Beranda Opini Perempuan Pilar Peradaban Bangsa

Perempuan Pilar Peradaban Bangsa

155
0

Oleh: Margaretha M. D.Lopes

Sebuah OPINI tentang  Perempuan, Pendidikan dan Peradaban Bangsa.
Memajukan peradaban bangsa pada dasarnya adalah tanggung jawab sosial dari seluruh elemen bangsa, tidak mengenal laki-laki maupun perempuan.
Tentunya untuk membangun peradaban tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Namun dibutuhkan konsep yang baik, terencana dan perlu dukungan dari berbagai pihak.
Selama ini mungkin dalam pandangan umum bahwa tugas untuk membangun bangsa adalah dibebankan kepada para elit intelektual, dan umumnya adalah dibebankan kepada laki-laki karena dianggap lebih memiliki power.
Laki-laki lebih mendominasi peran-peran strategis dalam ranah publik dari pada perempuan, sehingga terkadang ide-ide perempuan kurang terdengar dan belum begitu terlihat memberikan sumbangsih nyata bagi peradaban bangsa.
Bahkan tidak hanya itu namun pada masyarakat tertentu, pendidikan bagi perempuan belum menjadi prioritas utama.
Realistisnya pendidikan memegang peranan penting bagi kemajuan bangsa ini. Suatu bangsa akan dianggap maju jika tingkat pedidikan rakyatnya juga tinggi.
Pendidikan yang tinggi dianggap akan meningkatkan perekonomian bangsa karena rakyat memiliki soft skill dan pengetahuan yang lebih luas sehingga dapat mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya.
Dalam hal ini, juga tidak terlepas dari masalah perempuan yang juga patut diperjuangkan aksesnya dalam bidang pendidikan.
Konstruk sosial masyarakat kita, terutama yang berada di wilayah pedesaan masih menempatkan posisi laki-laki dan perempuan pada keadaan yang tidak setara.
Laki-laki diidentikkan dengan kelas borjuis sedangkan perempuan sebagai kaum proletar. Keadaan yang demikian kemudian berimbas kepada persoalan akses, termasuk akses dalam bidang pendidikan.
Pendidikan bagi laki-laki lebih penting dari pada perempuan karena dianggap laki-laki adalah pencari nafkah, pemimpin keluarga, dan pengambil keputusan dalam berbagai hal. Perempuan hanya sebagai pendamping laki-laki yang mengurus wilayah domestik tidak perlu memiliki pendidikan yang tinggi.
Padahal sebenarnya pendidikan bagi perempuan adalah sesuatu yang sangat penting. Sebagaimana laki-laki dan perempuan juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan.
Jika dimaknai lebih dalam peran perempuan yang sangat strategis dalam keluarga, yakni sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya, tentu ini justru menuntut adanya pendidikan yang memadahi bagi perempuan.
Peningkatan kualitas dan kedudukan perempuan melalui pendidikan adalah menjadi sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan dan diprioritaskan bagi seluruh kaum perempuan.
Peningkatan kualitas perempuan meliputi kualitas intelektual, keterampilan, kepribadian, dan beberapa kompetensi lainnya sebagai bekal para perempuan menjalani kehidupan yang lebih baik sebagai ibu dan istri dalam keluarga dan juga sebagai perancang peradaban bangsa melalui generasi-generasi emas yang dihasilkannya. Untuk menghadapi semua persoalan di semua lini kehidupan diperlukan pendidikan yang mencerdaskan bangsa serta kompetitif dalam dunia global.
Lantas, bagaimana generasi–generasi emas ini bisa tumbuh dengan intelektual yang memadai? Bagaimana generasi penerus bangsa yang lahir dari perempuan-perempuan tersebut dapat menjadi generasi yang diharapkan dapat memajukan bangsa ini?, Jika peluang pendidikan dan pemberdayaan tidak dibuka seluas–luasnya kepada perempuan.
Negara ini perlu adanya peluang pendidikan, serta pemberdayaan perempuan tanpa adanya diskriminasi gender, agar bangsa ini bisa optimis bahwa generasinya akan dapat hidup secara adil dan setara serta mampu mewujudkan bangsa ini menjadi bangsa yang beradab.
Hay… perempuan-perempuan tanah air sadarlah dari tidur panjangmu kita tidak bisa maju jika tidak bisa keluar dari zona nyaman kita.
Marilah bekerja sama dalam upaya membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju.
Kita adalah makhluk yang berhak mendapatkan pendidikan. Melalui pendidikan, perempuan dapat mengembangkan potensi diri agar dapat meraih hidup yang lebih baik.
Jika seorang perempuan secara umum dan ibu secara khusus tidak memiliki pendidikan yang memadahi, maka bagaimana mungkin kita dapat berharap mereka dapat mendidik anak-anaknya dengan baik..
Negara ini butuh generasi–generasi cerdas, untuk mencapai cita-cita luhur bangsa ini yakni, sosialisme Indonesia. Maka mari kita cerdaskan generasi bangsa melalui pendidikan kaum perempuan.
Untuk semua perempuan, tidak ada perempuan yang tidak hebat. Semua perempuan hebat di bumi ibu pertiwi. Jika saat ini perempuan belum terlihat hebat, itu semata–mata belum diberikan kesempatan.
Tetap semangat dan jadi perempuan yang merdeka dan bahagia.
Penulis: Aktivis GMNI Cabang Kefamenanu, Alumni Universitas Timor.