Beranda Pendidikan Peringati Hari Reformasi, Ratusan Mahasiswa PMKRI Kupang Gelar Aksi Mimbar Bebas

Peringati Hari Reformasi, Ratusan Mahasiswa PMKRI Kupang Gelar Aksi Mimbar Bebas

40
0
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melakukan aksi mimbar bebas memperingati hari reformasi di bundaran burung UIS NENO NOKAN KIT, Jumat (21/05/2021.
Kordinator Lapangan Hendra Langoday kepada media menjelaskan bahwa aksi mimbar bebas dan seribu lilin ini sebagai bentuk refleksi, perhatian dan kemudian peringatan untuk Pemerintah Indonesia pada umumnya dan Pemerintah Nusa Tenggara Timur pada khusunya.
“Kita gelar aksi ini sebagai peringatan kepada pemerintah Indonesia dan Nusa Tenggara Timur, untuk melihat kembali cita-cita reformasi yang di dengungkan oleh para penggagas reformasi,” tuturnya.
Kita rasakan sendiri 23 tahun reformasi, masih banyak persoalan-persoalan di Indonesia dan pada khusunya persoalan di Nusa Tenggara Timur yang belum usai di selesaikan oleh Pemrintah Indonesia maupun Nusa Tenggara Timur,” tambah Langoday.
Ratusan mahasiswa PMKRI ini menuntut agar Pemerintah Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur untuk mengusut tuntas kasus-kasus di Indonesia dan di Nusa Tenggara Timur yang masih belum jelas peroses hukumnya.
Pada kesempatan yang sama, Presidium Gerakan Kemasyarkatan (GERMAS) PMKRI Cabang Kupang, Rino Solah menyampaikan bahwa, bukan dari PMKRI Cabang Kupang saja yang turun hari ini kejalan melakukan aksi mimbar bebas dan seribu lilin tetapi ada perwakilan-perwakilan PMKRI Cabang di NTT yang turun bersama menyuarakan perosalan-perosalan ini.
“Aksi ini dilakukan oleh PMKRI cabang-cabang yakni PMKRI Cabang Kefamenanu, PMKRI Cabang Alor, PMKRI Larantuka, PMKRI Cabang Atambua, dan PMKRI Cabang sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, aksi ini sebagai wujud cinta kasih dan perhatian kepada kaum-kaum tertindas yang hari ini masih di intimidasi, didiskriminisasi dan rampas hak-hak mereka sebagai masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat NTT hari ini, sehingga kami menyatakan beberapa point penting yang perluh di ketahui sebagai point tuntutan aksi kami hari ini,” tuturnya Rino.
Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Alfred Sounah juga menjelaskan berapa hal penting dalam momentum refleksi, mengingat  kembali dan menguatkan kembali terkait dengan tujuan Reformasi tersebut.
“Saya selaku Presidium PMKRI Cabang Kupang yang notabene sebagai Tuan Rumah dalam momentum refleksi bersama  21 Mei ini, bahwa ada banyak persolan yang terjadi di bumi Indonesia khusus NTT  yang perluh kita suarakan bersama,” ujar Alfred sounah.
“Persoalan KKN,  pelanggaran HAM  dan peroslan-persoalan urgen lainya di tubuh NTT pada khusunya harus segera di selesaikan secara koperatif demi memakmurkan negara Indonesia dan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada khusunya,” harap Ketua Sounah.
Point-point yang menjadi tuntutan ratusan mahasiswa PMKRI dari perwakilan tiap cabang dalam momentum refleksi bersama sebagai berikut :
1. Menilai bahwa sudah 23 tahun Reformasi, Masih Banyak Pelangaran-pelanggaran HAM yang ada di Indonesia Kuhusunya NTT.
2. PMKRI Mendesak agar KPK segera lakukan kordinasi untuk kemudian memberantas dan menangani Kasus-Kasus Korupsi Di Indonesia Khususnya NTT,sebab sudah terlalu banyak kasus-kasus korupsi di NTT yang tidak terselesaikan sesuai prosedur hukum.
3. PMKRI mendesak agar Pemprov.NTT secara srius memperhatikan kaum buruh yang ada di NTT dan mengatur regulasi dan mengelolah regulasi secara benar,adil demi kepentingan kaum buruh.
4. PMKRI mendesak agar PEMERINTAH INDONESIA Khusunya NTT agar  serius dalam melindungi hak-hak buruh perempuan, LGBT, difabel, dan kelompok rentan lainnya.
5. PMKRI mendesak  agar PEMPROV.NTT Segera menuntaskan kasus-kasus buruh migran yang masih belum terselesaikan sampai saat ini di NTT.
6. PMKRI mendesak agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT segera menuntaskan Kasus Sengketa Lahan Besipae dan minta Komnas HAM untuk mengusut tuntas pelangaran-pelangaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di Besipae NTT.
7. PMKRI mendesak Pemerintah Indonesia agar segera Menuntaskan kasus pelanggaran HAM di masa lalu yang sampai hari ini belum tuntas terselesaikan.
Untuk kita ketahui bersama bahwa PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) akan segera mengevaluasi apa yang kemudian menjadi kebijakan-kebijakan Pemerintah Indonesia dan Nusa Tenggara Timur sebagai mitra kritis Mahasiswa sebagai fungsi kontrol mereka. ( DH/T)