Beranda Manggarai Barat Memutus Mata Rantai Persebaran Covid-19. Polres MABAR Terapkan Jam Malam Hingga Pukul...

Memutus Mata Rantai Persebaran Covid-19. Polres MABAR Terapkan Jam Malam Hingga Pukul 21.00 Wita

42
0
LABUAN BAJO, RANAKA-NEWS.Com- Memutus Mata Rantai dan  Mengantisipasi Meluasnya Persebaran Virus Corona (Covid-19) di Kawasan Wisata Super Premium Labuan Bajo, Polres Manggarai Barat Terapkan Jam Malam Hingga Pukul 21.00 Wita.
Hal ini berdasarkan Inmendagri Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dan Perintah Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum. melalui Vicon tentang Pembatasan jam malam sampai dengan pukul 21.00 Wita.
“Sesuai dengan Inmendagri Nomor 10 Tahun 2021 dan Perintah Kapolda NTT tentang penerapan jam malam tersebut untuk mengatur aktivitas masyarakat pada malam hari agar menghindari kerumunan di tempat umum yang sekaligus memutus mata rantai persebaran Covid-19” kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si.
“Untuk jam malam akan diterapkan mulai pukul 21.00 Wita sampai pukul 05.00 Wita, itu dimulai hari ini 09 Juni sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pembatasan ini dikecualikan sejumlah aktivitas seperti untuk percepatan penanganan Covid-19, aparat keamanan, distribusi kebutuhan pokok masyarakat, hingga pedagang pasar,” ungkap Kapolres Manggarai Barat pada Rabu, (9/6/2021) pagi. 
Ia mengatakan penerapan jam malam ini berlaku untuk Pemilik atau pengelola usaha wisata, cafe, angkringan, rumah makan, restoran, pusat perbelanjaan atau usaha lainnya. Mereka wajib tutup pada pukul 21.00 Wita. sedangkan, apotek diperbolehkan tetap buka normal seperti biasanya.
Selain itu, lanjutnya, para pengelola usaha wisata dan pemilik tempat hiburan serta usaha lainnya juga diwajibkan bersikap proaktif membantu serta turut berkontribusi dalam menekan kurva kasus positif Covid-19.
“Para pengelola usaha wisata dan tempat hiburan serta pemilik usaha lainnya juga membantu agar tidak ada kerumunan, tidak ada pelanggaran Protokol Kesehatan di tempatnya,” ujar Alumni Akpol angkatan 2000 itu.
Menurut Kapolres Manggarai Barat, penerapan jam malam ini akan disosialisasikan di 12 Kecamatan, 164 Desa dan 5 Kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Dalam poin terkait penerapan jam malam itu TNI-Polri bersama instansi terkait akan menindak tegas pengelola usaha wisata dan tempat hiburan serta pemilik usaha lainnya yang masih buka di atas pukul 21.00 Wita.
“Apabila ada yang melanggar, sanksi akan segera menanti. Sanksi pencabutan izin tempat usaha dan sanksi tegas sampai ke pidana akan kami lakukan apabila pelanggaran terjadi, namun sebelumnya kita akan imbau selama tiga kali,” jelas Kapolres Mabar
AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si. menyarankan, agar pemilik usaha kuliner atau restoran disarankan agar melayani pembeli secara take away (dibawa pulang) supaya tidak terjadi kerumunan orang di tempat tersebut. Mereka dianjurkan mematuhi penerapan jam malam atau jam operasional buka sampai pukul 21.00 Wita dengan penerapan Protokol Kesehatan yang lebih ketat, seperti fasilitas cuci tangan bagi pengunjung, penerapan jarak aman, serta menghindari kerumunan.
“Kegiatan ini juga demi kebaikan masyarakat lebih baik mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19,” tandas Kapolres Manggarai Barat.
“Terpenting roda perekonomian tetap berjalan, suplai sembako lancar dan masyarakat bisa mencari nafkah dan tidak melarang tapi kita membatasi jam operasional,” pinta Kapolres Mabar. (DHAR/RN)