Beranda Regional Paroki Sto. Stefanus Noehaen Selenggarakan Seminar Sehari

Paroki Sto. Stefanus Noehaen Selenggarakan Seminar Sehari

34
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Paroki Noehaen menyelenggarakan seminar sehari dilaksanakan di Aula Paroki Noehaen, Sabtu (23/1/2021).
Pada seminar tersebut menghadirkan dua narasumber yakni: Dr. Norbert Jegalus dan RD. Sipri Senda.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Paroki Noehaen dan Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang serta Komisi Kerawam Keuskupan Agung Kupang untuk merayakan Minggu Sabda Allah.
Dr. Norbert Jegalus salah satu anggota Komisi Kerawam Keuskupan Agung Kupang merupakan Dosen Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang dalam materi tentang kepemimpinan Kristus dalam Gereja.
Dengan lugas dan tuntas ahli filsafat politik ini menjelaskan konsep koinonia atau Gereja sebagai persekutuan dan demokrasi vs Kristokrasi dalam Gereja. Inti dari persekutuan adalah persaudaraan.
“Kita semua bersaudara, sebagaimana diungkapkan Paus Fransiskus dalam dokumen Fratelli tutti. Mengenai konsep kepemimpinan dalam Gereja, kita tidak mengenal prinsip demokrasi tetapi Kristokrasi. Demokrasi tidak ada dalam Gereja Katolik. Yang ada adalah Kristokrasi. Kristuslah pemimpin Gereja. Kepemimpinan itu diperagakan dalam diri Uskup, Imam, Diakon. Inilah kepemimpinan sakramental. Maka jabatan uskup, imam atau diakon tidak didasarkan pada demokrasi atau pilihan umat, tetapi ditetapkan oleh Kristus secara sakramental melalui tahbisan,” papar dosen Filsafat pada Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang ini.
Konsekuensi pastoralnya, awam dan hirarki mesti kerjasama untuk kepentingan Gereja.Gereja sebagai umat Allah mencakup awam, biarawan-biarawati dan kaum klerus. Semua komponen berpartisipasi dalam upaya menghidupkan Gereja.
Dalam mewujudkan partisipasi itu, umat awam memiliki keutamaan moral yaitu kejujuran, keberanian, kebijaksanaan. Keutamaan itu dilaksanakan dengan prinsip hormat dan cinta kasih. Dengan cara demikian, komunikasi pastoral dalam partisipasi hidup menggereja mengungkapkan hubungan kerjasama awam dan hirarki yang kristiani.
“Hirarki sebagai unsur yang meragakan Kristus Kepala Gereja hendaknya menyadari bahwa otoritas suci yang diterimanya dari Kristus bukan dilaksanakan dengan otoriter, melainkan cintakasih pastoral. Sedangkan DPP sebagai lembaga konsultatif tidak boleh melampaui kewenangan pastor paroki lantaran terjebak dalam paham demokrasi seolah-olah DPP adalah parlemen,” tegas Dr. Norbert Jegalus mengakhiri paparannya.
Dalam kesempatan yang sama, RD. Sipri Senda menjelaskan Gereja dan Kitab Suci.
Dalam paparan Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang itu menjelaskan bahwa amanat Konsili Vatikan II melalui dokumen Dei Verbum artikel 25 untuk menggerakkan umat agar membaca kitab suci.
“Mengutip kata Santo Hironimus, siapa tidak mengenal kitab suci, tidak mengenal Kristus. Umat hendaknya memiliki kitab suci dalam keluarga dan waktu untuk membaca kitab suci. Patokannya adalah kalender liturgi yang memuat daftar bacaan harian sepanjang tahun,” tandasnya.
Sementara itu, tim relawan komisi Kitab Suci KAK, John Bahy juga memberikan materi pengenalan kitab Suci kepada anak-anak Sekami.
John Bahy menjelaskan seluk beluk Perjanjian Lama, sedangkan Emy Berek menjelaskan Perjanjian Baru.
“Hal ini penting untuk memperkenalkan kitab suci kepada anak-anak sehingga sejak dini mereka tertarik untuk membaca kitab suci dan mengenal tokoh-tokoh kitab suci,” kata John Bahy.
Dalam kuis kitab suci berhadiah, Marlin dan Clarissa yang memandu kegiatan ini memberikan aneka pertanyaan kuis yang diambil dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Anak-anak yang menjawab dengan benar mendapat hadiah berupa rosario, buku doa kerahiman ilahi dan buku Kitab suci mengubah hidup.
Pada kesempatan yang sama, RD.Eus Nofu, Pastor Paroki Santo Stefanus Noehaen mengungkapkan apresiasi atas pencerahan yang diberikan oleh kedua narasumber.
“Umat Noehaen bersukacita atas kehadiran Romo dan bapak Norbert. Banyak pencerahan telah diberikan. Itu semua menjadi bekal untuk memahami Gereja dengan benar dan menghayati partisipasi menghidupkan Gereja di tempat ini. Berkaitan dengan perayaan Minggu Sabda Allah, kiranya pencerahan tentang kitab suci makin menggerakkan kami umat Noehaen untuk rajin membaca kitab suci,” ungkap pastor Eus.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan perayaan ekaristi Minggu Sabda Allah, dipimpin Rm. Sipri Senda.
Dalam kotbahnya Rm. Sipri mengajak umat untuk mendengarkan Sabda Allah melalui membaca kitab suci, dan melaksanakannya dalam hidup. (BJ/V)