Beranda Regional Hadiri Talk Show Bank NTT, Jefriantus Baitanu: Menabung Sejak Dini

Hadiri Talk Show Bank NTT, Jefriantus Baitanu: Menabung Sejak Dini

111
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur disingkat Bank NTT menyelenggarakan kegiatan Talk Show dengan tema “Literasi Inklusi Keuangan NTT, Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar,” yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Kamis (6/5/2021).
Kegiatan Talk Show secara virtual tersebut  dihadiri Jefriantus Baitanu, S.Pd salah satu peserta (guru) dari SMKS Katolik Kefamenanu.
“Selain saya dari SMKS Katolik Kefamenanu juga dari sekolah-sekolah lain yaitu SMA Pelita Karya Kefamenanu yang diikuti oleh siswa dan guru pada Bank NTT cabang Kefa. Dan untuk Kota Kupang selenggarakan di Hotel Aston. Sedangkan Bank NTT cabang setiap daerah ikutnya secara virtual di kantor cabang masing-masing bahkan ada yang ikut dari sekolah,” jelas Jefriantus Baitanu, S.Pd dalam rilis yang diterima media RANAKA- NEWS.com, pada Kamis (6/5).
“Peserta dari Bank NTT cabang Kefa utusan dari Guru SMKS Katolik Kefamenanu saya sendiri, Mahasiswa dan Dosen FISIP UNIMOR, Manajer Bank NTT Cabang Kefa serta beberapa orang pegawai,” tambah Jefri.
Lebih lanjut Ia mengatakan, dalam kegiatan ini juga dibahas soal Merdeka Belajar yang dicanangkan pak Nadiem Makarim, tentunya ini sangat baik dan memiliki dampak positif untuk sekolah.
“Untuk keterkaitanya dengan Merdeka Belajar, Bank NTT dapat menjadi media perantara untuk penagihan keuangan sekolah pembayaran gaji guru swasta. Jadi, bendahara sekolah hanya mengontrak tanpa harus mengabaikan tugas pokoknya sebagai pengajar, dengan demikian merdeka balajar bisa tercapai,” jelas Jefri.
“Dampak lainnya bahwa guru harus memberikan pemahaman kepada siswa/i terkait literasi. Dalam hal ini literasi keuangan, dengan menabung sejak dini, menabung mandiri atau pun bisa melalui bank NTT (produk simpel),” tegas Guru Produktif  Akuntansi SMKS Katolik Kefamenanu.
“Harapan saya sebagai peserta sekaligus Guru dari SMKS Katolik Kefamenanu yang mengasuh mata pelajaran Akuntansi dan Keuangan Lembaga, kegiatan ini boleh menjadi kegiatan rutinitas, karena mempunyai dampak yang positif terhadap guru dan siswa/i, apalagi berkaitan dengan pemahaman literasi keuangan,” tutup Baitanu. (BB/T)