Beranda Nasional Polemik Impor Sapi, Ketua DPD Pospera NTT Angkat Bicara

Polemik Impor Sapi, Ketua DPD Pospera NTT Angkat Bicara

127
0
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membeli peternakan sapi di Belgia, mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Bagi saya, Kebijakan tersebut bukan ide yg cerdas untuk mengurangi impor daging sapi, bahkan tidak mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan nasional. Negara kita alamnya kaya dan memiliki lahan yang sangat luas untuk dipakai membangun lahan peternakan. Namun, kenapa Erick Thohir tidak membangun lahan peternakan di Indonesia? Jika Menteri BUMN membeli perusahaan peternakan sapi di Belgia, lalu kirim ke Indonesia, sama juga impor,” ungkap Karunia Meianto Lily selaku Ketua DPD Pospera NTT dalam keterangan tertulis, Jumat (30/4/2021).
Bukan kah, dengan membangun lahan peternakan sapi di Indonesia, bisa meningkatkan kesejahteraan bagi petani dan peternak? Atau jangan-jangan Erick Thohir tidak ingin Indonesia mandiri dan petaninya sejahtera, sampai harus membeli peternakan sapi di luar Negeri? tanya Iant Lily yang akrab disapa.
Iant menambah bahwa Setiap tahun, Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu penyumbang sapi terbesar bagi penduduk Jakarta, itu makanya tahun 2014, bapak Jokowi saat itu masih menjadi Gubernur DKI Jakarta datang ke NTT untuk mengadakan kerjasama dengan Pemprov NTT terkait pengiriman sapi ke Jakarta.
Jokowi melihat bahwa NTT punya potensi sapi yang sangat besar bahkan dengan kerjasama tersebut akan meningkatkan ekonomi bagi peternak sapi di NTT. Kesepakatan tersebut, tidak hanya berhenti saat pak Jokowi menjadi Gubernur DKI saja, tetapi sampai beliau menjadi presiden terpilih 2014, presiden Jokowi langsung memberikan akses tol laut dan kapal khusus sapi untuk pengiriman ekor sapi ke Jakarta dan beberapa provinsi lain.
Selain itu, Jokowi juga membangun bendungan, embung dan membangun lahan-lahan tidur yang bertujuan untuk meningkatkan pengembangan sektor pertanian dan peternakan di NTT
“Tindakan Presiden Jokowi, bagi saya adalah tindakan yang tepat, karena beliau melihat bahwa tidak perlu jauh- jauh membangun peternakan sapi sampai ke luar negeri, karena negara kita tidak kekurangan lahan potensial untuk membangun peternakan sapi. Data saat ini, NTT memiliki 865 ribu ekor sapi dan termasuk daerah dengan penyuplai sapi tertinggi di Indonesia,” tukasnya.
Karena itu, jika Erick Thohir sebagai pembantu presiden berpikir sama seperti yang bapak Jokowi pikirkan maka peternakan sapi di Indonesia akan maju dan rakyat akan sejahtera. Jokowi sudah berkali-kali datang ke NTT. Harusnya Menteri BUMN juga datang ke NTT, lihatlah potensi sapi di sini. Lahan kami di sini masih sangat luas dan dengan sangat mudah kita bisa melihat sapi di sepanjang perjalanan kita menelusuri kabupaten yang ada di NTT,” tandas aktivis Pospera ini.
“Akhir kata dari saya untuk Erick Thohir, membangun peternakan sapi di NTT, pada hakikatnya kita sedang membangun kemandirian, membangun kedaulatan pangan dan membangun kesejahteraan rakyat,” pungkasnya menohok. (BB)