Beranda Regional Kementan Pacu Petani Sumba Tengah Kembangkan Food Estate 10 Ribu Ha 3...

Kementan Pacu Petani Sumba Tengah Kembangkan Food Estate 10 Ribu Ha 3 Kali Tanam

39
0
WAIBAKUL, RANAKA- NEWS.com- Direktur perlindungan tanaman pada Kementerian Pertanian RI, Dr Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, M.M memacu pemerintah dan petani Sumba Tengah untuk meningkatkan perluasan lahan pengembangan food estate dari 5000 ha menjadi 10.000 ha.
Target pemerintah pusat adalah setahun, petani harus menanam tiga kali. Misalnya  menanam padi, padi dan palawija atau menanam padi terus menanam palawija dan palawija. Secara teknis, hal  tersebut sepenuhnya kembalikan kepada pemerintah daerah dan para petani untuk melaksanakannya. Sebab pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian RI telah memutuskan harus mensukseskan food estate Sumba Tengah agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani Sumba Tengah.
Karena itu, kehadirannya bersama sejumlah staf di Sumba Tengah adalah ingin mendorong pelaksanaan program food estate berjalan sesuai rencana.
Target Sumba Tengah menjadi penyuplai komoditas kebutuhan pangan secara nasional. Semua itu hanya dapat terwujud melalui kerja keras pemerintah, petani, penyuluh dan semua elemen masyarakat lainnya yang menaruh kepedulian terhadap pembangunan pertanian di SumbaTengah ini.
Kegiatan food estate merupakan program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani Sumba Tengah.
Direktur Perlindungan Tanaman pada Kementerian Pertanian RI, Dr Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, M.M menyampaikan hal itu sesaat setelah mengadakan pertemuan dengan tim teknis pengembangan lahan food estate di bukit Joko Widodo di Ngoro Lenang, Kecamatan Katikutana, Sumba Tengah, Senin (3/5/2021).
Didampingi Kepala Dinas Pertanian Sumba Tengah, Umbu K.Pari, STP, Direktur Perlindungan Tanaman pada Kementerian Pertanian RI, Dr.Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, M.M  lebih lanjut menjelaskan, peningkatan kesejahteraan  petani hanya dapat terwujud melalui produksi pangan.
Dan hal itu menjadi tanggungjawab bersama dan harus  sukses. Sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat mensukseskan program food estate Sumba Tengah maka mulai akhir tahun 2020 menurunkan  bantuan saran prasarana dan pendampingan. Semua itu bertujuan mensukseskan pembangunan food estate Sumba Tengah.

Kini, di bukit Joko Widodo di Ngoro Lenang, Kecamatan Katikutana, Sumba Tengah, kita memandang ke depan menyaksikan hamparan persawahan  sangat luas dimana sebagian petani sudah memanen padi, sebagian lainnya mengantre memanen karena peralatan mesin potong terbatas dan sebagian lagi sedang menunggu buah padi (bulir) padi matang dulu baru panen. Gambaran ini menjelaskan petani sudah menikmati hasilnya.
Hal itu juga menunjukan memang terjadi serangan hama belalang tetapi  serangan itu tidak signifikan. Hal mana petani tetap melakukan panen padi seperti  biasa. Meskipun ada sebagian kecil  tanaman milik petani terserang hama belalang.
Selanjutnya menjadi tugas bersama kita semua,  mendorong petani menanam  dari lahan 5000 ha menjadi 10.000 ha. Secara teknis, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi terhadap serangan hama seperti hama belalang. Indentifikasi tim teknis, menemukan hama belalang itu datang dari arah Sumba Timur.
Diakui, hama belalang itu menyerang  padang savana dan serangan pada spot-spot tertentu terhadap tanaman padi maupun jagung.Namun, berkat kesigapan pemerintah daerah Sumba Tengah menggerakan seluruh OPD ke lapangan membasmi hama belalang mampu mencegah sebagian tanaman padi dan jagung milik petani luput dari serangan hama belalang.
Karena itu, Ia mengajak seluruh pihak mendukung pengembangan program food estate Sumba Tengah demi peningkatan kesejahteraan petani Sumba Tengah ke depan. (YB/T)