Beranda Daerah PT Asiabeef Biofarma Indonesia Kembangkan Metode Rans Bagi Para Peternak Sapi di...

PT Asiabeef Biofarma Indonesia Kembangkan Metode Rans Bagi Para Peternak Sapi di Pulau Sumba

29
0
WAINGAPU, RANAKA- NEWS.com- Kabupaten Sumba Tengah mulai serius ingin mengembangkan metode Pengembangan sapi berbasis padang penggembalaan (ranch) dalam skala besar yang dilakukan oleh PT. Asiabeef Biofarma Indonesia, sebuah perusahaan asal Negara Brasil yang bergerak di bidang peternakan modern seperti yang berada di Desa Lailanjang, Kecamatan Rindi Umalulu, Kabupaten Sumba Timur.
Ranch yang kini menjadi pusat pengembangan peternakan sapi terbesar di NTT tersebut tidak hanya sebagai tempat pengembangan sapi ongole, tetapi juga akan dijadikan sebagai pusat percontohan dan pembelajaran bagi para peternak sapi di pulau Sumba dan NTT.

Pada Jumat (14/5/2021) Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu bersama rombongan menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan menyaksikan pola pengembangan sapi berbasis padang penggembalaan berskala besar tersebut.
Peninjauan dilakukan sebagai contoh dan pembelajaran bagi peternak di Sumba Tengah tentang bagaimana mengelola peternakan sapi modern berbasis padang penggembalaan yang semuanya direncanakan dan dikerjakan secara sistematis.
Penanggungjawab Ranch Asiabeef, Mario Marcio mengatakan, Ranch yang telah dibangun sejak tahun 2015 diatas lahan seluas 986 Ha ini digunakan untuk memelihara dan mengembangkan ternak sapi yang kini mencapai kurang lebih 1.300 ekor. Pakan untuk ternak sapi di ranch ini adalah rumput yang didatangkan dari negara Brasil yang bernama rumput Brachiaria (Bhachria brizantha) dan Rumput Raja atau King Grass (Pennisetum purpudoides) yang mengandung protein sangat tinggi sehingga pertumbuhan sapi akan lebih cepat meningkat dan bisa dijual. Adapun kedua jenis rumput tersebut mampu tumbuh dan selalu hijau pada kedua musim baik musim kemarau atau musim hujan. Rumput yang sudah ada dilokasi berumur 4 tahun dan hanya ditanam diatas lahan 500 hektar saja, mengingat tidak semua jenis tanah ditempat tersebut tingkat kesuburannya sedikit berbeda-beda,” ujar Mario.
Mario menambahkan dilokasi ranch ini juga terdapat sebuah bangunan kandang untuk mengatur keluar masuknya sapi yang dikendalikan oleh seorang operator, selain itu didalamnya terdapat sebuah alat multifungsi yang mempunyai beragam kegunaan seperti untuk memeriksa kondisi dan kesehatan sapi, memberikan vaksin, memberi tanda atau cap pada punggung sapi, memerah sapi, melakukan inseminasi buatan pada sapi, serta mampu menjinakkan sapi yang masih tergolong liar.
Dari total lahan 986 hektar lahan yang ada dbagi lagi 100 hektar untuk pembangunan sarana prasarana yaitu gudang penyimpanan alat pertanian, mess karyawan dan kantor sisanya sekitar 800 ha yang diolah dan dikerjakan untuk pengembangan peternakan sapi modern tersebut.
Bupati merasa kagum luar biasa dengan model dan metode pengembangan sapi di ranch tersebut yang dikelola dan dikerjakan dibawah kendali Mario warga negara Brazil yang sudah lama menetap di wilayah tersebut.
“Saya sangat kagum luar biasa dengan Mario yang adalah warga negara Brazil yang mengendalikan dan mengatur semua pelaksanaan pengembangan sapi berbasis padang penggembalaan di Desa Lailanjang, Kecamatan Rindi Umalulu, Kabupaten Sumba Timur,” ujar Bupati.
Bupati mengatakan, pola pengembangan peternakan sapi modern itu bakal coba dikembangkan di wilayah Sawirara, Desa Wendewa Barat, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah karena struktur tanah disana sangat subur.
“Wilayah Tengah juga akan dikembangkan, karena kondisi iklim dan cuaca disana sangat bagus dan menjanjikan,” ucap Bupati.
Bupati berharap, dalam waktu dekat pihak pengusaha yang sudah beberapa kali melakukan peninjauan di sejumlah lokasi di wilayah Sumba Tengah agar secepatnya melakukan pengembangan peternakan sapi modern juga di wilayah Sumba Tengah seperti yang dilakukan di Desa Lailanjang, Kecamatan Rindi Umalulu ini.
Turut hadir melakukan peninjauan bersama Bupati diantaranya Sekretaris Daerah Sumba Tengah, Drs. Umbu Eda Pajangu, M.Si, Inspektur pada Inspektorat Daerah, Umbu Sulung, S.Sos, Camat Umbu Ratu Nggay, Stefanus Umbu Yiwa, SE, Camat Umbu Ratu Nggay Tengah, Frengky U. H. Hudang, SE, M.Si, beserta 4 Desa yaitu Kepala Desa Soru, Kepala Desa Weluk Praimemang, Kepala Desa Maradesa Timur, Kepala Desa Maradesa Selatan. (YB/T)