Beranda Birokrasi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Bupati Mabar: “Tidak Pake Istilah 100...

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Bupati Mabar: “Tidak Pake Istilah 100 Hari, Tapi Apa Yang Mendesak”

22
0
Foto bersama usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih depan Rumah Jabatan Gubernur NTT. (Foto: Thildis/ ranaka-news.com).
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Tiba bergiliran di Aula Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur mengenakan seragam putih dilengkapai atribut, para Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 dari Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Timur, dan Timor Tengah Utara (TTU) siap dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat (26/2/2021) Pukul 15.00 Wita.
Kelima Pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik tersebut adalah Edistus Endi, SE dan dr. Yulianus Weng, M.Kes sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Herybertus G. Nabit, SE, MA dan Heribertus Ngabut, SH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Drs. Kristofel Praing, M.Si dan David Melo Wadu, ST sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Andreas Paru, SH, MH dan Raymundus Bena, SS, M. Hum sebagai Bupati dan wakil Bupati Ngada, Drs. David Juandi dan Drs. Eusabius Binsasi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU).
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, pimpinan DPRD NTT, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Sekda NTT, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK (TP) PKK/Dekranasda NTT, Ketua Dharma Wanita NTT, Ketua KPUD NTT, Para Bupati dan Wakil Bupati bersama istri, para Ketua DPRD dari kelima Kabupaten, para Pelaksana Harian (PLh), serta Rohaniwan Katolik dan Rohaniwan Kristen Protestan.
Sementara keluarga dan undangan lainnya menyaksikan acara dari luar ruangan melalui layar televisi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Bupati Manggarai Barat terpilih, Edistasius Endi, SE saat di wawancarai wartawan mengenai program kerja 100 hari, Bupati mengatakan dirinya dan wakil bupati siap menjalankan program kerja melalui visi dan misi yang sudah di rancang dalam RPJMD.
“Kita tidak pake istilah 100 hari, tetapi akan kami bawa ke dalam visi misi kerja yang akan kami terjemahkan kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan akan kami jalankan secara konsisten,” ungkapnya.
Lanjut Bupati, Tapi yang paling mendesak sekarang ini yang kita prioritaskan.
“Kita tahu bahwa sekarang ini kita masih bergelut dengan Coronavirus, maka yang kita pentingkan sekarang ini bagaimana mengatasinya,” ujar Bupati.
Dipaparkan Bupati, ada beberapa cara; dengan melakukan Tracing dan Rapid Antigen secara massal.
“Kita sudah siapkan 10.000 dan ini gratis. Hari Senin secara simbolis selesai apel kita akan serahkan kepada seluruh petugas kesehatan baik di rumah sakit maupun yang ada di puskesmas,” ujarnya.
Tidak hanya itu, kata Bupati Endi yang akrab disapa Edi Endi, Kota Labuan Bajo Kota Super Premium. Perhatian pemerintah pusat itu luar biasa. Di Labuan Bajo saat ini terkhususnya di jalan Soekarno Hatta saat ini saja sudah macet.
“Kalau satu dua tahun kedepan Labuan Bajo itu sudah macet kami tidak bangga. Kalau macet, itu cermin kegagalan pemimpin. Cermin kegagalan saya dan pak dr. Weng. Untuk mengatasi itu atau mengurai kemacetan untuk saya dan dr. Weng, akan kami mulai urai kemacetan dengan langkah:
Yang Pertama, Kami akan membuka ruas atau akses baru menuju kota.
Kedua, Kita akan menyiapkan atau rekayasa untuk tempat parkir.
Ketiga, Kita akan buat PerGub terkait dengan kendaraan roda enam yang masuk di wilayah perkotaan batasnya sampai jam 4 sore. Dari jam 5 masyarakat menikmati di areal pantai atau jalan Soekarno Hatta apakah berjalan kaki atau bersepeda,” jelasnya.
Ia juga mengatakan soal kebersihan. Syarat kota wisata itu kan bersih. Untuk menuju kesana, maka.
“Kami benahi dulu dapur. Kantor-kantor yang ada dilingkup Pemkab wajib hukumnya bersih. Kami tidak akan cek dulu lingkungannya, kami cek dulu wcnya. Wcnya harus rapi dan harum. Kalau wcnya tidak baik atau tidak bersih bisa saja kita tetapkan supaya kepala OPDnya dinyatakan terpapar Covid. Karena salah satu ciri orang yang terpapar covid itu kan tidak rasa (indra penciuman, red), apakah harum atau bau,” katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Edi Endi, kita akan benahi birokrat. Supaya melahirkan pemerintahan yang ikut memberi.
“Kenapa ini mendesak, karena pemerintah birokrat adalah roda penggerak; baik dalam pelayanan maupun hal lain. Nanti akan diikuti kalau sudah selesai RPJMDnya kita benahi OPD. Tetapi OPD ini baru bisa berjalan pembenahan kalau RPJMDnya selesai,” kata Edi Endi, menambahkan kita janji setelah dilantik wajib menyelesaikan, kita berusaha tidak boleh sampai dengan enam bulan, lebih cepat lebih baik. Setelah itu kita akan selesaikan revisi tata ruang wilayah.
Disaksikan media, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ketua TP PKK/ Dekranasda pada lima Kabupaten tersebut oleh Ketua TP PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat.
Kelima Ketua TP PKK Kabupaten yang dilantik adalah Trince Yuni sebagai TP PKK/Dekranasda Manggarai Barat, Meldyanti Hagur Marcelina sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda Manggarai, Cecilia Sarjiyem sebagai Ketua TP PPP/Dekranasda Ngada, Merliaty Simanjuntak sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda Sumba Timur, Elvira Berta Maria Ogom sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda TTU. (MD)