Beranda Regional NTT Mengapresiasi Peran Sending, Peran Gizi Dalam Sektor Pendidikan

NTT Mengapresiasi Peran Sending, Peran Gizi Dalam Sektor Pendidikan

21
0
KUPANG, RANAKA- NEWS. com- Memperingati  hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2021, tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (3/5/2021) berlangsung di halaman depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas 2021 yang bertema ” Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar” dihadiri kepala sekolah SMK/ SMA, para juara lomba baik guru maupun siswa, secara daring dan luring menerapkan protokol kesehatan ketat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd mengenakan pakaian adat khas suku Ngada Flores dan seluruh peserta upacara yang hadir secara luring juga tampak mengenakan baju adat dari beragam daerah se-NTT.
Kadis P dan K, Linus Lusi ketika membacakan pidato Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadien Anwar Makarim mengajak seluruh warga pendidikan untuk mengesampingkan kesulitan-kesulitan yang dialami selama pandemi.
Kadis Linus Lusi mengatakan, Hardiknas bisa jadi momentum membangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om swastyastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan, Rahayu. Saudara-saudari sebangsa dan setanah Air,
“Hari ini, kedua kalinya kita memperingati dan merayakan Hari Pendidikan Nasional di tengah suasana pandemi Covid-19. Masa-masa ini tidaklah mudah bagi para pendidik, pelajar, orang tua, serta kita semua yang menjalani aktivitas di tengah wabah yang masih melanda dunia.
Pada hari ini Iahir Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, sekaligus hari penting bagi pendidikan nasional. mari kita kesampingkan sejenak segala kesulitan. Hari ini kita bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia.
Ibu, Bapak, serta adik-adikku pelajar Indonesia,
Terlalu lama pemikiran Ki Hajar Dewantara tidak kita manfaatkan sepenuhnya. Pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia haruslah menuju arah lahirnya kebahagiaan batin serta juga keselamatan hidup. Esensi mendasar pendidikan haruslah memerdekakan kehidupan manusia.
Lebih lanjut, Pemikiran Kihajar Dewantara sebelumnya juga seorang putra Nusa Tenggara Timur asal Sabu tokoh pergerakan Menteri Penerangan. Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT pertama, bapak Isak Huldoko saat berpidato di Taman siswa pada konferensi antar Indonesia bulan Juli dan Agustus tahun 1949, dalam kabinet anak agung, Gede Agung dua.
Dikatakan bahwa berkat keberanian pemimpin-pemimpinnya maka Taman Siswa senantiasa dapat mempertahankan dasar-dasar dan asas kebudayaan bangsa kita.
Taman Siswa telah mampu menghidupkan kembali berbagai cara belajar dan mendidik siswa serta menerapkan berbagai  cara yang hidup yang baik pada umumnya dan amat berguna bagi pembangunan seluruh rakyat Indonesia. Pada umumnya dan amat berguna bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita juga dalam konteks Nusa Tenggara Timur perlu mengapresiasi peran sending, peran gizi dalam sektor pendidikan. Tercatat di tahun1861 para misionaris membuka sekolah di Larantuka, tahun 1874 membuka sekolah di Bajawa, tahun 1912 membuka sekolah di Boawae dan tahun 1902 sekolah pendeta dibuka Rote Ndao.
Pada hari ini, mulai hari ini, pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia  harus kita jiwai dan kita hidupkan kembali agar lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujudnya kemerdekaan belajar yang sejati.
Hari ini adalah sebuah momen yang tepat bagi kita untuk merefleksikan kembali apa saja yang sudah dikerjakan dengan baik dan apa saja yang perlu diperbaiki. Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang.
Saudara-saudari yang saya muliakan, Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan rasa percaya diri. Karenanya, kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar.
Empat upaya perbaikan terus kami kerjakan bersama berbagai elemen masyarakat. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.
Sejak bapak Menteri Pendidikan menjabat sampai dengan saat ini, termasuk pada masa pandemi, sepuluh episode Merdeka Belajar telah diluncurkan dan akan masih banyak lagi terobosan-terobosan Merdeka Belajar yang akan kita lakukan. Transformasi yang bermakna ini kami kerjakan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan.
Dari lubuk hati yang terdalam, Bapak Menteri dan keluarga besar kementerian mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Terobosan-terobosan Merdeka Belajar betul-betul dapat menyasar seluruh masyarakat, mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orangtua, para wakil rakyat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha dan dunia industri, dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote.
Bapak, Ibu  dan adik-adik pelajar yang Bapak Menteri banggakan, dalam konteks Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bapak  Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Bapak  Wakil Gubernur, Josef Nae Soi dengan visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera telah menorehkan kebangkitan pendidikan seperti meningkatkan kesejahteraan guru komite dan guru yayasan, mengangkat tenaga- tenaga kependidikan, memfokuskan pada penguatan literasi, memerasi dan kebiasaan karakter memberi dukungan terhadap sekolah penggerak dan guru penggerak, memberi dukungan pengembangan terhadap sekolah kejuruan baik reguler maupun SMK 4 tahun, meningkatkan akreditasi sekolah kejuruan maupun sekolah menengah atas.
Disamping itu juga didalam semangat Tim kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi NTT tahun ini berkat kerja keras dari seluruh unsur dan semua tim dalam penilaian oleh inspektorat Provinsi, kita Dinas P dan K memperoleh nilai kategori A dengan total 80,23.
Saudara-saudara sekalian, sebelumnya Dinas P dan K kita yang membawahi 903 sekolah, 250 ribu siswa dan 25 ribu guru tenaga dan kependidikan hanya memperoleh bobot 56 dari 39 OPD. Ini menunjukan sebuah kerja tim berbasis manajemen talenta yang selalu kita dorong dengan kekuatan- kekuatan yang dimiliki oleh seluruh unsur baik kepala sekolah, orangtua  maupun unsur- unsur lainnya.
Krisis pandemi ini adalah ladang optimis yang menunggu untuk kita panen. Krisis adalah kesempatan kita untuk menuai sebuah kemajuan. Saat ini ada sebagian yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, ada juga yang tengah bersiap.
Bapak Menteri sangat bersemangat, melihat masyarakat sadar bahwa kita harus terus bergerak maju dan melakukan berbagai lompatan kemajuan tanpa sebuah keraguan, tentunya dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan.
Kita perlu memahami bahwa pandemi bukan satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Di depan, masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus kita lalui bersama. Mari kita lalui segala tantangan dengan inovasi dan solusi. Mari kita ciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia.
Ketahuilah tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi bangsa yang besar ini jika kita tidak bergotong royong. Bahwa dengan semangat  bergotong royong upaya kita  mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana. Silih asah, silih asuh, dan silih asih. Saling memintarkan, saling menyayangi, dan saling memelihara, demi satu tujuan: SDM unggul, Indonesia maju.
Akhir kata, di hari yang mulia ini, di bulan yang penuh kemenangan ini, Bapak Menteri  ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari bangkit dan pulih. Mari serentak bergerak, wujudkan Merdeka Belajar.
Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, 0m shanti, shanti, shanti, om, Namo buddhaya, Salam kebajikan. Jakarta 2 Mei 2021, tertanda Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadien Anwar Makarim.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah, lomba cipta dan baca puisi siswa SLB, tenis meja perorangan putra dan putri, lomba cipta lagu mars restorasi, cipta lagu Mars Perempuan PGRI tingkat nasional, menyanyi solo perempuan PGRI tingkat nasional 2021. (MD)