Beranda Regional Ketua Pemuda Katolik NTT Tanggapi Pernyataan Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla

Ketua Pemuda Katolik NTT Tanggapi Pernyataan Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla

45
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Tindakan terorisme secara tidak manusiawi bermula dengan rencana pembunuhan  diberbagai tempat keramaian, salah satunya titik target pelaku terorisme seperti kejadian ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada hari Minggu 28 Maret 2021.
Ketua Pemuda Katolik NTT, Agustinus  Payong Boli, SH  mengatakan, sebagai pribadi tentu ada Kekwatiran keselamatan umat manusia di seluruh Indonesia melihat dan mendengar berita yang beredar  diberbagai sumber seperti media CNN, ada  himbauan Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan  ada potensi Teroris Serempak berskala Nasional.
Menanggapi hal itu, Agus Payong Boli selaku Ketua Pemuda Katolik NTT mengajak seluruh umat Indonesia baik NTT maupun Kabupaten Flores Timur harus waspada karena dibeberapa tempat  Kabupaten Bekasi dan Jakarta Timur, polisi bahkan sudah mengamankan lima bom aktif saat mengamankan empat terduga teroris di dua lokasi tersebut.
“Kepada seluruh masyarakat perlu waspada tentang berbagai tindakan terorisme seperti kejadian di Makassar, tentu bukan satu diantara mereka bisa saja melainkan kelompok, sehingga perlu ada kewaspadaan betul-betul pada situasi menjelang perayaan Paska,” tandasnya  kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).
Ia pun mengajak seluruh masyarakat tetap tenang dan waspada pada saat menjelang Paskah, “ini perlu banyak berdoa dan berpasrah kepada Tuhan dan pihak keamanan terbukti Polisi juga telah menangkap 13 orang yang diduga merupakan kelompok terorisme sehari usai aksi bom bunuh diri di Katedral Makassar yang sempat teredar diberbagai macam sumber berita dan media sosial.
Lanjut Agus, mereka tertangkap di empat tempat berbeda dianataranya, lima orang di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Jakarta-Bekasi empat orang dan Sulawesi Selatan. Empat orang ini bisa saja rencana jahat untuk melakukan sebuah aksi untuk merusak kenyamanan umat manusia.
Ia mengatakan, “peristiwa ini pihak keamanan pun semakin ketat membentuk barisan pengamanan apalagi menjelang perayaan Paskah yang kita tinggal menunggu waktu sehingga  besar harapan agar berjalan damai dan penuh keselamatan umat manusia diseluruh indonesia terkhusus NTT dan Kabupaten Flores Timur,” tutup Wakil Bupati flores Timur itu. (HL/ T)