Beranda Regional Ketua BELATI NTT: Jangan Ada Yang Menghalangi Niat Bupati dan Wabub Untuk...

Ketua BELATI NTT: Jangan Ada Yang Menghalangi Niat Bupati dan Wabub Untuk Proses Audit

212
0
Akademisi Muda UNIMOR, Richardus Bria Seran, SE, MM
KEFAMENANU, RANAKA-NEWS.com – Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Malaka mendapat dukungan serius dari Ketua Pembela Pancasila Sakti (BELATI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Rikhardus Bria Seran, SE. M.M.
“Semua elemen serta instansi terkait memberikan ruang kepada Bupati dan Wakil Bupati Malaka melakukan audit. Semua elemen harus beri ruang kepada Bupati dan Wakilnya bersama instansi terkait melakukan tugasnya, mengaudit administrasi untuk menyehatkan keuangan daerah,” ujar Ketua BELATI NTT, Rikardus Bria Seran, saat dikonfirmasi wartawan RANAKA-NEWS.com,  Minggu (9/5/2021).
Rikardus yang juga mantan ketua GEMMA Kefamenanu ini meminta agar jangan ada pihak-pihak yang mencoba menghalang-halangi niat Bupati dan Wakil Bupati dalam proses audit,  sebab ini urusan besar demi pemulihan keuangan daerah dan kesejahteraan rakyat.
“Semua dinas teknis tetap mengerjakan tugasnya sebagaimana biasanya, dan berilah ruang kepada Bupati dan Wakil Bupati Malaka selama proses audit selama 100 hari sesuai dengan misinya. Hal ini perlu dilakukan karena masih banyak ditemukan urusan-urusan terkait dinas teknis yang kelihatan mandek selama ini,” pinta Riky.
Menyinggung bencana banjir kemarin, Putra kelahiran Badarai ini mengatakan bahwa semuanya terlihat jelas disaat dampak bencana kemarin, hingga sampai saat ini dinas-dinas terkait belum bergerak.
“Untuk sektor pendidikan, banyak sekolah yang masih diendap lumpur banjir, juga sektor pertanian, banyak sawah sepanjang Harekakae dan kletek mengering dan mungkin akan mengakibatkan gagal panen,” sambung Riki.
“Kalau ingin Malaka maju maka kita harus kerja sesuai tupoksi masing-masing dengan penuh akuntabilitas,” tegasnya.
Jangan sampai, tambah Riki, semua pekerjaan mandek gara-gara Bupati melakukan audit.
“Lebih parah lagi, jika menciptakan situasi di mana Bupati pergi, semua Dinas harus turut serta. “Sebab situasi seperti itu pernah terjadi di Malaka. Bahkan sering terjadi,” ungkapnya.
“Untuk itu mari beri ruang kepada pimpinan berdua dan yang lain jalankan tugasnya seperti biasa,” tutup Akademisi muda UNIMOR ini. (BB)