Beranda Pendidikan Ujian Nasional Ditiadakan, SMA Plus Masa Depan Mandiri Pilih Penugasan

Ujian Nasional Ditiadakan, SMA Plus Masa Depan Mandiri Pilih Penugasan

55
0
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Sekolah  Menengah Atas (SMA) Plus Masa Depan Mandiri  yang terletak di Jalan Untung  Surapati  RT/ RW 06/02 Kelurahan Manulai 2 Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan hasil kelulusan siswa  tahun 2021 tepat pada  2 Mei 2021.
“Kelulusan tahun ini  sudah pasti berbeda. Berbedanya itu memulai dari sistem ujian yang dilaksanakan yaitu sesuai  dengan edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 tahun 2021, bahwasannya ditiadakan ujian nasional. Jadi ujian nasional  untuk semua sekolah ditiadakan,” jelas Kepala SMA Plus Masa Depan Mandiri, Maxsen  A. Mauk, S.Pd., M.Pd di Sekret pribadi Selasa (4/5/2021).

Kepsek Maxsen menjelaskan ujiannya itu diserahkan sepenuhnya  kepada satuan pendidikan atau sekolah dengan ada tiga kategori dipilih salah satu, antara lain
Pertama, dalam daring/jaringan. Kedua, portofolio; hanya yang dilihat raport-raport  siswa selama Dia bersekolah, dan  yang Ketiga, penugasan.
“Kita sekolah pilih penugasan. Penugasan itu tentu tetap semua mata pelajaran diberikan baik itu praktek maupun teori dalam bentuk soal-soal. Hanya waktu itu desain kita, kita combine (menggabungkan) dengan cara daring jadi penugasan tetapi dibuat bentuk soalnya  lalu dikirim secara lewat jaringan. Mereka kerja di rumah lalu antar. Karena dalam edaran itu disampaikan bahwa dilarang untuk menghimpun anak-anak  di sekolah.  Berarti tidak boleh ujian di sekolah tapi ujianya di rumah diawasi oleh orangtua tapi tetap pakai seragam dan di foto supaya benar  dia bekerja di sekolah dalam kondisi fisik yang siap,” jelas Kepsek Maxsen Mauk.
“Kita di sekolah kita rapat lalu kita ikuti surat penyampain kepada orangtua. Yang jadi persoalan adalah menjelang ujian datanglah seroja, maka jaringan semua terganggu, sehingga tadinya kita rencana mau soalnya dikirim lewat jaringan jadinya kita bukan lagi lewat jaringan terpaksa kita copy soal lalu anak-anak datang ambil untuk kerja di rumah. Jadi, sistemnya itu,” sambungnya.
Lanjut  Kepsek, dengan demikian maka yang ikut ujian kita punya sebanyak 43 orang yaitu IPS dengan IPA.  Yang lulus itu 40 sedangkan yang 3 tidak. Mengapa yang  tiga tidak, yang 3 tidak lulus karena  mereka  sebenarnya memenuhi 2 syarat; syarat kelulusan itu antara lain pertama, harus menyelesaikan semua program pendidikan yang kita tuntun yaitu dibuktikan dengan memiliki raport semester 1,2,3,4,5 itu ada memang. Kedua memiliki nilai sikap yang minimal baik. Ketiga, mengikuti ujian sekolah yang diselengarakan oleh sekolah. Nah yang 3 ini tidak ikut.
“Kita wali kelas dan panitia telp menghubungi walinya dan sebagainya, sampai kemarin sebelum saya tandatangan SK Keputusan kelulusan tidak ada, tidak bisa terhubung sama sekali. Jadi sehingga 3 orang tidak lulus; IPA satu orang dan 2 Jurusan IPS,” kesal Kepsek Maxsen.
Diakuinya jurusan yang banyak diminati siswa adalah jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). “Kita memang punya program-progam unggulan yang membentuk karakter siswa untuk hidup mandiri kedepan. Misalnya berwirausaha  dan lain-lain,” ungkapnya.
Sekolah yang memiki 6 rombongan belajar ini dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 14 orang, menurut Kepsek,  sebenarnya kualitas guru-guru yang mengajar disini juga cukup baik, karena kita ikuti terus  dan menciptakan anak-anak yang punya daya saing yang tinggi, baik secara teori maupun secara praktek. Misalnya mereka test paskibraka lulus.
Mantan Kepsek SMEA/SMKN 1 Kota Kupang ini juga menyampaikan, terkait penerimaan siswa baru, sebenarnya “kita sudah mulai buka dari sekarang. Kalau swasta ini kan tidak dibatasi  sampai kapan. Hanya aturan juknisnya itu tetap menggunakan satu yang dari dinas. Hanya juknis belum dikeluarkan. Tapi swasta kan boleh saja. Membuka peluang lebih awal dan bisa saja di tutup paling akhir karena biasa selama ini  lebih banyak orang larinya kenegeri,” imbuhnya.
 Ia mengatakan, dengan situasi ini mestinya orangtua  tidak ragu memasukan anak apalagi yang beralamat disekitar sini Manulai satu, Manulai 2, Batu Plat, Bakunase, “Kita punya program-progam unggulan yang membentuk karakter siswa untuk hidup mandiri kedepan. Misalnya  berwirausaha  dan lain-lain. Sebenarnya kualitas guru-guru yang mengajar disini juga cukup baik, karena kita ikuti terus  dan menciptakan anak-anak yang punya daya saing yang tinggi, baik secara teori maupun secara praktek.  Misalnya mereka test paskibraka lulus,” jelas Kepsek Maxsen.
Terkait penerimaan siswa baru, sebenarnya kita sudah mulai buka dari sekarang. Kalau swasta ini kan tidak dibatasi  sampai kapan hanya aturan juknisnya itu tetap menggunakan satu yang dari dinas. Hanya juknis belum dikeluarkan.  Tapi swasta kan boleh saja. Membuka peluang lebih awal dan bisa saja di tutup paling akhir karena biasa selama ini  lebih banyak orang larinya kenegeri.
“Kalau kita disini sejak sekolah ini berdiri kita belum naikan sppnya itu kita tetapkan, menurut saya itu sudah paling minim Rp150 perbulan. Pembangunan cuma 1 juta selama 3 tahun. Itupun kita kasih cicil. Jadi satu tahun boleh bayar lima ratus- lima ratus,  sampai dengan selesai . Ya untuk tambah-tambah  alat-alat dan sebagainya. Jadi kalau dilihat dari tren peningkatan, sejak awal kita buka siswanya yang masuk pertama itu hanya 6 orang, tapi dalam perjalanan mereka ujian jadi 21 orang. Tahun berikutnya bertambah-bertambah dua kelas sampai sekarang 6 kelas. Kita tahun 2019 sudah terakreditasi B, puji Tuhan baru pertama kali terakreditasi tapi sudah  langsung ke B, kita bersyukur lah sekarang masuk tahun ke 3,” bangga Kepsek Maxsen.
Kepsek mengaku fasilitas di sekolah tersebut seperti  komputer sebanyak 25 buah dan Lab Kimia gedungnya sudah ada, tapi peralatannya belum. “Dari komite mengatakan sedikit- sedikit sambil menanti siapa tau Pemerintah memprogramkan untuk kita bisa dapat tahun ini misalnya,” harap Sekretaris Badan Pekerja Daerah PGI NTT. (MD)