Beranda Regional Dirut NTT Sewangi Jaheku, Jack Bouk Bantu Korban Banjir Malaka

Dirut NTT Sewangi Jaheku, Jack Bouk Bantu Korban Banjir Malaka

24
0
Ketua Ikatan Keluarga Malaka Jakarta, Jack Bouk (Foto: Thildis/ranaka-news.com).
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Banjir bandang yang melanda Kecamatan Malaka Tengah dan Malaka Barat serta sekitarnya pada awal April 2021 masih  menyisahkan penderitaan sejumlah warga yang kehilangan harta benda bahkan nyawa duka yang dialami warga di Kabupaten Malaka ini mengundang empati dari sejumlah elemen untuk terlibat memberikan bantuan kemanusiaan.
Salah satunya adalah Komisaris PT NTT Sewangi Jaheku dan juga sebagai Dirut PT Krismore Jaya Mandiri, Yakobus Bouk yang akrab disapa Jack. Selama dua hari, 21-22 April 2021, Jack memberi bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak banjir bandang berupa pakaian baru dan layak pakai, masker dan sembako yang terdiri dari beras, telur, minyak goreng, indomie, biskuit dan susu.
“Semoga  bantuan ini bisa berguna untuk saudara- saudara kita di Malaka,” kata Ketua Ikatan Keluarga Malaka Jakarta (IKMJ)i ini disela-sela menyaksikan pelantikan 3 Bupati dan Wakil Bupati Terpilih yaitu Malaka, Belu dan Sumba Barat yang dilantik oleh  Gubernur  NTT,  Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, SH , M.Si di Aula El Tari Kupang , Senin (26/4/2021).
Ia mengatakan sumbangan yang diberikan ini, bukan dari dirinya melainkan berasal dari Tuhan Yesus.
“Sumbangan ini Tuhan Yesus yang kasih dan kita cuman yang menyalurkanya,” ungkap Jack.
Ia menjelaskan, banjir bandang yang melanda Malaka telah mengakibatkan derita panjang bagi warga karena lahan pertanian yang menjadi sumber pangan mereka ludes tersapu banjir. Karena itu bersama teman-teman diaspora di Jakarta, coba menghimpun dari apa yang dimiliki dan berhasil mengumpulkan 2.500 paket yang disumbangkan pada kesempatan ini.
Dirut PT Krisjaya Anugerah Sejahtera ini berharap, bantuan yang diberikan itu setidaknya dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana badai Siklon Tropis Seroja beberapa waktu lalu.
“Mari kita menyimak bahwa bencana itu sebagai suatu ujian bagi kita untuk kita lebih dekat kepada Tuhan. Karena Tuhan adalah sumber kehidupan. Dan kalau ada musibah begini kita lebih semakin dekat sama Tuhan. Kenapa orang yang hidup  bergantung pada Tuhan, percaya  saja pasti hidupnya dirubah, hidupnya akan berhasil karena tangan Tuhan menyertai orang itu,” ungkap  Bendahara Vox point Indonesia.
Lebih lanjut Ia mengisahkan, sekitar 40 tahun yang lalu, mereka juga  mengalami peristiwa banjir serupa seperti sekarang. Namun karena  sudah biasa hidup di hulu sungai Benenai, peristiwa banjir dianggap hal biasa. Hanya saja kali ini memang agak tinggi karena sepanjang aliran sungai Benenai itu, pohon Kelapa sudah hilang. Tidak ada penanaman pohon akhirnya musibahnya bertambah tinggi.
“Kami mendorong saudara-saudara yang terdampak, mari bangkit untuk kita sama-sama berjuang  untuk kearah yang lebih baik,” pintanya Jack.
Sementara itu, salah satu anggota Diaspora Malaka di Kupang, Martho Tey Seran  kepada media ini mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah  Malaka, tanggal 4 dan 5 April lalu, selain rumah-rumah penduduk yang mengalami kerusakan,  ribuan ekor ternak milik warga juga terbawa banjir. Ternak- ternak tersebut terdiri dari sapi, babi dan kambing milik warga juga terbawa banjir.
Ia juga menyampaikan, sebelum membagikan Sembako kepada masyarakat  Malaka yang terdampak, satu minggu sebelum bantuan turun, Jack membuka dapur umum untuk masyarakat Malaka sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada sesama yang menderita.
“Mewakili masyarakat Malaka, saya  mengucapkan terima kasih kepada pa Jack Bouk yang juga sebagai Ketua Pembina Ikatan Keluarga Malaka Jakarta, bersama Ikatan Keluarga Malaka yang ada di Jakarta, para donatur lainnya yang dikoordinir oleh pak Jack, limpah terima kasih Tuhan memberkati kita,” ucap Martho T. Seran. (MD)