmas,” ujarnya. (MD/Tim)